Humaniora

Praja Muda Karana

12 Agustus 2017   22:02 Diperbarui: 12 Agustus 2017   22:30 52 1 0

Sejarah Singkat Pramuka

Gerakan Pramuka atau Scout Government didirikan oleh Robert Baden Powwel (Robert Stephenson Smyth Baden-Powell), seorang pensiunan tentara inggris pada tahun 1907. Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti sekumpulan pemuda yang aktif berkarya. Organisasi Pramuka terdapat di berbagai penjuru dunia dan bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. 

Hari Pramuka adalah hari yang diperingati setiap tahun oleh seluruh Pramuka Indonesia pada tanggal 14 Agustus yang bertujuan untuk mengingatkan kembali pada tujuan dan fungsi gerakan pramuka untuk kemajuan bangsa. Dahulu gerakan ini juga terkenal dengan nama kepanduan, meskipun secara formal gerakan ini lahir pada 20 Mei 1961, namun pada tanggal 14 Agustus dipilih sebagai hari pramuka karena pada tanggal tersebut di tahun 1961 diselenggarakan pawai besar-besaran gerakan pramuka untuk pertamakalinya di Indonesia.

Makna Lambang Gerakan Pramuka

Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan sifat, keadaan, nilai dan norma yang dimiliki oleh setiap anggota Pramuka yang dicita-citakan oleh gerakan Pramuka. Lambang tersebut diciptakan oleh Almarhum Bapak Soenardjo Atmodipuro, seorang Pembina Pramuka yang aktif bekerja sebagai pegawai tinggi Departemen Pertanian. Lambang Gerakan Pramuka ini digunakan sejak tanggal 14 Agustus 1961, pada panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka.

Makna Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal yang berarti Penduduk asli yang pertama yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Buah nyiur juga dapat bertahan lama dalam keadaan apapun. Jadi, mengkiaskan bahwa setiap anggota pramuka adalah seorang yang sehat, kuat, dan ulet, serta menghadapi segala tantangan dalam hidup dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan Bangsa Indonesia.

Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya. Jadi mengkiaskan bahwa tiap pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat di manapun berada dan dalam keadaan apapun juga.

Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon tertinggi di Indonesia. Jadi mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yang mulia dan jujur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

Akar nyiur tumbuh kuat dan erat didalam tanah. Jadi mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

Tingkatan Kepramukaan

Tingkatan dalam kepramukaan adalah sebuah tingkatan yang ditentukan oleh kemampuan anggotanya, kemampuan itu disebut dengan Syarat-syarat Kecakapan Umum atau SKU.

1. Pramuka Siaga

Terdiri dari:

a. Siaga Mula

b. Siaga Bantu

c. Siaga Tata

Pada tingkatan ini biasanya berusia 7-10 tahun. Satuan terkecil dalam golongan siaga biasa disebut Barung. Setiap beberapa Barung dihimpun dalam satu satuan besar yang dinamakan Perindukan. Satu Barung biasanya diisi 6 - 10 orang anggota pramuka siaga dan dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung atau Pinrung.

2. Pramuka Penggalang

Terdiri dari:

a. Penggalang Ramu

b. Penggalang Rakit

c. Penggalang Terap

Pada tingkatan ini biasanya berusia 11 -- 15 tahun. Golongan ini merupakan golongan pramuka setelah Siaga. Dalam golongan Penggalang dilaksanakan sistem terpisah dimana Pramuka Penggalang Putra dipisah dengan Pramuka Penggalang Putri. Setiap anggota penggalang biasanya dikelompokkan dalam satu kesatuan kecil yang disebut regu. Setiap regu memiliki nama yang berbeda satu sama lain. Regu putra biasanya mengambil nama hewan, sedangkan regu putri biasanya menggunakan nama bunga sebagai identitas mereka.

3. Pramuka Penegak

Terdiri dari:

a.Penegak Bantara

b.Penegak Laksana

Pada tingkatan ini biasanya berusia 16 -- 20 tahun. Penegak biasanya merupakan anggota Pramuka yang telah menginjak bangku kelas 10 SMA hingga perguruan tinggi. Satuan terkecil Pramuka Penegak biasa disebut Sangga yang idealnya diisi 6 - 8 orang Penegak.  Penegak Laksana sebagai tingkatan tertinggi. Namun, apabila seorang Pramuka Penegak belum mencapai SKU dalam tingkatan Penegak Bantara, Pramuka tersebut akan mendapatkan titel sebagai Penegak Tamu.

4. Pramuka Pandega

Pandega merupakan golongan pramuka setelah penegak. Anggota pramuka ini merupakan anggota pramuka yang berusia antara 21 -- 25 tahun. Pramuka Pandega memiliki jenis kegiatan yang sama dan dilakukan bersama-sama dengan Pramuka Penegak. Pembinaan Pramuka Pandega dilakukan mulai dari tingkat Gugus depan dalam satuan yang disebut Racana, dan di tingkat Kwartir dapat mengikuti Satuan Karya dan Dewan Kerja.

Ada juga Kelompok Khusus, yaitu Kelompok yang ditujukan untuk orang yang memiliki kedudukan dalam kepramukaan. Misalnya Pramuka Pembina, adalah sebutan untuk orang dewasa yang memimpin Pramuka. Dan Pramuka Andalan, adalah anggota Pramuka yang mengambil bagian dalam keanggotaan Kwartir dalam Pramuka. Contoh lainnya adalah Pelatih, Pamong Saka, Staff Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Tugas Pokok Pramuka

Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah yang melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan tujuan membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertakwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi, Membentuk sikap dan prilaku yang positif , menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki ketahanan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia, yang percaya pada kemampuan sendiri, sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama -- sama bertanggung jawab atas pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.