Afifuddin lubis
Afifuddin lubis Pensiunan PNS

Selalulah belajar dari siapapun

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Untuk Penantang Jokowi, Siapa yang Lebih Kuat antara Prabowo dan Amien Rais?

11 Juni 2018   13:27 Diperbarui: 11 Juni 2018   13:43 1119 2 3
Untuk Penantang Jokowi, Siapa yang Lebih Kuat antara Prabowo dan Amien Rais?
(Foto: KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Merupakan kejutan juga ketika Amien Rais dinyatakan akan maju pada pilpres 2019. Sinyal akan ikut  bertarungnya pendiri PAN itu sudah diungkapkan Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN ketika acara Buka Puasa Bersama di rumah dinasnya pada Sabtu, 9 Juni 2018. Sinyal itu semakin kuat ketika Amien Rais juga mengamini pernyataan Ketua Umum PAN tersebut.

Memang kepastian secara resmi tentang siapa yang akan diusung PAN masih menunggu hasil Rakornas PAN yang diselenggarakan sesudah pilkada serentak 27 Juni 2018. Tidak hanya nama Amien Rais yang akan dibahas pada Rakornas tersebut tetapi juga 3 nama lain akan digodok yaitu: Sutrisno Bachir ,Hatta Rajasa ,keduanya mantan Ketua Umum PAN dan Zulkifli Hasan ,Ketua Umum PAN sekarang ini.

Ada dua hal yang dapat disimpulkan dari pernyataan Zulkifli Hasan yaitu ,1).PAN akan mengusung sendiri kadernya pada pilpres dan 2).Ada empat nama yang akan digodok pada Rakornas untuk kemudian ditetapkan satu nama yang akan diusung. Dalam pandangan saya ,kalau Amien Rais serius untuk maju pada pilpres maka namanyalah yang akan ditetapkan oleh Rakornas. Hal yang demikian didasari pada alur pikir bahwa Amien Rais sebagai pendiri PAN  masih punya pengaruh yang kuat pada partai yang didirikannya itu.

Berkaitan dengan assumsi yang demikian maka artikel ini mencoba menduga duga siapakah yang paling kuat posisi poliitiknya untuk menghadapi Jokowi pada pilpres nanti.

Untuk mengukur potensi Amien Rais, pertama akan digunakan ukuran perolehan suara PAN selama empat kali Pemilu dan juga perolehan suara pasangan Amien Rais - Siswono Yudo Husodo yang berpasangan pada pilpres 2004. Hasil perolehan suara PAN pada empat kali Pemilu adalah : 1999= 7,1 persen,2004= 6,4 persen,2009 = 6,0 persen dan 2014 =7,6 persen .

Sedangkan hasil perolehan suara pasangan Amien Rais- Siswono Yudo Husodo pada pilpres 2004 sebasar 14,66 persen. Dari data data tersebut terlihatlah kekuatan politik PAN berada pada kisaran mendekati 8 persen. 

Bertitik tolak dari hasil keempat Pemilu tersebut maka dengan mengandalkan dukungan PAN ,Amien Rais bergerak dengan modal awal sekitar 8 persen. Tetapi modal politik pendiri PAN ini bisa bertambah lagi dengan bergabungnya suara dari sebahagian ummat Islam pendukung Aksi 212 . 

Seberapa besar kekuatan politik yang dimiliki oleh 212 memang belum dapat dihitung oleh karena Aksi 212 itu berhubungan dengan kasus penistaan agama terhadap Ahok dan bukan soal dukung mendukung pada pilpres. Memang kalau dilihat jumlah ummat Islam yang ikut aksi di Jakarta pada 411 dan 212 jumlahnya jutaan orang. Begitu juga halnya aksi tersebut juga berlangsung di beberapa daerah dengan jumlah massa yang cukup besar juga.

Tetapi seperti yang di Jakarta ,jumlah massa tersebut berkaitan dengan kasus Ahok bukan berhubungan dengan pilpres . Amien juga tentu melihat bahwa alumni 212 merupakan lumbung suara yang lumayan karenanyalah hari hari belakangan ini ia aktip di Persaudaraan Alumni 212 ( PA 212).Amien duduk sebagai Ketua Dewan Penasehat pada PA 212. 

Tentang dukungan dari alumni 212 ada 2 hal yang perlu dicermati. Rapat Kordinasi Nasional PA 212 yang diselenggarakan di Jakarta Timur ,29 Mei 2018 telah menghasilkan rekomendasi tentang tokoh yang akan diusung sebagai capres yaitu ,1).Habib Rizieq Shihab,2).Prabowo Subianto,3).Tuan Guru Bajang,4).Yusril Ihza Mahendra dan 5). Zulkifli Hasan.

Rekomendasi tersebut ditanda tangani juga oleh Amien Rais,Ketua Dewan Penasehat PA 212. Terlihat jelas pada rekomendasi yang ditanda tanganinya itu tidak ada tercantum namanya. Apakah PA 212 rela memberikan suaranya kepada Amien sementara rekomendasi mereka tidak ada menyebut nama itu. Tetapi hal tersebut pada akhirnya sangat tergantung kepada arahan Habib Rizieq Shihab.Andainya Rizieq menyatakan dukung Amien ,maka sebahagian massa PA 212 akan memberi suaranya untuk pendiri PAN itu.

Pertanyaan yang muncul tentu ,seberapa banyakkah jumlah massa 212 yang benar benar dalam kendali Habib Rizieq. Lalu bagaimana dengan posisi politik Prabowo Subianto?

Kita awali dulu dengan melihat perolehan suara Gerindra pada dua kali pemilu yakni pemilu 2009 , partai ini meraih 4,46 persen suara.Pada pemilu ini perolehan suara PAN lebih tinggi dari Gerindra.Tetapi pada pemilu 2014 , Gerindra meraih 11,81 persen suara yang berarti lebih besar dari perolehan suara PAN.

Kemudian kita melihat hasil pilpres 2014 dalam halmana Jokowi -JK meraup 53,15 persen suara sementara pasangan Prabowo - Hatta Rajasa memperoleh 46,85 persen suara. Dugaan saya ,perolehan suara sebesar itu lebih banyak disumbang oleh figur Prabowo ketimbang sosok Hatta Rajasa.Kemenangan pasangan ini di Jawa Barat misalnya lebih karena Prabowo nya dan bukan karena Hatta Rajasa.

Kemudian bagaimana dengan dukungan PA 212  yang telah merekomendasi nama Prabowo Subianto?.Sama halnya untuk Amien Rais ,suara alumni 212 sangat tergantung dari arahan Habib Rizieq.Tetapi perlu dicatat ketika pertemuan di Makkah baru baru ini ,Habib Rizieq sudah menyebut agar memberi dukungan terhadap Prabowo Subianto.

Selanjutnya masih ada lumbung suara kelompok lain yang dapat dirangkul Prabowo yaitu kelompok masyarakat yang tidak simpati atau yang kurang senang dengan Jokowi. Kelompok yang dimaksudkan ini adalah mereka yang tidak simpati kepada Jokowi tetapi bukan karena sentimen keagamaan.

Amien Rais juga tidak senang kepada Jokowi tetapi dalam menunjukkan ketidak senangannya itu dia sering menggunakan idiom idiom Islam. Kemudian walaupun pada pilpres 2014  Prabowo dan Jokowi bertarung keras namun masih terlihat sifat kenegarawanan mantan Pangkostrad itu. Sikapnya cukup elegan terhadap Jokowi.

Dibandingkan dengan Amien Rais, terlihat Prabowo juga tidak terlalu sering melancarkan kritik terhadap Jokowi.Memang ada beberapa kali kritiknya yang banyak dipersoalkan orang seperti Indonesia akan bubar tahun 2030. Tetapi kritikannya tidaklah sesering yang disampaikan pendiri PAN itu. Tentulah sikap elegan Prabowo itu juga menumbuhkan simpati publik.

Selanjutnya tentu banyak kalangan yang tidak senang kepada Jokowi dan ketidak senangan ini bukan berangkat dari sentimen keagamaan.Kelompok yang seperti ini tentu sangat welcome dengan mantan Pangkostrad itu.

Pada akhirnya layaklah kita melirik hasil beberapa lembaga survei.Sebahagian besar lembaga survei itu menempatkan tingkat keterpilihan Prabowo sebagai capres pada kisaran20 persen .Sementara saya belum peranah membaca rilis lembaga survei yang menyatakan tingkat keterpilihan Amien Rais.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2