Mohon tunggu...
Marahalim Siagian
Marahalim Siagian Mohon Tunggu... Konsultan-sosial and forest protection specialist

Homo Sapiens

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Banjir ini karena Hujan Semalam

27 September 2020   20:40 Diperbarui: 30 September 2020   21:46 96 17 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Banjir ini karena Hujan Semalam
Dua pompa air dioperasikan untuk memompa air yang menggenangi rumah penduduk di Teratai, Kota Marisa (Gambar: Marahalim Siagian)

Kebijakan rotasi pejabat daerah di sisi lain membut tidak terjadi akumulasi pengetahuan. Hal ini membuat seorang pejabat daerah setingkat kepala dinas  sangat jarang yang bisa menjadi seorang spesialis. Sarjana komputer di awal karirnya bisa berujung menjadi kepala urusan pengelolaan hutan. 

Dua pekan terakhir sejumlah pemukiman di Kota Marisa terendam banjir.  Hujan turun dengan intensitas sedang hingga kuat (hujan deras). Turunnya hujan tidak setiap hari. Namun, cukup untuk merendam rumah penduduk dan membuat jalan ditutup.

Macet? Tidak. Jalan itu ditutup warga karena selang besar melintang jalan. Penduduk khawatir selang dilindas oleh kendaraan roda empat dan pemotor yang bisa membuat selang rusak. Selang itu dipakai penduduk untuk mengeluarkan air yang merendam rumah mereka menggunakan mesin diesel. Mesin diesel mengisap genangan air lalu memompkannya ke luar dari area yang tergenang yang lokasinya di seberang jalan.

Salah satu ruas jalan yang ditutup karena selang ini ada di Desa Teratai. Ruas jalan ini menghubungkan Desa Terati dengan Desa Botubilotahu-melewati rumah sakit umum daerah (RSUD) Panua. Penutupan jalan itu membuat pengendara mengalihkan rute kendaraanya selama dua hari.

Selang panjang untuk membuang genangan air karena tidak ada drainase untuk membuang air permukaan yang melimpah di musim hujan (Gambar: Marahalim Siagian)
Selang panjang untuk membuang genangan air karena tidak ada drainase untuk membuang air permukaan yang melimpah di musim hujan (Gambar: Marahalim Siagian)
Alwin Sulaiman (33) salah seorang penduduk yang ikut mengalami banjir mengatakan, mereka terpaksa memompa air ke luar karena tidak ada drainase. Di kompleks rumah Pak Alwin, Dusun Moduito, ada 20 unit rumah yang terendam banjir.  Menurut Alwin Sulaiman, jumlah rumah penduduk yang terendam banjir  di Desa Teratai sebanyak 249 unit.

Saat saya tannya: Bagaimana ti pak tahu persis jumlahnya segitu? Pak Alwin jawab:  "kami sudah data rumah-rumah yang kena banjir". Pak Alwin ternyata perangkat desa, jabatannya sekretaris desa di Desa Teratai.

Nilai kerugian materian belum dapat dihitung. Banjir yang terparah adalah setinggi 1 meter dan tidak ada laporan korban jiwa.

Masih di wilayah pusat Kota Marisa, daerah lain terendam cukup parah adalah kompleks gedung olah raga (GOR) Pohuwato. Selain menggenangi lapangan olah raga, air juga masuk ke rumah penduduk, sehingga ada beberapa penduduk mengosongkan rumahnya.

Rumah penduduk yang dikosongkan karena banjir di wilayah gedung olah raga (GOR) Pohuwato (Gambar: Marahalim Siagian)
Rumah penduduk yang dikosongkan karena banjir di wilayah gedung olah raga (GOR) Pohuwato (Gambar: Marahalim Siagian)
Banjir juga sempat merendam kompleks pasar tradisional Kota Marisa serta sejumlah rumah yang berada di sepanjang ruas jalan Buntulia hingga SPBU Buntulia. Banjir di daerah ini, seperti halnya di kompleks pasar tradisional Kota Marisa dapat surat dalam waktu beberapa jam.

Daerah yang aman banjir dari hasil pengamatan di lapangan antara lain Blok Plan yakni kompleks perkantoran Pemda Pohuwato.

Lapangan dan gedung olah raga Pohuwato tergenang banjir (Gambat: Marahalim Siagian)
Lapangan dan gedung olah raga Pohuwato tergenang banjir (Gambat: Marahalim Siagian)
 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN