Afifuddin lubis
Afifuddin lubis Pensiunan PNS

Selalulah belajar dari siapapun

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Marsekal Hadi Tjahjanto Akan Dilantik Besok, Indikasi Jokowi-Gatot Tidak Akan Berpasangan pada Pilpres

7 Desember 2017   16:27 Diperbarui: 7 Desember 2017   16:34 1797 2 3

Sejatinya pergantian Panglima TNI tidak ada kaitannya dengan Pilpres.Tidak ada kaitan langsung tugas Panglima TNI dengan pelaksanaan pilpres tersebut.

Kemudian pergantian Panglima TNI merupakan hak prerogatif presiden dengan memperhatikan dan menaati persyaratan yang berlaku untuk itu.
Tetapi pergantian pilpres kali ini tidak dapat dihindari untuk tidak menghubungkannya dengan pilpres 2019 oleh karena Jenderal Gatot Nurmantyo ,Panglima TNI ,berdasarkan pengamatan banyak pihak maupun berdasarkan hasil beberapa lembaga survei punya peluang cukup besar untuk mendampingi Jokowi pada kontestasi demokrasi mendatang.

Survei Indo Barometer yang dirilis ,3 Desember 2017 yang lalu menyatakan apabila Jokowi-Gatot Nurmantyo berpasangan berhadapan dengan Prabowo -Anies Baswedan maka pasangan tersebut akan meraih angka 47,9 persen sedangkan Prabowo dan pasangannya akan meraup angka 19,4 persen.

Namun perolehan angka yang punya selisih 28,5 persen dengan perolehan angka Prabowo tersebut belum memberikan jaminan yang kuat untuk kemenangan Jokowi pada 2019 nanti.

Banyak pendapat yang menyatakan ,angka aman untuk tingkat elektabilitas seorang petahana ketika diadakan survei haruslah angka diatas 60 persen ,terlebih lagi pilpres dihitung dari sekarang akan diselenggarakan sekitar satu tahun 5 bulan lagi, karena menurut rencana pemilu serentak akan dilaksanakan pada April 2019.

Selain berpasangan dengan Gatot Nurmantyo,Indo Barometer juga menyebut apabila Jokowi berpasangan dengan Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) ,maka pasangan ini akan meraup angka 48,6 persen.Angka ini juga belumlah memberi posisi aman untuk Jokowi.

Dengan posisi yang belum aman demikian maka siapakah yang diperkirakan akan dipilih Jokowi sebagai pasangannya?.

Sebenarnya kalau merujuk kepada hasil survei Indo Barometer maka yang paling tepat mendampingi Jokowi masihlah Gatot Nurmantyo.
Ada beberapa nilai plus yang dimiliki oleh jenderal kelahiran Tegal ini.

Pertama ,ia adalah sosok yang populer hampir semua warga negeri ini mengenal namanya.

Kedua,diperkirakan ia mempunyai fans yang lebih terorganisir

Ketiga ,sebahagian ummat Islam senang kepadanya

Keempat,dekat dengan para ulama

Kelima,punya hubungan baik dengan sebahagian kampus perguruan tinggi.

Tetapi perlu juga diingat  tamatan Akmil tahun 1982  ini juga punya nilai negatif di sementara kalangan .
Seperti yang kita saksikan ,beberapa waktu yang lalu beberapa kebijakan dan pernyataannya justru mendapat komentar yang cukup keras dari politisi PDIP seperti yang pernah dikemukakan Eva Sundari dan Charles Honoris.

Kuat dugaan para politisi partai yang didirikan Megawati itu kurang nyaman dengan Gatot Nurmantyo.
Kemungkinan besar partai pengusung utama Jokowi pada pilpres 2014 yang lalu itu tidak akan merestui kalau Jokowi berpasangan dengan Gatot pada pilpres nanti.

Kemudian sekarang ini juga muncul berbagai komentar yang isinya kurang setuju dengan kebijakan Gatot yang melakukan mutasi terhadap 85 orang perwira tinggi dan perwira menengah TNI .

Penandatanganan Surat Keputusan tersebut dilaksanakan pada 4 Desember ,sedangkan pada hari yang sama ,Presiden sudah mengirim surat kepada DPR RI tentang pengajuan nama Marsekal Hadi Tjahjanto,Kepala Staf Angkatan Udara sebagai calon Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo.

DPR dengan cepat merespons surat Presiden tersebut dan pada Rabu ,6 Desember 2017 ,Komisi I DPR RI telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan kepada Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kemudian hari ini,Kamis ,7 Desember 2017 ,sidang Paripurna DPR RI telah mengesahkan pencalonan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI.
Selanjutnya Harian Kompas,Kamis ,7 Desember 2017 mewartakan kemungkinan Presiden Joko Widodo akan melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI pada Jum'at,8 Desember 2017 di Istana Bogor.

Menurut pendapat saya pribadi, dengan langkah langkah istana yang demikian maka semakin tipis kemungkinan Jokowi akan berpasangan dengan Gatot Nurmantyo pada pilpres nanti.

Andainya akan berpasangan dengan jenderal kelahiran Tegal tersebut maka Jokowi masih bisa memberi kesempatan kepada Gatot Nurmantyo untuk tetap pada jabatannya sekitar dua setengah bulan ke depan ,mengingat Gatot Nurmantyo baru akan pensiun pada Maret tahun depan.
Inilah dugaan dugaan yang ada di pikiran penulis yang tentunya belum tentu sepenuhnya akan terjadi.

Salam Persatuan!