Mohon tunggu...
Marisa Fitri
Marisa Fitri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya adalah salah satu mahasiswa semester 6. Saya memiliki hobi membaca dan menulis karya sastra.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Diary | Gelak Tawa Masa Kecil, Ingin Terulang lagi

10 Juli 2024   19:54 Diperbarui: 10 Juli 2024   20:10 45
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Cahaya mentari sore menembus jendela kamarku, menyapa lembaran-lembaran diary yang telah lama terlupakan. Di antara tumpukan kenangan yang tersimpan rapi, aku menemukan sebuah kisah lama yang selalu membangkitkan tawa dalam hatiku. Cerita tentang petualangan masa kecil bersama teman-teman di kampung halaman.

Dulu, kami tinggal di sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah dan pepohonan rindang. Hari-hari kami penuh dengan canda tawa dan permainan yang sederhana. Salah satu kenangan terindah adalah saat kami bermain petak umpet di kebun kakek.

Kakek memiliki kebun yang luas dengan berbagai macam pohon buah. Di sanalah kami bersembunyi, mencari tempat tersembunyi terbaik agar tidak ditemukan oleh pencari. Aku ingat bagaimana kami berlarian dengan penuh semangat, berusaha untuk tidak tertangkap. Teriakan tawa dan kegembiraan memenuhi udara, menggema di antara pepohonan.

Pernah sekali, aku bersembunyi di balik pohon mangga yang besar. Aku yakin tidak ada yang akan melihatku di sana. Tapi, saat aku mengintip dari balik batang pohon, aku melihat Budi, teman terbaikku, sedang mencariku dengan wajah panik. Ternyata, dia sudah mencarinya selama berjam-jam dan mulai khawatir.

Saat itu, aku merasa bersalah karena membuat Budi khawatir. Aku pun keluar dari persembunyian dan memeluknya erat. Kami berdua tertawa terbahak-bahak, lega karena akhirnya bisa bertemu kembali.

Kisah-kisah seperti ini selalu membuatku tersenyum dan mengingat masa kecil yang indah. Masa di mana kesederhanaan dan kebersamaan menjadi sumber kebahagiaan yang tak ternilai. Meskipun kini aku telah dewasa dan banyak hal telah berubah, kenangan-kenangan itu tetap hidup dalam hatiku.

Mengulang kisah lama seperti ini bagaikan membuka kembali jendela masa lalu. Menemukan kembali tawa dan kebahagiaan yang pernah hilang. Dan yang terpenting, mengingatkan aku bahwa persahabatan dan kebersamaan adalah harta yang paling berharga dalam hidup.

Sumbawa, 10 Juli 2024

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun