Mohon tunggu...
FX Aris Wahyu Prasetyo Saris
FX Aris Wahyu Prasetyo Saris Mohon Tunggu... Menikmati menulis dan membaca dalam bertualang makna kehidupan menuju kebijaksanaan abadi.

Penulis, Pembaca, Petualang, dan Pencari Makna.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Tatkala Fajar (3): Bola Basket dan Sikap Siap Sedia dengan Dinamis

19 April 2021   04:04 Diperbarui: 19 April 2021   04:25 98 22 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tatkala Fajar (3): Bola Basket dan Sikap Siap Sedia dengan Dinamis
Ilustrasi. www.halifaxtoday.ca

Perkenalkan, akulah si bulat yang suka memantul. Aku dikenal begitu karena aku sering dipantulkan ke sana kemari. Aku dapat dipantulkan karena badanku terbuat dari karet dan aku berisi angin. Saat aku dipantulkan akan terdengar bunyi nyaring dari badanku yang beradu dengan lantai. Selain dipantulkan, aku juga sering dilempar dan digelindingkan. Biasanya warnaku jingga alias oranye dan terdapat garis-garis hitam. Saat bermain dengan manusia, aku selalu diperebutkan. Setelah selesai bermain biasanya aku kembali pulang ke rumahku yang berada di lemari aula.

Aku sangatlah sedih apabila aku tidak dirawat dengan baik. Seringkali para manusia lupa untuk mengajakku kembali pulang ke dalam lemari aula. Saat bermain denganku mereka juga kurang berhati-hati sehingga aku pun terlempar keluar arena permainan dan akibatnya aku menjadi terluka, entah terkena pasir, batu kerikil, tanah, ataupun air yang menggenang setelah hujan. Akibat luka itu, tubuhku yang semula padat berisi angin menjadi kempes. Saat bermain aku juga sering terkena debu yang membuatku kotor dan keringat yang mereka hasilkan akibat mengejar dan memperebutkanku. Warnaku pun menjadi pudar seiring berjalannya waktu. Karena ulah mereka sendiri aku pun menjadi jelek dan tidak diajak bermain lagi. Mereka meninggalkanku padahal mereka sendiri yang tidak merawatku.

Selain duka, aku juga memiliki suka. Sebenarnya mudah untuk membuatku senang. Hanya dengan merawat dan menghargaiku sudah membuatku sangat senang. Tetapi yang paling aku gemari adalah saat aku diajak bermain. Mendengar sorakan semangat dari para penonton adalah sesuatu yang menyenangkan bagiku. Meluncur kesana kemari juga mengasyikan. Aku dapat melihat pemandangan saat aku dilempar hingga berada di ketinggian tertentu. Saat ada yang berhasil memasukanku ke dalam ring, tidak hanya para penonton yang bersorak bahagia, tetapi juga tim dari pemain yang berhasil memasukanku kedalam ring. Aku senang melihat yang lain juga senang.

Harapanku yang terbesar adalah agar para manusia mau merawatku, membersihkanku dari segala kotoran yang menempel dan mengisi kembali angin yang hilang dari tubuhku akibat sebelumnya aku tidak dirawat dengan baik. Aku juga ingin diajak bermain lagi oleh para manusia. Aku sering kesepian dan bosan karena tidak ada yang mengajakku bermain. Sekarang aku hanya bisa melihat teman-temanku baruku bermain dengan para manusia sedangkan aku hanya berdiam diri di dalam lemari aula. Semoga mereka dirawat dengan baik agar tidak bernasib sama sepertiku.

Ilustrasi. www.istockphoto.com
Ilustrasi. www.istockphoto.com
Aku ingin merasakan kembali kebanggaan yang dulu aku rasakan. Aku paling bangga saat aku tahu aku adalah bagian terpenting dalam permainan. Buktinya adalah aku selalu diperebutkan untuk dilempar meluncur ke arah ring. Menjelang pertandingan besar, aku makin sering diajak bermain sebagai latihan agar para manusia bisa bermain dengan baik nantinya. Aku sangat bangga ketika mereka memenangkan pertandingan karena berkat akulah mereka dapat berlatih hingga menjadi lebih baik.

Dalam keadaan sekarang aku hanya bisa sabar mengingat perlakuan para manusia kepadaku. Aku berpesan pada kalian, para manusia agar lebih peduli untuk menghargai dan merawat apapun. Siapapun pasti senang ketika dihargai dan dirawat dengan baik. Jangan lupa untuk terus peduli dan berbuat baik pada siapapun. Mungkin kalian tidak bisa membuat semuanya senang dengan berbagai perlakuan khusus, tetapi dengan hal-hal kecil seperti membuatku merasa dihargai sudah membuatku senang.

Why#liciA

*Tatkala Fajar: adalah sebuah kisah reflektif yang belajar kebijaksanaan dari benda-benda yang ada di sekitar manusia. Semesta benar-benar begitu kaya akan kebijaksanaan hidup dan menjadi kesempatan bagi manusia untuk mendewasakan diri.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x