Mohon tunggu...
Maria Elisabet Sinaga
Maria Elisabet Sinaga Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Universitas Negeri Medan

saya suka menulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mari Belajar Bertumbuh Bersama

29 November 2022   22:20 Diperbarui: 29 November 2022   22:41 581
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Maria Elisabet Sinaga

Menjadi seorang mahasiswa adalah kesempatan yang luar biasa yang patut untuk disyukuri, karena banyak di luar sana yang tidak berkesempatan yang sama seperti kita. Menjalani kehidupan sebagai seorang mahasiswa banyak suka dukanya, banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi bahkan dituntaskan. 

Selama perjalanan sering kita dihadapkan dengan situasi yang tidak kita inginkan, sering apa yang kita rencanakan tidak berjalan degan lancar, tetapi percaya atau tidak segala bentuk situasi mau itu yang kita suka atau tidak, semua itu bisa kita taklukkan. 

Ada pepatah Jepang yang mengatakan “Nanakorobi Yaoki” jatuh tujuh kali bangkit delapan kali, artinya seperih apa pun luka, sesulit apa pun cobaan, jangan pernah berpikir untuk menyerah, karena sejatinya “Kuwa Rakuno Tane” penderitaan adalah bibit dari kesenangan, tidak ada satu pun orang yang sukses yang tidak pernah diterpa cobaan dalam hidupnya.

Pada kenyataannya kesuksesan dan kegagalan adalah dua hal yang selalu berpasangan, demikian pula dengan kebahagiaan dan kesedihan. Mana mungkin selalu merasa bahagia? tidak adil rasanya. Mana mungkin hanya kesedihan tanpa ada kebahagiaan? Lebih tidak adil lagi rasanya.  Banyak orang yang takut mencoba karena takut untuk gagal. 

Jack Ma pernah berkata “Saat kamu mencoba, setidaknya kamu punya harapan”, yang artinya saat kita berani mencoba dan berusaha kita memiliki dua kemungkinan, kita berhasil atau gagal, tetapi ketika kita tidak mencoba dan berusaha sudah pasti kita gagal. Intinya yang wajib itu bukan berhasil tapi berusaha.

Ketika gagal, kita sering merasa apa yang sudah kita lakukan adalah sebuah bentuk kesia-sian, ditambah dengan tangapan orang lain yang membuat kita kurang percaya diri. 

Tidak perlu terlalu memikirkan perkataan orang lain, karena belum tentu orang itu memikirkan apa yang dia katakan. Di saat apa yang kita inginkan belum tercapai, maka sabar adalah satu-satunya solusi. Sabar itu bukan kemampuan untuk menunggu, tetapi kemampuan untuk mempertahankan sikap yang baik dalam menunggu.

Hidup dalam dunia perkuliahan memaksa kita untuk masuk kedunia persaingan, sering kita membading-bandingkan diri kita dengan orang lain, pencapaian kita dengan orang lain yang bahkan tidak sama dengan perjalanan yang kita tempuh. 

Baik ketika kita mengakui kelebihan orang lain, yang tidak baik adalah tidak menghargai diri sendiri, tidak percaya diri kalau kita punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita punya peta sendiri untuk perjalanan kita masing-masing. Yakinkan dirimu dan katakan “Aku tahu jalanku dan aku paham cara bertarung di jalur itu”.

Selama menjalani perkuliahan, penting untuk memaknai apa yang kita jalani. Bagaimana membuat hari-hari yang kita jalani berarti, bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk orang lain juga. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun