Mohon tunggu...
Mardiana
Mardiana Mohon Tunggu... Penulis - Menulislah, walau sebait kata

Menuangkan segala dibenak menjadi tulisan yang bermanfaat bagi orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Sahabat Bagai Kepompong

9 Mei 2020   10:29 Diperbarui: 9 Mei 2020   10:31 1355
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dok. nasria Ika nitasari

Siapa yang tak tau dengan kisah film ini? Ya, film yang diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh si penulis sendiri ANDREA HIRATA. Buku "Laskar Pelangi" Menceritakan tentang kisah masa kecil anak-anak desa dari suatu komunitas melayu yang bisa dikatakan sangat miskin di Belitung. Kisah orang-orang 'kecil' yang berusaha untuk memperbaiki masa depan mereka.

Dimulai dari kisah miris dunia pendidikan di indonesia dimana sebuah desa terdapat sekolah yang kekurangan murid hendak ditutup.

Tepatnya di SD Muhammadiyah Belitung. Pada saat itu adalah saat yang menegangkan bagi kesembilan murid yang bersekolah di SD Muhammadiyah ini. Kesembilan Murid Tersebut adalah Ikal, Sahara, Lintang, A kiong, Kucai, Syahdan, Borek, A ling dan terepani.

Mereka tengah cemas karena SD Muhammadiyah yang mereka tempati akan ditutup jika murid yang bersekolah di SD tersebut tidak genap sepuluh. Mereka sangat cemas. SD Muhammadiyah adalah SD tertua di desa Belitung, Sehingga jika ditutup akan kasihan pada keluarga mereka karena tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya yang ingin bersekolah. Disinilah perjalanan mereka dimulai( sumber,bukubiruku.com)

Dari kisah laskar pelangi dapat kita ambil i'tibarnya bahwasanya Rasulullahsetiap orang mempunyai sebuah potensi/kecerdasan yang berbeda-beda seperti ikal yang pandai dalam bidang sastra, lintang si anak jenius yang cerdas dalam matematika, Mahar yang pandai dalam bidang seni terutama menyanyi.

Mereka adalah sahabat yang kisahnya memesona dunia lewat tangan dingin sang penulis. Buku laskar pelangi bercerita keseharian mereka di sekolah dan di lingkungan sosial. Mereka adalah anak-anak desa yang punya tekad kuat biasa, Perjalanan mereka dipenuhi kejadian yang tak terduga. Seiring waktu berjalan mereka akhirnya menemukan keunggulan dalam diri mereka masing-masing.

Dari kisa laskar pelangi ini kita dapat menarik i'tibar bahwasanya,setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing dan janganlah kita menyamaratakan semua potensi/kecerdasan dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang dan janganlah menilai kepandaian seseorang dari beberapa nilai pelajaran yang kurang bagus. Karena tidak ada seseorang di dunia ini yang terlahir bodoh. Hanya butuh waktu untuk semuanya itu.

Semua orang pasti mempunyai kisah tersendiri tentang persahabatan. Baik itu masa kecil,saat di bangku sekolah ataupun kuliah dan dunia bekerja. Bercerita tentang persahabatan memang tak akan habis dikupas,cerita tentang kesedihan, bahagia,punya masalah, semua berbagi dengan sahabat.

Pernah kita mendengar sebuah lyric lagu" persahabatan bagai kepompong,berubah ulat menjadi kupu-kupu." Lagu yang booming di tahun 2008, bahkan menjadi sountrack sinetron kepompong, disalah satu stasiun televisi swasta

Dulu kita sahabat
Teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

*
Kini kita melangkah berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karna sesuatu
Mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
Namun itu karna ku sayang

Reff:
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah

dari lyric lagu tersebut dapat kita tarik kesimpulannya,bahwasanya untuk membangun sebuah persahabatan tidaklah mudah,karena persahabatan itu harus saling menyelam hati satu sama lain. Harus saling memahami dan siap menerima apapun tentang sahabat kita

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun