Mohon tunggu...
Mario WIra Surbakti
Mario WIra Surbakti Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

hobi berenang, main badminton, main game

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Berolahraga dan Bermasker

13 Agustus 2022   23:07 Diperbarui: 13 Agustus 2022   23:14 39 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Hari-hari ini sudah banyak kasus positif covid-19 yang merebak di seluruh
Indonesia terkhusus di Kota Jakarta, hingga saat ini tertanggal 12 Agustus 2022
terdapat 6091 kasus positif. Setiap hari angka tersebut semakin bertambah,
namun semakin banyak warga yang cuek dan tidak mematuhi prokes yang telah
ada. Sikap sepele inilah yang berdampak buruk bagi sesama.

Masker, benda yang dipakai masyarakat di sekitar wajah, dan marak
sekitaran 4 bulan ini, bahkan semua orang yang ada diluar rumah pasti
menggunakan masker; mau saat bekerja , liburan dan lain --lain. Sebuah benda
yang sekarang ini berharga dan sebagai benda yang dapat melindungi raga dari
gempuran pandemi covid -19 yang melanda dunia sekarang ini.

Masker yang sering kita pakai saat diluar rumah atau saat bertemu orang
dapat melindungi kita agar virus covid-19 tidak mudah masuk ke organ tubuh
yang dapat masuk lewat mulut. Juga ditambah standar -- standar yang sudah
ditetapkan oleh pemerintah dan dinas kesehatan, seperti mencuci tangan
dengan sabun atau hand sanitizer, menerapkan social distancing, tidak
menyentuh wajah,menerapkan etika batuk dan bersin, dan lain -- lain.

Tapi apa jadinya kalau masker yang menjadi " malaikat " sekarang ini ,
digunakan untuk berolahraga. Apakah hal ini menjadi pertimbangan kesehatan
bagi masyarakat atau masyarakat harus tetap ikut protokol , meskipun saat
olahraga ?

Berpijak dari sebuah pengalaman selama liburan akhir semester ini, ada
kebiasaan yang kalau saya lihat agak aneh tapi menarik .Berolahraga
menggunakan masker .Kalau saya lihat juga di televisi, banyak orang yang
berolahraga dengan memakai masker di sekitaran Jakarta ,dari pandangan saya
sendiri kurang nyaman dan rasanya tidak leluasa. Mungkin bagi mereka yang
memakai masker rasanya nyaman atau biar tidak dihukum polisi, atau ikut
protokol yang ada. Peristiwa yang saya alami yang kalau dilihat agak sama
dengan tema diatas.Jadi, suatu hari saya diperintahkan oleh ibu saya untuk
membeli telur di warung dan tak lupa saya menggunakan masker karena kalau
tidak memakai nanti takutnya dimarahi ibu saya .Saya mencoba untuk berlari
menuju warung dan membeli telur dan pulang ke rumah juga berlari. Kalau saya
pikir-pikir tidak nyaman juga, karena kurang leluasa dalam bernafas.

Dari yang saya alami ini adalah hal teraneh yang saya lakukan.Menurut saya
ini hal yang menggangu. Meskipun hanya lari ke warung tetapi kata " lari ",

menurut saya dekat dengan aktivitas yang berhubungan dengan olahraga dan
aktivitas " lari " , di setiap olahraga yang memerlukan gerak, menrut saya ada.
Orang berlari biasanya biar sehat atau sekedar hobi semata. Dan kalau sedang
berlari pun, banyak udara yang kita perlukan supaya tetap bisa berlari. Tetapi
kalau dilihat dari kacamata pengalaman yang ada di paragraf sebelumnya.
Berolahraga menggunakan masker, menurut saya tidak nyaman dan rasanya
dipersulit karena hidung harus ditutup. Ya, memang tidak harus menutup hidung
atau paling tidak, dengan mentup mulut. Tetapi, menutup hidung atau mulut
memang tidak dapat leluasa dalam bernafas, karena saya sendiri kalau
berolahraga,biasanya bernafas melalui hidung atau tidak mulut saat lelah atau
saat " ngos-ngosan ". Selain itu, kalau menggunakan masker , hidung dan mulut
ditutup dan saat bernafas pun udara yang berada diluar masker pun akan sulit
terhirup.

Kalau dipikirkan juga , saat berolahraga, kita menghirupkan banyak udara
atau oksigen, sedangkan saat mengeluarkan karbondioksida. Kalau dihubungkan
dengan persoalan berolahraga dengan masker, mungkin bila saat berolahraga
menggunakan masker anda menghirup oksigen dan melepaskan karbon, tetapi
saat anda ingin menghirup kembali, maka mungkin yang anda hirup lagi itu
karbon . Karena yang saya rasakan ketika berlari dan saat berlari saya menghirup

sesuatu yang panas, karena saya rasakan dengan tangan yang saya hirup itu
rasanya dingin tetapi yang saya keluarkan itu berasa panas. Maka dari itu,
mengapa saya bisa sebut kalau yang saya hirup saat menggunakan masker saat
sedang berlari itu karbondioksida.

Tapi, bila tidak sedang berolahraga atau melakukan aktivitas yang
memerlukan banyak pernapasan, maka menurut saya tidak apa --apa. Akan tetapi
dampak yang saya rasakan setelah melakukan hal itu, batuk meskipun hanya
sekali , kemudian rasanya tidak ada udara yang bersifat segar saat saya sendiri
menggunakan masker. Apalagi yang saya pakai saat itu adalah masker kain maka
udara bersih yang masuk ke masker banyak yang berkurang saya kira.
Sebenarnya juga saya termasuk orang yang tidak suka menggunakan masker
sebelum adanya pandemi ini, tetapi sesudah ada pandemi ini , ya mau tidak mau
saya tetap menjaga kesehatan.

Menggunakan masker dalam berolahraga juga memberikan dampak positif,
yaitu mengurangi penyebaran virus saat berolahraga terkhususnya di luar
ruangan. Perlunya kesadaran dalam hal ini, karena menjaga kesehatan diri dan
sesama merupakan yang utama. Tidak hanya menggunakan masker saja, namun
prokes yang lain juga harus dipatuhi seperti; mencuci tangan sebelum atau

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan