Mohon tunggu...
Marahalim Siagian
Marahalim Siagian Mohon Tunggu... Konsultan - Konsultan-sosial and forest protection specialist

Homo Sapiens

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pinogu

16 September 2021   12:30 Diperbarui: 16 September 2021   12:32 191
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (Foto: Marahalim Siagian)

Pasti kau telah menarik selimut, saat embun malam menitipkan bulir air pada pucuk-pucuk pohon 

Lalu bayu menghembusnya jatuh untuk diresapi tanah yang sedang dahaga.

Ruang dan waktu di mana seharusnya Aku berada saat ini adalah bersamamu lagi di Pinogu

Di sini, suara dan getar gawai datang bertubi-tubi

Sebagian isinya tidak penting sementara lainnya hanya berisi perintah

 

Sinyal telekomunikasi tak bisa mengejarku ke Pinogu

Buido Dulumayo akan menghadangnya

Jika pun lolos masih ada Buido Tinongbolibuti

Di Pinogu, luka-luka buah dari pertarungan hidup yang keras akan disembuhkan oleh waktu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun