Afifuddin lubis
Afifuddin lubis Pensiunan PNS

Selalulah belajar dari siapapun

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Pantai Natal Menarik Tangan Kami untuk Berkunjung

18 Mei 2018   01:25 Diperbarui: 19 Mei 2018   07:51 987 1 0
Pantai Natal Menarik Tangan Kami untuk Berkunjung
Dok.Pribadi

Natal adalah sebuah kota kecil yang terletak di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. Jarak dari Panyabungan, Ibu Kota Kabupaten Mandailing Natal ke Natal sekitar 90 km dan ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 3,5 jam.Selain menghunjuk kota kecil,Natal juga merupakan nama salah satu dari 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.
Natal adalah sebuah kota tua.

Teman teman dari Natal sangat bangga tentang kampung halamannya ini karena kata mereka lokasi yang menggunakan kata " Natal" di dunia ini hanya ada 3 ,satu lagi berada di Afrika Selatan dan yang satunya lagi kata mereka ada di Brazil.Untuk tempat yang ketiga ini saya belum sempat menchecknya di peta.

Sebelum dibukanya Terusan Suez pada tahun 1869 oleh seorang insinyur Perancis Ferdinand Vicomte de Lesseps, Natal merupakan kota penting di pantai barat Sumatera. Hal ini tentu dipahami karena dahulu pelaut dari Eropa yang menuju Nusantara harus melewati " Semenanjung Pengharapan " di Afrika baru masuk ke Lautan Hindia.

Natal yang berhadapan dengan Lautan Hindia itu menjadi alur persinggahan yang penting bagi pelaut pelaut Eropa.Beberapa tempat penting lainnya pada masa itu yang menghadap ke Lautan Hinidia antara lain ,Meulaboh dan Tapak Tuan di Aceh,Barus dan Natal di Sumatera Utara ,Padang di Sumatera Barat serta Bengkulu.

Menurut sejarahnya pada abad ke-16 Natal dikuasai oleh Kerajaan Aceh .Sejak tahun 1751-1825 ,Natal menjadi pos perdagangan Inggris .Setelah ditandatangani Traktat London ,Natal menjadi bahagian kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda. Adanya pengaruh Barat / Eropa di Natal antara lain tercermin dari tarian " Salapan' yang sangat memukau.Rentak tari dan musiknya kata para ahli nya memang sangat terlihat dipengaruhi kesenian Portugal.

Pada abad ke XVIII komunitas Tionghoa juga sudah masuk ke daerah ini .Sampai sekarang kompleks pemakaman etnik ini masih ada di Natal.Pemimpin komunitas Tionghoa yang terkenal di Natal dan sekitarnya adalah ' Kapitan Sokai" dan saya beberapa kali bertemu dengan turunannya.

Natal juga terkenal karena Douwes Dekker juga pernah bertugas disini.Rumah atau kantor Douwes Dekker tersebut sampai sekarang masih ada dan sekarang dijadikan Rumah Sakit Muhammad Husni Thamrin.Di lokasi ini juga masih terpelihara sebuah sumur yang disebut masyarakat sebagai " Sumur Douwes Dekker".

Beberapa tokoh nasional juga berasal dari daerah ini seperti politisi Sutan Syahrir dan pengarang terkenal Sutan Takdir Alusyahbana. Demikianlah pada Sabtu ,12 Mei 2018 yang lalu melalui darat saya dan rombongan berangkat dari Panyabungan sekitar pukul 10.30'WIB dan tiba di Natal pukul 14.00 WIB. Setiba di Natal kami singgah terlebih dahulu di kediaman Douwes Dekker masa lalu.Didepan rumah Douwes Dekker itu ada lapangan yang berfungsi sekarang sebagai ' Alun Alun". Disamping alun alun itu ada pesanggrahan yang sekarang merupakan aset Pemerintah Mandailing Natal. Hal ini menunjukkan bahwa Natal adalah kota tua karena kalau diperhatikan pada jaman Hindia Belanda didepan kantor Pemerintah selalu ada " alun alun",

Dari alun alun kota Natal terlihat lah mulai menyembul Lautan Hindia. Kami pun berjalan menuju pantai. Saya sudah beberapa kali berkunjung ke pantai Natal ini dan pada kunjungan kali ini terlihat pantai semakin bersih dan semakin tertata dengan baik . Kami duduk duduk di pantai menikmati luasnya Lautan Hindia yang terbentang bagai hamparan kemilau yang menari nari dibawa ombak .Suara gelombang laut yang pecah di pantai membuat kita semakin betah duduk di pantai itu.

Panjang garis pantai Natal sekitar 170 km dan merupakan. garis pantai terpanjang di Sumatera Utara. Di sepanjang pantai ada beberapa Warung makanan dan tentu saja saya tidak melewatkan kesempatan untuk minum air kelapa muda . Sembari ngobrol lalu kami memesan udang goreng dan nasi goreng.

Dari pembicaraan di pantai itu diperoleh informasi bahwa sekarang di Palimbungan sekitar 20 km dari Natal sedang dibangun pelabuhan laut internasional.Kalau nanti pelabuhan internasional ini beroperasi maka puluhan ribu ton CPO yang dihasilkan Natal dan sekitarnya akan langsung dieksport melalui Pelabuhan baru itu.

Kalau sekarang ongkos angkut lewat darat ke Pelabuhan Belawan Medan masih tinggi mengingat jaraknya mencapai sekitar 500 km. Selain pelabuhan laut sekarang juga sedang dibangun jalan Natal- Batang Toru .Menurut Bupati Mandailing Natal,Drs Dahlan Hasan Nasution,jalan baru itu nanti sangat indah karena akan menelusuri pantai sepanjang 125 km.

Tentulah sangat indah membayangkan jalan yang demikian karena kita akan terus melihat laut sepanjang 125 km itu. Sungguh tidak terasa sudah lebih dari dua jam setengah kami duduk dan ngobrol di pantai itu dan tibalah saat yang kami tunggu untuk melihat matahari tenggelam ( sunset) .
Perlahan matahari seperti masuk kedalam pelukan lautan luas itu dan lampu lampu warung di sepanjang pantai itu mulai dinyalakan .Pada momen seperti itu selalu terasa ada romantisme alam yang menggayut pada pelupuk mata .

Azan Magrib pun mulai terdengar dan kami melangkah kan kaki meninggalkan pantai yang indah itu. Yaaaaa Pantai Natal yang selalu menghimbau kami untuk datang lagi.