Mohon tunggu...
Marhento Wintolo
Marhento Wintolo Mohon Tunggu... Arsitek - Pensiunan Dosen

Ayurveda Hypnotherapist

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Perut Buncit Pikiran Sempit

4 Juni 2024   06:30 Diperbarui: 4 Juni 2024   06:47 48
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar : https://shwetyoga.in/2021/

Ada korelasi sangat erat antara cara berpikir dan pikiran. Namun karena banyak orang masih menyamakan antara otak dan pikiran, bisa juga judul di atas diubah Perut Buncit Otak Sempit.

Pola makan sangat berpengaruh terhadap kinerja otak atau pikiran. Jenis makanan yang sekarang yang banyak dijual pada umumnya semata mengedepankan rasa enak, seperti junk food atau makanan cepat saji. Berdasarkan hasil penelitian beberapa waktu yang lalu, banyak order makanan melalui aplikikasi online sangat meningkat di malam hari. Jenis makanan yang banyak diminati kebanyakan yang tidak membuat tidak sehat pencernaan. Dan lagi sebagaimana banyak disarankan pakar gizi, sebaiknya makan sebvelum jam 18.00. Ini terkait dengan matahari yang memiliki peran dalam mencerna makanan.

Jenis makanan berdaging yang berasal dari hewan sangat berpengaruh buruk terhadap pola pikir. Mungkin akan banyak yang tidak setuju, karena kebanyakan orang masih beranggapan bahwa daging adalah sumber protein. Namun betulkah demikian? Secara alami, kita bisa merenungkan bahwa hewan yang kita konsumsi sesungguhnya adalah sumber protein ke dua. 

Sumber protein pertama adalah tumbuhan. Silakan googling, banyak fakta bahwa tanaman memiliki prosentase protein lebih banyak dari daging. Hewan makan tanaman, kemudian dagingnya kita konsumsi. Ini baru dari jumlah protein. Dari segi emosi serta potensi kanker?

Dalam kepala kita ada mamalian brain and neocortex. Emosi terkait erat dengan otak mamalia, jadi semakin banyak kita konsumsi daging akan memiliki pengaruh terhadap emosi. Pernah kah kita berpikir bahwa tidak satu pun hewan bersedia mengorbankan dirinya untuk dikonsumsi oleh manusia. Banyak bukti menunjukkan bahwa ketika sapi atau kambing akan disembelih mengeluarkan air mata. Dengan kata lain ada gejolak emosi saat akan disembelih. Inilah reaksi alamiah. Jadi daging yang kita makan pun sudah mengandung racun kemarahan sapi. Sehingga tidak mengherankan mereka yang konsumsi daging memiliki temperamen tinggi alias mudah marah atau tersinggung. Bukan kah ini berarti pikiran kita menjadi sempit?

Silakan Amati secara lebih teliti pada umumnya mereka yang banyak konsumsi dan karbo cenderung menjadi gemuk atau perutnya bengkak. Saya katakan Pada umumnya, namun demikian ada juga pengecualian.

Sekarang mari kita cermati bagaimana pengaruh daging terhadap pertumbuhan sel kanker.

Berdasarkan penelitian, daging adalah jenis makanan yang amat disukai sel kanker, selain itu juga gula. Jadi bisa dibayangkan bila kita order makanan melalui online  pada malam hari, apalagi jenis junk food yang banyak gula dan daging sangat membebani sistem pencernaan.

Mohon jangan langsung percaya yang saya sampaikan, lakukan penelitian sendiri. Banyak sumber tersedia di mbah google. 

Jaringan syaraf otak kita juga dipengaruhi oleh enis makanan. Semakin banyak serat semakin memperkuat jaringan syaraf otak kita. Selain jenis makanan, kelenturan tubuh juga sangat berpengaruh terhadap kualitas atau pola pikir. Semakin lentur tubuh kita, semakin lentur cara pikir kita. Dengan membuat tubuh lentur karena sering berlatih asana Yoga akan membuat perut tidak buncit. Di bawah ini beberapa asana Yoga yang disebut Surya Namaskar. Silakan coba agar perut tidak jadi buncit.  

   

https://shwetyoga.in/2021/

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun