Afifuddin lubis
Afifuddin lubis Pensiunan PNS

Selalulah belajar dari siapapun

Selanjutnya

Tutup

Politik

Siapakah Penyelenggara Acara di Monas yang Menurut Sandiaga Ada Unsur Politiknya Itu?

2 Mei 2018   17:21 Diperbarui: 2 Mei 2018   18:19 482 1 0

Sabtu ,28 April 2018 ,ratusan ribu orang tumpah ruah di Monas Jakarta karena hari itu ada pembagian sembako.
Menurut Sandiaga Uno,diduga ada massa yang dikordinir yang datang dari luar Jakarta bahkan juga datang dari Jawa Tengah.

Acara yang bertajuk " Untukmu Indonesia " itu ternyata kemudian menimbulkan masalah seperti terjadinya dorong dorongan massa ,berdesak desakan untuk antri memperoleh sembako.Juga jatuhnya korban jiwa dua orang meninggal dunia.Kerusakan berbagai fasilitas di Monas juga terjadi.Sampah menumpuk berton ton.Kenderaan yang parkir tidak teratur menimbulkan kemacetan lalu lintas di sekitar Monas.

Pada kegiatan tersebut juga ada pembagian 100.000 paket sembako.

Mencermati kegiatan tersebut menjadi lebih menarik lagi karena Sandiaga Uno menyatakan ada aroma politis pada kegiatan itu.Wakil Gubernur DKI itu mendapat informasi para pengunjung yang datang disarankan memakai atribut dengan warna tertentu.Hal itu menurut Sandiaga menunjukkan adanya afiliasi dengan kekuatan politik tertentu.

Namun demikian Wagub DKI itu tidak mengutarakan siapa yang diduganya kekuatan politik dibelakang kegiatan itu.
Bagi saya sekurang kurangnya ada 4 poin menarik tentang kejadian tersebut.

Pertama ,apa sesungguhnya target dari kegiatan itu.Seperti yang diungkapkan aparat DKI,pada awalnya disebut kegiatan itu adalah untuk menggelar kegiatan budaya termasuk tarian massal untuk memecahkan Rekor MURI.Kalau hanya untuk sekedar memecahkan rekor yang demikian mengapa harus ada mobilisasi massa termasuk dari luar DKI.

Kedua,tentu ada penyebaran informasi ke seluruh wilayah DKI bahkan sampai ke Jawa Tengah tentang akan dilaksanakannya acara dimaksud.Siapakah yang menyebarkan informasi atau undangan tersebut.

Kemudian untuk menindak lanjuti informasi acara tersebut maka kuat dugaan ada yang mengorganisir ,memobilisasi massa menuju Monas.Siapakah yang memobilisasi massa itu.

Walaupun massa mengetahui akan ada pemecahan rekor MURI di bidang tarian ataupun mengetahui tentang adanya pembagian Sembako ,menurut pendapat saya hal tersebut belum merupakan alasan yang kuat untuk massa yang jauh dari DKI untuk datang ke Monas.Artinya mereka datang ke acara karena ada yang mengkordinir dan sekaligus mem fasilitasi mereka.

Ketiga ,siapa penyandang dana kegiatan dimaksud. Menyelenggarakan acara di Monas dengan jumlah massa yang ratusan ribu orang tentu memerlukan biaya.Terlebih lebih dinyatakan telah disiapkan 100.000 paket Sembako.Andainya satu paket Sembako senilai Ro.50.000 saja pun sudah membutuhkan dana sebesar Rp.5 Milyar.

Memang ada penjelasan panitia yang menyebut penyediaan Sembako itu dari para sponsor .Tetapi tentu juga layak dipertanyakan ,mengapa mereka bersedia jadi sponsor.Apakah kesediaan itu karena dorongan semangat kemanusiaan atau karena ada faktor lain.

Keempat,kekuatan politik manakah yang ikut ambil bagian  pada acara tersebut. Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya,Sandiaga Uno menyatakan ada unsur politik pada acara ini yang salah satu indikatornya ialah adanya keharusan bagi peserta yang hadir untuk menggunakan pakaian dengan warna tertentu.

Saya sudah amati beberapa foto yang ditampilksn media tentang kegiatan di Monas itu.Tetapi saya belum menemukan foto yang menggambarkan adanya sekelompok massa yang  pakaiannya didominasi warna tertentu yang akan mengasosiasikan pikiran kita kepada kekuatan politik tertentu.
Oleh karena kemungkinan adanya unsur politik pada acara ini dikemukakan oleh pejabat pemerintah maka layaklah muncul keingin tahuan tentang hal ini.

Apakah unsur politik yang demikian berkaitan dengan pemilu legislatif ,pilpres atau untuk tujuan lain.

Berdasarkan hal hal yang diutarakan diatas lah yang menyebabkan munculnya keinginan untuk memperoleh jawaban.

Salam Persatuan!