Mohon tunggu...
Martin Fo
Martin Fo Mohon Tunggu... Penulis - Pelajar siswa Sekolah Dian Harapan Lippo Cikarang

Saya berharap bahwa dengan membaca anda bisa mendapatkan pengetahuan yang baik

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Kehidupanku pada Masa Penderitaan dan Pengharapan

11 Mei 2020   08:30 Diperbarui: 11 Mei 2020   08:36 47
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Tahun 1942

“Aku sendirian disini,Kenapa aku hidup!?” teriak aku dengan tangisan yang penuh kemarahan dan kesedihan yang menumpuk dihatiku pada saat aku berdiri di depan makam keluargaku yang mati pada saat mereka mati pada saat pendudukan jepang yang membuat kami menderita,Namaku Asri dan inilah ceritaku

Kehidupanku di masa ini

Pada saat sebelum Jepang menjajah Indo sepenuhnya Para pahlawan yang telah berjuang keras dan bertarung demi mengusir para penjajah dari negeri kita tapi pada saat tanggal 8 Maret 1942, semuanya telah berubah karena pada saat aku melihat orang jepang aku berpikir “Sepertinya mereka orang baik” kataku pada temanku Melati karena aku tdk mengetahui bahwa sebenarnya mereka hanya ingin sumber daya kita dan kami hanya menyambut mereka pada saat jepang datang ke Indo.

Setelah mereka datang aku tdk menyangka bahwa lama-kelamaan orang jepang membuka topeng yang palsu dengan perilaku mnda yang lemah sedangkan yang kuat akan tetap bertahan tdk hanya itu kehidupanku dari sekarang hanyalah terasa seperti neraka sebab ayahku meninggal saat ia hanya ingin meminta uang hasil kerjaannya.

Aku sangat sedih sebab ayahku mati tanpa diberi kompensasi dan ibuku mati karena dia sudah mati pada saat aku lahir tapi aku hanya mendengar cerita dari ayahku tentang ibu.

Setelah itu kehidupanku menjadi neraka karena kita harus dikerja paksa oleh mereka dan para wanita sepertiku walau diberikan pekerjaan yang pasti baik untukku tetapi aku bodoh sekali untuk mempercayai mereka karena aku telah menjadi wanita hiburan bagi jepang, Aku merasa sangat terhina pd saat aku disuruh tidur dan merasa aku seperti di penjara dimana aku akan terkurung selamanya di tempat hiburan itu juga aku akan merasa akan hidup disana sampai aku dibuang oleh orang jepang.

Tetapi suatu hari aku dipindahkan sebab aku mendengar karena ada pertempuran rakyat Indo dan hasilnya cukup mengerikan karena mereka kalah sebab teknologi senjata milik jepang lebih maju dari jepang dan hal ini membuat aku sedikit takut lebuh kepada jepang namun pada saat dipindahkan kami diselamatkan oleh P.Supriyadi yg memimpin perlawanan di Blitar mengatakan “Cepat pergi dari sini!” maka setelah itu aku dipengusingkan ke tempat lain dimana tentara jepang tdk bisa menangkapku oleh para tentara blitar

Namun pada tahun 1945 yang memberikan aku dan rakyat Indo kembali keyakinan pada hak asasi manusia yang memberikan kami kebebasan pada pilihan hidup kami sendiri juga memberikan negara kami sebuah kesempatan untuk bebas menentukan nasib sendiri.Maka dari itu Soekarno dan Moh.Hatta mengatakan “Bahwa kami akan mendeklarasikan kebebasan untuk mencari kebebasan dari kolonialisme” agar negara kita bisa merdeka.

Agar dapat kami mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia Soekarno dan Moh.Hatta yang membuat Indo jadi anggota PBB yang akan menghasilkan naskah dan kegiatan-kegiatan bagi negara mereka sendiri dan tidak ada penyerahan kuasa secara paksa sebab dengan adanya Piagam Atlantik yg merupakan naskah pertama yang kemudian menjadi dasar bagi terbentuknya PBB.

Aku telah merasa hidup dengan adanya keterkaitan Piagam charter yang membuat kita mendapat politik bebas dimana aku dan para rakyat indo bisa menciptkan citra Indonesia sebagai negara pencipta perdamaian, pembangunan kepercayaan, pemecah masalah, dan membangun jembatan komunikasi antara satu sama lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun