Marhaenaputra Sondakh
Marhaenaputra Sondakh Relawan

Kerja,kerja,kerja

Selanjutnya

Tutup

Hukum Artikel Utama

Langkah Kontroversial Bupati Talaud Terhenti di KPK

1 Mei 2019   20:45 Diperbarui: 2 Mei 2019   09:22 2368 10 4
Langkah Kontroversial Bupati Talaud Terhenti di KPK
Foto Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalipa | tribunnews.com

Hari Selasa (30/4/2019) kemarin, ketika penulis lagi menyaksikan siaran dari salah satu TV Nasional dan ditemani secangkir kopi susu di warung kopi K8 yang terletak di ruas jalan ahmad yani manado.

Dikagetkan dengan berita breaking news terkini yang dibacakan seorang reporter cantik dan menyampaikan Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip kena operasi tangkap tangan KPK dan telah ditangkap KPK di Kantor Bupati Talaud di Melonguane pada jam 11.20 wita atas kasus dugaan penyalahgunaan dana APBD.

Lanjut reporter tersebut, Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip saat ini sudah di terbangkan dari bandara Melonguane ke Soekarno Hatta Cengkareng via (transit) bandara Samratulangi Manado dan setelah tiba dibandara Soekarno Hatta langsung ke Kantor KPK Jakarta.

Berita breaking news tersebut, ternyata bukan hanya penulis sendiri yang menyaksikan tapi seluruh orang yang berada di warung kopi K8. Bahkan salah satu pelayan yang asal talaud sangking kagetnya menyaksikan berita itu, kopi yang dibawanya jatuh dan hampir kena ke salah satu tamu yang ada.

Dan sontak saja berita breaking news ini, membuat para pengunjung yang berada diwarung kopi itu heran dan penasaran karena baru saja seorang pengunjung menceritakan aksi nekat bupati talaud Sri Wahyuni Maria Manalip dari Beo ke pulau Miangas berjarak 127 mil pada jumat (26/4/ 2019) lalu, dengan mengenderai jet ski dan memakan waktu 13 jam serta telah dicatat sebagai Rekor MURI. Lebih lanjut kata pengunjung tersebut, sosok Bupati Talaud itu cocok jadi super woman for manado (walikota manado) tahun 2020.

Selang beberapa menit kemudian, TV Nasional yang di tayang warung kopi tersebut menyampaikan kembali berita breaking news lanjutan terkait dengan penangkapan Bupati talaud Sri Wahyuni Maria Manalip.

Bahwa berdasarkan informasi yang didapat dari Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, membenarkan ada tim penindakan KPK yang ditugaskan ke Manado dan talaud pagi ini.

"Diduga telah terjadi transaksi terkait pengadaan atau proyek di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud," imbuh Syarif.

Operasi Tangkap Tangan itu, disebut Syarif, berlangsung sejak tengah malam pada Senin, 29 April, kemarin. Selain di Sulawesi Utara OTT dilakukan di Jakarta terhadap 4 orang swasta berkaitan dengan Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip.

lebih lanjut katanya, dalam OTT KPK membutuhkan 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal bagi mereka yang terjaring OTT. Setelah itu, KPK akan menentukan status hukum mereka apakah menjadi tersangka atau hanya sebagai saksi.

Setelah selesai berita breaking News tersebut, tiba-tiba ada salah satu pengunjung di warung kopi itu menyampaikan sesuatu yang agak keras, katanya "Ada ngana (kamu) punya dan akhirnya langkah Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip yang penuh kontroversial itu, dihentikan KPK".

Bertepatan pengunjung itu duduk di samping penulis. Penulis pun bertanya, apa maksud dari ungkapan itu.

Sebelum Dia menyampaikan maksud dari ungkapan itu. Dia pun memperkenalkan diri sebagai salah satu pejabat yang di-non-job-kan Bupati Talaud tanggal 19 Juli 2018, usai pelaksanaan pilkada dan prosesnya tidak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kemudian dia pun menguraikan satu persatu aksi kontoversial dari Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip.

1. Pernah Ditegur Gubernur Karena melaksanakan APBD Tidak Sesuai Hasil Konsultasi
Tahun 2015 lalu, Pelaksanaan APBD Kabupaten Talaud tidak sesuai dengan hasil yang dikonsultasikan ke TAPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip akhirnya di berikan surat teguran tertulis oleh Gubernur Sulawesi Utara yang pada waktu itu S. H Sarundajang.

2. Pembelian Kendaraan Operasional Jeep Rubicon
Pembelian mobil dinas Type Jeep Rubicon yang bernilai miliaran rupiah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud atas Usul Bupati Sri Wahyuni Maria Manalip pada Tahun 2016, mendapat reaksi dan di kecam oleh sebagian masyarakat.

Karena pada saat itu, Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip telah memiliki mobil dinas jenis Jeep Pajero dan Hilux double cabin.

Langkah Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip, sangat miris sekali dan bertolak belakang dengan keadaan yang ada didaerah Kabupaten Talaud yang notabene mengoleksi angka kemiskinan yang tinggi.

3. Melakukan Mutasi 305 Pejabat Usai Pelaksanaan Pilkada
Tanggal 19 Juli 2018, Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip memutasi pejabat di Pemkab Talaud tak lama setelah Pilkada usai. 305 ASN esleon II, III dan IV di-nonjob-kan.Padahal dalam UU melarang kepala daerah melakukan mutasi usai pelaksanaan Pilkada.

Mutasi ini sudah dilarang oleh Mendagri tapi tetap dilaksanakan pada 19 Juli 2018, padahal surat Kemendagri keluar 18 Juli 2018. Kasus ini membuat Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip bersitegang dengan Kementerian Dalam Negeri.

Sebelum melakukan mutasi Pemkab Talaud mengirim permohonan izin untuk melakukan mutasi jabatan. Namun, lewat surat balasan Kementerian dalam Negeri melalui Dirjen Otonomi Daerah menyatakan mutasi usai Pilkada melanggar UU dan tentunya menolak usulan itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3