Mohon tunggu...
Markus Suntoro
Markus Suntoro Mohon Tunggu... Guru - Aktif

Hidup mempunyai nilai, ketika kita meberikan apa yang kita punya kepada orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Media

Menulis adalah Doa Harapan Mereka

22 Oktober 2021   13:14 Diperbarui: 22 Oktober 2021   13:17 55 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

5 Mei 2020 adalah awal mula dimana saya mulai menulis di salah satu blog online. Kenapa saya menulis karena tertarik dengan mereka yang mempunyai kemampuan menulis di bidang nya masing-masing. 

Ada yang menulis buku tentang pengalaman hidupnya, begitu juga dengan bidang jurnalis. Saya mengagumi mereka yang mempunyai keahlian dalam merangkai kalimat kemudian diterbitkan dalam bentuk buku maupun media cetak. Tidak hanya sekedar menerbitkan tulisan tetapi, mereka juga bisa mendapatkan uang dari tulisannya tersebut. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai rutinitas pekerjaan. 

1 tahun yang lalu saya mencoba belajar menulis di salah satu blog online dengan judul tulisan " Media Tidak Waras." Dalam tulisan itu saya mencurahkan apa yang saya amati dan yang saya rasakan. 

Namun saya mendapati teguran dan notifikasi untuk mengingatkan tulisan saya bahwa sudah melanggar ketentuan yang sudah disepakati. 

Mereka akan menghapus tulisan dan tidak bisa diterbitkan. Saya juga mendapatkan notifikasi bahwa saya diberikikan kesempatan sebanyak 3 kali lagi dalam menulis. Setelah itu jika masih ada kejanggalan menurut mereka akan memblokir blog tempat saya menulis.

Apa yang dirasakan setelah mendapatkan pemberitahuan dan notifikasi tersebut?. 1. merasa takut untuk menulis lagi, 2. bukan tempat dimana saya ingin mencurahkan isi sudut pandang saya lagi dalam menulis, 3. membuat trauma juga saat ingin mengutarakan yang kita rasakan dalam bentuk tulisan terkhusus di blog online. 

Mendapat notifikasi itu saya juga sudah pasrah dengan tulisan akan di hapus dalam halaman blog. Tetapi saya cek kembali tulisan diterbitkan mereka kembali, timbul pertanyaan di kepala saya, "Kenapa ?." 

Apakah tulisan saya benar?, saya terus bertanya-tanya. Setelah kejadian itu saya berdiam diri dulu, tidak lagi menulis. Namun ada beberapa hikmah yang saya dapat dalam tulisan itu. 

Mungkin mereka berasumsi hanya mengira dengan judul yang seakan-akan menyudutkan media. Tidak seperti yang mereka nilai dari judulnya saja melainkan dari isi tulisan yang juga adalah bagian doa mereka juga. 

Bahwa memang benar media saat ini, kita sulit untuk membedakan lagi mana berita yang benar, dan mana berita yang salah. Tidak hanya satu sumber saja kemudian kita langsung mempercayai berita tersebut. Melainkan berpatakoan dari banyak sumber yang ada untuk memastikan berita tersebut adalah benar.

Keamana saya pergi setelah kejadian itu?, saya tidak lagi menulis di blog tetapi, tetap menulis dalam buku harian yang dibawa. Dan merasa nyaman saya bebas dengan apa yang  diutarakan dalam bentuk tulisan, tidak ada pembatasan bagi saya untuk menulis lagi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Media Selengkapnya
Lihat Media Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan