Mohon tunggu...
FX Aris Wahyu Prasetyo Saris
FX Aris Wahyu Prasetyo Saris Mohon Tunggu... Menikmati menulis dan membaca dalam bertualang makna kehidupan menuju kebijaksanaan abadi.

Penulis, Pembaca, Petualang, dan Pencari Makna.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Setelah Senja (54): Metanoia...

20 Maret 2021   04:04 Diperbarui: 20 Maret 2021   04:17 194 28 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Setelah Senja (54): Metanoia...
Ilustrasi. beyondthewanderlust.com

Merajut asa dalam lingkaran waktu terwujud dalam setiap tapak kaki mengukir realita hidup. Kejutan-kejutan hidup hadir tanpa diundang, tak jarang mencoba merajut ulang asa dan realita. Manusia baru dengan pikiran dan hati baru menjadi sebuah kehidupan baru untuk melampaui batas-batas manusiawi. 

Pagi itu aku terbangun dari tempat tidurku, kubuka mataku, kulihat jam dinding menunjukkan pukul enam. Kemudian beranjaklah aku menuju kamar mandi untuk mengawali kehidupan baru pada hari ini. Ya, hari ini adalah hari pertamaku kuliah di Seattle, tempat yang asing dan belum pernah kutinggali sebelumnya. 

Suasana sejuk namun sedikit terik dibalut dengan secangkir teh manis hangat dan juga kue regal semakin menambah semangatku untuk ngampus. 

Tak lupa juga, pagi ini aku bercengkerama dengan memutar playlist lagu jazz milik Billie Elish yang merupakan album favoritku. Well, sejujurnya aku memilih untuk kuliah di luar negeri karena aku ingin mencoba suasana baru, ya itung-itung latihan mandiri dan lepas dari orangtua. 

Tapi dengan begitu aku juga nggak pernah lupa sama pesan papa mamaku, "Jadilah bintang dan bulan di sana nanti, buat temen-temenmu dan juga orang-orang di sekitarmu." Ya, aku bersyukur sih punya orangtua yang perhatian banget sama aku. 

Oya, ngomongin tentang kuliah, emang sih aku pengen banget menikmati masa-masa kuliahku ini dengan santai, kalem, tapi juga serius, selalu punya target buat kedepannya. 

Sejenak, kuraih beberapa buku mata kuliah, binder untuk catatan, laptop, dan juga tas kecil. Bergegas aku berangkat kuliah hari pertama dengan menggunakan sepeda. 

Kenapa sepeda? Nggak rempong apa? Apa nggak malu sama temen-temen lain? Jadi jawabannya karena di sini kebanyakan orang juga pakai sepeda buat aktivitas sehari-hari kok, katanya sih buat ngurangin polusi kendaraan yang semakin banyak, keren banget yaa Seattle ini. 

Kuarahkan pandanganku ke atas, langit seakan menyambutku dengan senyuman manis yang meyakinkanku untuk berani menapaki dunia perkuliahan di Seattle.

Memang sih, hati ini harus berevolusi dengan cepat, mau nggak mau harus cepet move on dari kehidupan saat SMA yang masih childish dan berantakan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x