Mohon tunggu...
Marthinus Selitubun
Marthinus Selitubun Mohon Tunggu... Penulis - Pastor

Seorang warga dari Keuskupan Agats Asmat, Papua. Mencoba menginspirasi orang-orang terdekat lewat doa dan tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Hari Raya Semua Orang Kudus: Sejarah dan Tradisi

1 November 2021   09:57 Diperbarui: 1 November 2021   10:06 672 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Para Kudus di Surga (Sumber: Sanyo PWT)

Setiap orang Katolik tentu menghormati dan merayakan kehadiran orang kudus di dalam Gereja. Kita mengingat dan menghormati mereka agar mereka dapat mendorong kita untuk berdoa lebih mendalam dan memberikan motivasi kepada kita untuk melayani Allah secara lebih paripurna. Hari Raya semua Orang Kudus atauu dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama All Saints Day atau juga All Hallows' Day, atau Hallowmas, adalah perayaan Kristen untuk menghormati semua orang kudus yang hadir dalam sejarah Kristenan.

Surat Rasul Paulus kepada Orang Ibrani menulis, "karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba  dengan tekun  dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus,  yang memimpin  kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan  tekun memikul salib  ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah" (12:1-2).

Hal ini menegaskan betapa indahnya persekutuan para kudus, suatu bagian mendasar dari iman kekristenan dan diungkapkan dalam syahadat Para Rasul.

Siapa Orang Kudus ?

Orang Kudus dapat kita definisikan secara sederhana sebagai seseorang yang ada di Surga. Sedangkan "santo atau santa", adalah gelar yang diperuntukkan bagi pria atau wanita tertentu yang hidupnya telah diselidiki secara menyeluruh oleh gereja (biasanya melalui perantaraannya mukjizat dibuktikan terjadi). Setiap orang kristiani yang memilih hidup suci atau mereka yang menjadi martir karena imannya, merupakan bagian dari persekutuan orang-orang kudus. Gereja memperingati semua orang kudus ini pada Hari Semua Orang Kudus, yang jatuh pada tanggal 1 November.

Hari Semua Orang Kudus selalu dirayakan secara khidmat oleh gereja universal. Pesta itu berasal dari masa abad awal gereja, ketika orang-orang Kristen memperingati banyak martir yang mati teraniaya di tangan Kekaisaran Romawi. Oleh karena itu, Diarenakan ada begitu banyak martir yang tidak dikenal, mereka tidak dapat memiliki hari raya khusus untuk mereka masing-masing. Akan tetapi mereka dipandang sebagai saksi iman yang begitu penting, sehingga orang-orang Kristen tidak mau mengabaikan salah satu dari mereka begitu saja. Akibatnya, peringatan tunggal untuk "semua martir" dirayakan setiap musim semi, dengan tidak dipestakan secara unik untuk mereka masing-masing. Banyak gereja Katolik Timur pun memperingati Hari Semua Orang Kudus di musim semi.

Setelah Kekristenan disahkan di seluruh Kekaisaran Romawi pada tahun 313 dan penganiayaan yang kejam dan berdarah berakhir, maka ritus itu menjadi hal yang biasa untuk memperingati para martir di berbagai daerah di sekitar kekaisaran. Kita bahkan dapat melihat peringatan semua orang kudus ini, melalui tulisan St. Efrem yang berasal dari Persia (Iran sekarang, hidup dalam tahun 306-373 Masehi) dan St. Yohanes Krisostomus (Ia berasal dari Atiokhia, hidup pada tahun 347-407).

Praktek penghormatan ini menyebar jauh ke seluruh Mediterania dan sekitarnya. Juga dirayakan di Antiokhia, Roma, Inggris, Salzburg dan berbagai tempat lainnya. Pada awal abad ketujuh, Paus Bonifasius IV mendedikasikan Pantheon Romawi - yang sebelumnya merupakan kuil bagi semua dewa mitologi Romawi - sebagai gereja Kristen Perawan Terberkati dan Semua martir.

Paus Gregorius III juga menahbiskan sebuah kapel di Basilika Santo Petrus untuk semua orang kudus, pada tanggal peringatan 1 November. Roma menetapkan 1 November sebagai tanggal pesta Semua Orang Kudus sejak abad kedelapan, dan di abad kesembilan Paus Gregorius IV memperluas kewajiban itu ke seluruh Gereja Latin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan