Marthinus Selitubun
Marthinus Selitubun Penulis

Saya seorang pastor dan pelajar yang berasal dari keuskupan Agats Asmat, Papua. Mencoba menginspirasi orang-orang terdekat lewat tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Masjid Agung Roma, Pusat Kebudayaan Islam di Italia

12 Mei 2019   21:53 Diperbarui: 14 Mei 2019   00:29 218 5 1
Masjid Agung Roma, Pusat Kebudayaan Islam di Italia
Masjid Agung Roma | Sumber: turismoroma.it

Ada masjid di kota Roma?  Ya!

Seperti yang kita ketahui, kota Roma adalah Ibukota dari negara Italia. Di dalam kota Roma ini, terdapat Citta del Vaticano, atau kota Vatikan. Kota Vatikan sendiri adalah negara kota, sebuah negara mungil yang merupakan pusat kekatolikan di Italia dan dunia. Sekitar 7 km dari kota Vatikan ini, terdapat Masjid Agung Roma; merupakan Pusat Kebudayaan Islam di Italia, yang terletak di Roma Utara.

Ini adalah pusat doa komunitas islam terbesar di Italia, yang dapat menampung lebih dari 12.000 jamaah. Masjid ini juga merupakan tempat ibadah utama komunitas muslim di Roma, yang terbesar di Eropa.

Pembangunan masjid agung ini memakan waktu lebih dari dua puluh tahun. Lokasi tanahnya disumbangkan oleh Dewan Kota Romawi pada tahun 1974, tetapi batu pertama diletakkan sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1984, di hadapan Presiden Republik Sandro Pertini saat itu, dan diresmikan pada tanggal 21 Juni 1995.

Sejarah Masjid Roma

Pada awalnya masjid yang diresmikan tahun 1995 ini, didanai oleh Raja Faisal. Masjid agung Roma dibiayai oleh Raja Faisal dari Arab Saudi, serta Penjaga Dua Masjid Suci Mekah dan Madinah. 

Pada masa-masa awal ini, Pemerintah Italia tertarik oleh gagasan meningkatkan hubungan dengan negara-negara di semenanjung Arab. Kebutuhan untuk mendirikan tempat ini sebagai pusat kebudayaan Islam di Italia ini pun datang baik secara personal maupun dari berbagai negara seperti Arab Saudi, Bangladesh, Mesir, Guinea, Indonesia, Malaysia, Maroko, Oman, Pakistan, Senegal, dan Turki.

Ketika dibangun ada dua syarat utama yang dibuat oleh pemerintah Italia. Syarat yang pertama yaitu tidak adanya pengeras suara pada saat melakukan sholat, dikarenakan mayoritas penduduk Italia beragama Katolik, dan rumah-rumah penduduk yang beragama muslim sendiri berjauhan. 

Jadi, boleh dikatakakan bahwa masjid ini merupakan satu-satunya masjid besar di dunia yang tidak memiliki pengeras suara. Adapun syarat yang kedua adalah tinggi kubah masjid harus berada dibawah kubah Basilica Santo Petrus di Vatikan, yang merupakan pusat kekatolikan.

Interior dalam masjid - neapolisroma.it
Interior dalam masjid - neapolisroma.it
Masjid: Ringkasan Sebuah doa dan Seni.

Proses kostruksi masjid agung ini melibatkan beberapa nama arsitek besar, seperti Paolo Portoghesi,Vittorio Gigliotti, Sami Mousawi, dan Nino Tozzo. Dengan gaya arsitektur Postmodern Islami, gedung indah ini merupakan perpaduan keharmonisan antara dunia arsitektur Barat dan tuntutan budaya dari tradisi Muslim.

"Jadi, boleh dikatakakan bahwa masjid ini merupakan satu-satunya masjid besar di dunia yang tidak memiliki pengeras suara. Adapun syarat yang kedua adalah tinggi kubah masjid harus berada dibawah kubah Basilica Santo Petrus di Vatikan, yang merupakan pusat kekatolikan."

Interior utamanya menggunakan bahan-bahan lokal sehingga menghasilkan warna-warna khas Romawi, seperti travertine dan rosa terracotta. Bangunan ini diilhami oleh beberapa model masjid, yang berkarakteristik Maghreb dan Masjid Agung Cordoba, di Spanyol selatan, masjid Ottoman di Turki, dan masjid Persia.

Tampak Luar masjid | Sumber: turismoroma.it
Tampak Luar masjid | Sumber: turismoroma.it

Rumah doa ini terlihat harmonis, dengan lengkungan tiang-tiang kurva yang indah serasi dengan lingkungan sekitarnya. Suasana sekitarnya yang tenang menimbulkan aura kebijaksanaan dan moderasi untuk mengundang doa. Pualam yang mengkilap membuat hiasannya halus dan indah. Tidak terdapat dekorasi yang mencolok, kecuali di bagian atas tertulis dengan yang elegan dalam bahasa Arab.

Pada pusat doa dan kebudayaan ini juga terdapat perpustakaan dan ruang konferensi, dan tentu saja ruang doa. Waktu berkunjung secara bebas dapat dilakukan pada jam 9.00 hingga 12.00, kecuali selama Bulan Suci Ramadhan, atau hari raya Islam lainnya. Buat kamu yang sedang jalan-jalan di kawasan Roma, bisa berkunjung dan berdoa di sini.