Mohon tunggu...
Marcko Ferdian
Marcko Ferdian Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pencinta Monokrom dan Choir

Love what you have || Kompasianer pemula

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Saya Paham dan Setuju!

2 September 2020   23:50 Diperbarui: 2 September 2020   23:47 149
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber : economy.okezone.com

Sumber : lifestyle.bisnis.com/ilustrasi new normal
Sumber : lifestyle.bisnis.com/ilustrasi new normal

New Normal atau Kenormalan Baru  

Saat pandemi tiba di Indonesia, pemerintah seolah-olah meraba-raba pada awalnya bagaimana menangani penyebaran penularan. Sebab kasus pandemi dilaporkan terakhir kali terjadi kira-kira ratusan tahun yang lalu.

Dan saat itu Indonesia belum merdeka (liputan6.com/sejarah pandemi virus di Indonesia sebelum Covid-19) kemudian setelahnya muncul kasus yang sempat gempar adalah SARS, tapi cepat dikendalikan sehingga semacam protokol kepada masyarakat terhadap penyakit menular berbahaya saat itu belum ada atau tidak tersosialisasi dengan baik. Barulah dengan pandemi ini, diumumkan penerapan protokol kesehatan dan mengampanyekan tatanan kenormalan baru atau new normal.

Berkaitan dengan masalah bisokop tadi, sudah pasti pengelola atau asosiasi pengelola telah menerapkan standar protokol kesehatan dalam pelayanan jasa mereka. 

Tujuan dari kenormalan baru kan untuk membiasakan cara-cara baru yang sama sekali belum pernah dilakukan agar bisa hidup "berdampingan" dengan covid-19, seperti "berdampingan" dengan HIV yang sampai sekarang belum ditemukan vaksinnya, tanpa menyampingkan keganasan dari "mereka" berdua tentunya.

Berkaitan dengan kenormalan baru dan protokol kesehatan, perkantoran lain telah menerapkannya, pegawai-pun beraktivitas seperti biasa kenapa bioskop mau buka harus dipersoalkan ? kan sama saja dengan perkantoran lain.

Untuk penerapan potokol dan new normal ini, ada pesan yang ingin saya sampaikan kepada para pengelola bisokop. Kalau memang menerapkannya, betul-betul dipegang janjinya loh. Sebab berdasarkan pengalaman pribadi saya, ketika berkunjung ke Surabaya beberapa waktu lalu, menumpang salah satu jenis transportasi (tidak saya sebut nama moda transportasinya). 

Dalam krtiterianya disebutkan harus jaga jarak, cuci tangan dan sebagainya. Masalahnya saat mau cuci tangan, wehh dalah talah, airnya enggak ada. Pas ditanya ke petugas malah ybs ngakunya enggak tahu apa yang bermasalah. is..is..issss. 

Sedangkan untuk penikmat bioskop, jangan keras kepala please, tetap jaga jarak dan perhatikan betul protokolnya, selain memproteksi diri, kita juga membantu dokter, relawan dan petugas medis lainnya sehingga bersama-sama battle virus ini. 

Sumber : minews.id/gambar hanya ilustrasi
Sumber : minews.id/gambar hanya ilustrasi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun