Mohon tunggu...
Maria Yosephin Siagian
Maria Yosephin Siagian Mohon Tunggu... Maria Yosephin

Mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Negeri Medan

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Peningkatan yang dialami Pebisnis Bunga di masa pandemi

2 Desember 2020   01:00 Diperbarui: 3 Desember 2020   09:42 66 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peningkatan yang dialami Pebisnis Bunga di masa pandemi
capture-til-1-5fc68426d541df550e7c9a42.png

Bunga selalu membuat suasana rumah semakin berwarna dan indah. Bunga sangat cocok untuk dijadikan dekorasi karena keindahan dan aroma yang harum dari bunga tersebut. Kebutuhan akan bunga semakin meningkat dari hari ke hari dan ini yang membuat banyak orang ingin sekali mengembangkan bisnis bunga atau bisnis toko bunga.

Semenjak pandemi ini bunga semakin populer dikalangan ibu rumah tangga dibanding dengan tahun lalu, karena semenjak adanya covid-19 ini ibu-ibu lebih memiliki banyak waktu dirumah dikarenakan adanya aturan dari pemerintah bahwa dilarang berpergian dari rumah jikalau tidak terlalu penting hingga menanam dan merawat bungga menjadi pilihan mereka.

Untuk mengetahui berapa peningkatan yang dialami pebisnis bunga selama masa pandemi ini saya mewawancari salah satu pemilik toko bunga yang ada di  Jln.Jahe raya Perumnas Simalingkar,Medan (29/11/2020)

Saat melakukan wawancara saya mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan peningkatan yang dialami pebisnis bunga di masa pandemi ini kepada pemilik toko yang bernama ibu melvin. Ibu melvin merupakan penjual bunga yang dikategorikan sudah tidak baru lagi karena ia menjalankan bisnis bunga selama 5 tahun.

Saya bertanya kepada ibu melvin “apakah bisnis bunga sulit untuk dijalankan bu? “ ibu melvin pun menjawab “sebenarnya tidak ya dek karena bisnis bunga ini modalnya gak terlalu banyak dan menjualnya pun tidak terlalu sulit apalagi saat pandemi ini kita bisa lihat sendiri kan bahwa bunga begitu populer”. Ibu dini juga mengatakan omset penjualannya di masa pandemi bukannya menurun malah meningkat banyak.

Ibu melvin mengatakan di masa pandemi itu keuntungannya sangat meningkat dibanding tahun sebelumya bahkan per bulannya ia mendapatkan % keuntungan  ± 20% sedangkan tahun-tahun sebelumnya keuntungan yang ia dapat paling tinggi 9 %. Ibu melvin mengatakan ia meraih keuntungan banyak dari bunga yang sedang populer saat ini seperti bunga janda bolong dan bunga lidah mertua.

“banyak orang yang mengincar bunga janda bolong dek bahkan saya menjual dengan harga yang mahal saja masih banyak orang yang beli”. Tapi ibu melvin menambahkan pernyataan bahwa bunga janda bolong semakin populer semakin susah didapatkan sehingga ibu melvin mulai membatasi pesanan bunga janda bolong.

                                                                                                  Diagram 1 : Peningkatan Bisnis Bunga dari Tahun 2016-2020

Dapat dilihat tahun 2020 merupakan peningkatan yang terbaik dialami ibu melvin.ibu melvin mengatakan “sebenarnya selain keuntungan, kerugian terbesar pun dicapai pada tahun ini dek” ibu melvin menyatakan kerugian yang dialami dikarenakan setiap har pekan banyak sekali pelanggan dan dikarenakan pelanggan yang sering berdesak-desakan sehingga banyak bunga yang rusak sehingga ibu melvin tidak dapat menjual bunga rusak.

Saya pun mengajukan pertanyaan tentang apakah ibu melvin hanya menjual bunga di toko saja atau ada menjual di media sosial.ibu melvin menjawab”dia tidak memiliki keinginan menjual bunga di media sosial dikarenakan ibu melvin masih belum mengerti tentang teknologi.

Dari hasil wawancara yang saya lakukan dapat disimpulkan bahwa pebisnis bunga mengalami peningkatan yang besar pada masa pandemi berbeda dengan pebisnis lain yang mengalami penurunan di masa pandemi ini.

Maria Yosephin Siagian

Mahasiswa Jurusan Kimia UNIMED

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x