Mohon tunggu...
Lingkungan

"Ideology, The Environment and One Worldview"

30 November 2017   02:25 Diperbarui: 2 Desember 2017   00:39 0 0 0 Mohon Tunggu...

A DISCOURSE ANALYSIS OF NORANDA'S ENVIRONMENTAL AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT REPORTS

INTISARI

            Resume kali ini akan menelusuri bagaimana sebuah perusahaan berkontribusi dan merefleksikan wacana tentang lingkungan yang lebih luas. Nama perusahaan tersebut adalah Noranda. Artikel ini memilih beberapa laporan terkait lingkungan dari perusahaan tersebut pada tahun 1990, 1992, 1994, dan beberapa laporan terbaru pada tahun 2000, 2002, dan 2004. Dengan menggunakan bagan dari Eder ( 1996 ), penulis melakukan analisis wacana dalam 3 dimensi: tanggungjawab moral, obyektivitas empiris, dan penilaian estetika. Analisis ini berkaitan dengan pandangan filsafat lingkungan Grey dan lain-lain ( 1996 ). Dalam mempertimbangkan perubahan yang sedang terjadi di dunia ini, penulis mengevaluasi wacana dan pandangan yang muncul. Dalam analisis ini juga, penulis tidak hanya melihat bagaimana Noranda membentuk hubungannya dengan alam dan masyarakat, tetapi juga penulis melihat beberapa isu lingkungan yang terkait.

            Perubahan lingkungan dalam beberapa dekade belakangan telah terlihat dalam 3 gelombang dan 3 fase. Gelombang pertama terjadi pada tahun 1961-2001 menurut Elkington, yang kemudian mencapai puncaknya pada tahun 1970, tepat di hari peringatan"Earth Day". Gelombang pertama ini menghasilkan banyak undang-undang dan sikap bertahan sebuah bisnis. Gelombang kedua mencapai puncaknya pada peringatan "Earth Day" juga, di tahun 1990, yang hasilnya adalah kesadaran bahwa berbagai macam cara produksi dan teknologi baru dibutuhkan dan bahwa bisnis akan mendominasi dan lebih kompetitif dalam bidang lingkungan. Gelombang ketiga yang mulai di tahun 1999, tidak terlihat puncaknya, tetapi hasilnya adalah bahwa pembangunan berkelanjutan akan membutuhkan perubahan mendalam pada peraturan yang ada di perusahaan-perusahaan, peran pemerintah dan masyarakat.

            Eder mendeskripsikan fase pertama sebagai fase di mana ketidaksesuaian ekologi dan ekonomi menjadi masalah lingkungan. Fase kedua muncul ketika pendekatan dalam membentuk regulasi mendominasi aksi dan wacana lingkungan. Fase ketiga muncul di pertengahan pada tahun 1990an, di mana normalisasi budaya menjadi kekhawatiran di lingkungan. Eder mengatakan bahwa gerakan lingkungan di tahun 1980 adalah sebuah wacana protes yang menjadikan lingkungan sebagai agenda utama. Meskipun begitu, pada saat itu, dan sejak saat itu terdapat banyak komunikasi lingkungan yang diproduksikan oleh beragam kelompok kepentingan dengan perbedaan pandangan. Hal ini menghasilkan wacana yang ada pada gerakan lingkungan berubah menjadi ideologi yang politis. Keberagaman komunikasi lingkungan dan dominasi ideologi lingkungan membentuk pasar di mana suara tentang lingkungan sebelumnya diuji kekuatan dan legitimasinya. Hasilnya adalah kepentingan sebelumnya berperan sebagai kompetitor dalam memproduksi dan mengkomunikasikan yang dinamakan gambaran "hijau".

Wacana adalah produk sosial dan budaya yang ada untuk membentuk kehidupan sosial kita dan memproduksi, reproduksi dan merubah makna, ideologi, dan struktur sosial. Maka dari itu, cara yang baik untuk menganalisis perubahan sosial dan pandangan tentang lingkungan adalah melihat bagaimana wacana publik terbentuk. Wacana publik dibentuk dengan campuran dan keberagaman komunikasi. Dalam artikel ini, penulis hanya mengevaluasi komunikasi sebuah perusahaan, dalam artian bagaimana mereka membentuk wacana yang kemudian berkontribusi wacana publik. Meskipun begitu, untuk menginterpretasi dan menganalisis komunikasi perusahaan Noranda, perlu untuk mengerti bagaimana publik melihat perusahaan tersebut. Dalam hal ini untuk bisa mengkomunikasikan sesuatu yang ramah lingkungan oleh sebuah perusahaan, maka diperlukan yang namanya bahasa

Bahasa tidak hanya merefleksikan dan merekam, tetapi juga membentuk, mengganggu dan bahkan menciptakan kenyataan ( Harre, 1999 ). Penting untuk mempertimbangkan hubungan antara bahasa, kekuatan dan ideologi. Laporan lingkungan dari perusahaan Noranda relatif baru sebagai perusahaan yang produksinya terlihat pada awal 1990an. Lebih banyak informasi mengenai kesehatan dan keamanan bermunculan, tetapi kemudian judulnya berubah-ubah di tahun-tahun setelahnya. Penulis memilih perusahan tambang Noranda sebagai subyeknya, karena beberapa alasan. 

Pertama, Noranda adalah salah satu perusahaan tambang di Kanada yang maju dan memiliki beberapa isu lingkungan untuk diperbaiki. Kedua, Norand adalah salah satu dari perusahaan di Kanada yang pertama kali memproduksi laporan lingkungan. Ketiga, Noranda memenangkan penghargaan terkait laporan lingkungan dan perkembangan berkelanjutan. Jika melihat enam laporan dalam waktu 15 tahun secara mendalam oleh perusahaan Noranda, maka terdapat perubahan dalam melaporkan dan menginterpretasikan wacana lingkungan. Menurut Noranda, perkembangan berkelanjutan artinya adalah bahwa kami tetap mengembangkan sumber daya alam secara bijaksana, agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan memberikan kekuatan ekonomi sementara melindungi lingkungan.

KESIMPULAN

Meskipun keterbukaan yang diberikan Noranda secara signifikan berbuah dalam beberapa tahun terakhir, penulis menemukan kegunaan filosofi lingkungan yang konsisten. Penggunaan istilah perkembangan berkelanjutan oleh Noranda yang berhubungan dengan lingkungan juga berubah-ubah tahun ke tahun. 

Perkembangan berkelanjutan dan lingkungan adalah wacana dominan hanya karena maknanya yang beragam. Lingkungan adalah wilayah pertarungan politis dalam sebuah pasar untuk membentuk gambaran ramah lingkungan, yang artinya perubahan sikap individu itu diperlukan untuk menjaga perubahan dan berjalannya sebuah pasar. Dengan kata lain, tidak hanya dengan kata-kata, tetapi kita juga harus melakukan sesuatu yang nyata atau aksi nyata untuk merubah pandangan masyarakat tentang lingkungan dan perubahaannya. Memecahkan masalah perkembangan berkelanjutan dan lingkungan membutuhkan demokrasi yang kuat dan partisipatif. Mungkin karena adanya sikap kapitalisme yang sedemikian rupa, kita tidak akan pernah mencapai yang namanya berkelanjutan. Mekipun begitu, tidak melakukan sesuatu yang berguna bukanlah sebuah pilihan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x