Afifuddin lubis
Afifuddin lubis Pensiunan PNS

Selalulah belajar dari siapapun

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Sangat Disesalkan, "2019 Ganti Presiden" Muncul pada Debat Pilgub Jabar

15 Mei 2018   19:37 Diperbarui: 15 Mei 2018   20:22 687 2 1
Sangat Disesalkan,  "2019 Ganti Presiden" Muncul pada Debat Pilgub Jabar
Sumber foto: CNN Indonesia,dikutip dari Kompas.com

Sejatinya debat pilgub terutama yang disiarkan secara langsung adalah untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang visi,misi dan juga program kerja yang akan diusungnya apabila terpilih nanti.

Dengan debat yang sehat masyarakat akan semakin cerdas dalam menentukan pilihannya.Dalam negara demokrasi maka debat merupakan salah satu tahapan yang ditunggu tunggu masyarakat.

Melalui debat ,para pemilih akan dapat menilai kualitas calon pimpinannya.Melalui debat para pemilih juga akan melihat berbagai hal ,mulai dari gestur,postur ,pilihan kata serta cara mengungkapkan gagasan.

Pemahaman pemilih tentang calon pimpinan nya juga semakin kaya dengan mencermati cara tokoh tokoh itu menjawab pertanyaan yang ditujukan kepadanya . Kematangan emosi ,ketenangan menjawab pertanyaan ,kesantunan atau kesombongan juga akan dapat dilihat melalui debat.

Hal yang demikian juga berlaku pada pilgub Jawa Barat. Demikianlah pada Senin,14 Mei 2018 diadakanlah Debat Pilgub Jawa Barat bertempat di Balairung Universitas Indonesia ,Depok,Jawa Barat.

Di ujung debat suasana menjadi panas karena paslon Nomor 3 ,Sudradjat- Ahmad Syaikhu membuat tindakan yang mengakibatkan terjadinya kehebohan.
Sebagaimana diberitakan Kompas.com,14/5/2018 pasangan yang disebut Asyik itu pada akhir debat menyatakan " Pilih nomor 3 Asyik.Kalau Asyik menang ,Insya Allah 2019 kita akan mengganti Presiden" ,ujar Sudrajat dengan mengacungkan 3 jari lalu diikuti sorakan para penonton debat.

Pasangan itu juga membawa dan membentangkan kaus yang berisi tulisan tersebut dan ditunjukkan kepada penonton debat .

Terhadap peristiwa itu tentu layak muncul pertanyaan,layakkah hal yang demikian dikemukakan pada sebuah debat pilgub yang disiarkan secara langsung oleh berbagai Channel TV.

Dalam pandangan saya hal tersebut tidak layak dilakukan mengingat kegiatan di Balairung UI itu adalah untuk pemilihan gubernur dan wakilnya dan bukan untuk pemilihan Presiden .

Seingat saya Komisi Pemilihan Umum ( KPU) juga sudah pernah menerbitkan aturan tentang tidak boleh dikaitkannya Pilkada dengan Pilpres.
Memang pasangan Asyik tidak menyebut calon yang akan didukungnya  pada Pilpres nanti .Tetapi sudah dapat dipastikan jargon " 2019 Ganti Presiden" ,jelas jelas ditujukan kepada Jokowi.

Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat menyatakan bahwa insiden itu telah mencederai demokrasi. Pasangan Asyik menyatakan bahwa tindakan yang mereka lakukan itu merupakan bahagian dari kebebasan berekspresi.

Alasan yang demikian juga kurang tepat karena dalam setiap debat ada ketentuan yang mengaturnya sehingga setiap ucapan dan tindakan harus tetap berada koridor peraturan yang berkaitan dengan event itu.

Seperti diketahui pada Pilpres 2014 ,Prabowo Subianto menang di Jabar.Apakah mungkin Asyik menggunakan momen debat itu untuk meraih dukungan para pemilih Prabowo di tahun 2014 yang lalu.

Kita menginginkan setiap peristiwa demokrasi adalah momen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itulah diharapkan para calon pemimpin di negeri ini ikut berkontribusi untuk membangun demokrasi yang lebih baik.

Salam Demokrasi! .