Mohon tunggu...
Martha Tasia Dona
Martha Tasia Dona Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Universitas Diponegoro

S1 Kimia Universitas Diponegoro

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Produktif Selama PPKM, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Warga Cara Pembuatan Sabun Cuci Tangan Cair

5 Agustus 2021   23:00 Diperbarui: 5 Agustus 2021   23:01 62 0 0 Mohon Tunggu...

Semarang (5/8)-)- mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II 2021 dengan tema “Sinergi Perguruan Tinggi dengan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui Kegiatan Kuliah Kerja Nyata”.  

Sejak munculnya pandemi covid-19 di Indonesia hingga saat ini penyebaran virus corona masih terus mengalami kenaikan kasus baru. Berdasarkan data worldmeter, kasus baru virus corona di Indonesia bertambah sebanyak 35.867 kasus baru dalam sehari dan diketahui bahwa penyebaran virus corona didominasi di pulau jawa yang mana kasus tertinggi terjadi di Jawa Tengah dengan angka kasus baru sebanyak 4.169. Dengan adanya pandemi covid-19, hampir semua aspek kehidupan menyesuaikan situasi yang terjadi, dimulai dengan kegiatan menerapkan protokol kesehatan, pemerintah juga menetapkan sejumlah kebijakan yang bertujuan untuk membatasi mobilitas dan interaksi masyarakat salah satunya dengan diberlakukannya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Pencegahan penyebaran virus covid-19 dengan pembatasan mobilitas dan interaksi masyarakat melalui PPKM tentunya harus diiringi dengan penerapan protokol kesehatan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi. Dalam rangka menggencarkan penerapan protokol kesehatan 5M khususnya mencuci tangan pakai sabun.

Cuci tangan pakai sabun terbukti efektif mencegah penularan virus corona karena tangan yang bersih setelah dicuci pakai sabun dapat mengurangi risiko masuknya virus ke dalam tubuh mengingat bahwa tanpa disadari, orang sering menyentuh mata, hidung, dan mulut sehingga dapat menyebabkan virus masuk ke dalam tubuh, selain itu virus corona dari tangan yang tidak dicuci dapat berpindah ke benda lain atau permukaan yang sering disentuh - seperti pegangan tangga atau eskalator, gagang pintu, permukaan meja, atau mainan- sehingga menimbulkan risiko penyebaran virus kepada orang lain.Menurut Kemkes, Mencuci tangan pakai sabun dan air bersih akan memberi manfaat yang berbeda dari cairan pembersih tangan berbasis alkohol. Sabun dan air bersih dapat menghilangkan semua jenis kuman dari tangan, sedangkan cairan pembersih tangan berbasis alkohol hanya bisa mengurangi jumlah kuman tertentu di kulit. Selain itu, cairan pembersih tangan hanya dapat digunakan bila tangan kita tidak kotor dan berminyak. Cairan pembersih tangan berbasis alkohol juga tidak bisa menghilangkan jenis kuman norovirus, Cryptosporidium, dan Clostridioides difficile, serta bahan kimia berbahaya seperti pestisida dan logam berat.  Oleh karena itu, Martha Tasia Dona, mahasiswa jurusan Kimia, fakultas Sains dan Matematika didampingi dosen pembimbing lapangannya Ibu Puji Astuti, M.Si melaksanakan kegiatan KKN di kelurahan Gayamsari, Semarang dengan salah satu program kerja yang dilakukan oleh Martha adalah “Sosialisasi Pembuatan Sabun Cuci Tangan Ekstrak Kulit Jeruk Nipis dan Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun". Program ini  bertujuan untuk mengedukasi warga Gayamsari terkait cara pembuatan sabun cuci tangan dengan memanfaat limbah rumah tangga yaitu kulit jeruk dan mengedukasi langkah cuci tangan pakai sabun dengan menggunakan air mengalir.  

dokpri
dokpri

Mahasiswa KKN Undip kelurahan Gayamsari memanfaatkan kulit jeruk nipis yang biasanya hanya dibuang dan tidak manfaatkan dengan baik sebagai salah satu bahan pembuatan sabun cuci tangan, hal ini dikarenakan kulit jeruk nipis mengandung bahan aktif yang diduga dapat memberikan efek antibakteri. Bahan aktif pada kulit jeruk antara lain tanin, saponin, flavonoid, fenolat dan alkaloid. Selain itu, bahan lain yang digunakan pada pembuatan sabun cuci terdiri dari texapone (SLS), garam dapur, soda ash, pewangi dan pewarna.

dokpri
dokpri

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 20 juli 2021 oleh Martha di kediaman Ibu RT 02/RW 01  Gayamsari dengan melakukan edukasi pembuatan sabun cuci tangan ekstrak kulit jeruk nipis, kemudian dilakukan pembagian produk yang sudah dibuat, serta dilakukan edukasi langkah cuci tangan yang sesuai anjuran WHO dan waktu penting cuci tangan pakai sabun. Sosialisasi langkah cuci tangan dilakukan dengan menggunakan poster.  Edukasi ini diikuti oleh beberapa  ibu-ibu PKK RT 02/RW 01. Namun dalam pelaksanakan sosialisasi pembuatan sabun tangan cair tidak didemonstrasikan secara langsung karena mengingat adanya pembatasan kegiatan untuk mengumpulkan banyak massa.

dokpri
dokpri

Kegiatan sosialisasi pembuatan sabun cuci tangan ekstrak kulit jeruk ini mendapatkan respon positif dari Ibu RT dan ibu-ibu PKK  02/ RW 01 dan memotivasi mereka untuk mencoba membuat sabun cuci tangan di rumah secara mandiri. Martha berharap dengan dilaksanakannya program ini dapat mencegah penularan virus corona dengan terus menjaga kebersihan dan kesehatan diri selama pandemi dan dapat menerapkan langkah cuci tangan dengan benar sesuai anjuran dai WHO untuk meminimalisir penularan covid. Selain itu,  dengan adanya edukasi pembuatan sabun cuci tangan cair ekstrak kulit jeruk dapat membuka wawasan warga khususnya warga Gayamsari untuk membuka peluang usaha yang dapat dijalankan selama pandemi.

Mahasiswa : Martha Tasia Dona_Kimia_Fakultas Sains dan Matematika

Dosen Pembimbing: Puji Astuti, M.Si

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN