Mohon tunggu...
Marahalim Siagian
Marahalim Siagian Mohon Tunggu... Konsultan-sosial and forest protection specialist

Homo Sapiens

Selanjutnya

Tutup

Karir Artikel Utama

Batal Jadi Astronot karena Takut Alien, Malah Ingin Jadi Penulis Komik

26 September 2020   17:27 Diperbarui: 28 September 2020   04:13 253 38 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Batal Jadi Astronot karena Takut Alien, Malah Ingin Jadi Penulis Komik
Saat Via membuat cerita bergambar ini, cita-citanya dokter hewan (Gambar: Marahalim Siagian)

Sudah empat kali ananda Via gonta-ganti cita-cita. Pertama, mau jadi astronot. Kemudian mau jadi dokter hewan. Berubah lagi jadi dokter, mentoknya malah ingin jadi penulis komik. Duh Gusti, moga masih bisa digoyang. 

Gama Via Byzantia (12) putri bungsu kami, saat usianya 2,5 tahun, di suatu sore, Via menghampiri saya. Ia minta naik ke pangkuan. Saya sedang duduk di meja kerja dengan laptop kala itu.

Sambil memeluk tubuhnya dengan tangan kiri, saya mendengarnya bicara. Tangan kanan menggerak-gerakan tetikus, mengotak-atik data exel  yang belum selesai.  

Tidak ada dinding yang aman di rumah dari coretan Via balita (Gambar: Marahalim Siagian)
Tidak ada dinding yang aman di rumah dari coretan Via balita (Gambar: Marahalim Siagian)
Via: 'pa, pa..., Via mau jadi astronot". Saya berhenti kerja, hati saya melonjak gembira. "Bagus nak", saya cium pipinya.

Saya tidak sempat menanyakan mengapa Via mau jadi astronot. Via turun dari pangkuan. Main  ke sana ke mari di sekitar rumah. Bosan nonton film kartun, main sepeda di teras belakang dengan kakaknya, Neuree.

Via dan Neuree di teras belakang rumah (Gambar: Marahalim Siagian)
Via dan Neuree di teras belakang rumah (Gambar: Marahalim Siagian)
Walau bercita-cita jadi astronot, Via tidak minta dibelikan baju atau aksesoris yang dekat dengan profesi astronot. Via malah hobinya menggambar. Gambar pertamanya malah, hantu.

Saya tidak ingat persis, kapan Via mengutarakan niat ganti cita-cita. Namun masih ingat, kala itu Via bilang, kalau dia jadi astronot nanti akan pergi ke ruang angkasa, disana ada alien. Via takut bertemu dengan alien. Saya dan ibunya saling tatap, berusaha menahan tawa.

Empat tahun pertama Via, tumbuh dan besar di Palu (Sulteng) dan Pasangkayu (Sulbar). Saat kami pindah ke Jambi tahun 2012, Via suatu kali datang ke ruang kerja saya, dekat dapur. 

Saya sedang duduk di meja bundar berbahan kaca sambil menghabiskan minuman kopi kesukaan saya. Ada empat kursi mengitari meja bulat kaca itu. Via duduk di salah satu kursi yang masih kosong. Dengan nada yang sungguh-sungguh, Via mengutarakan niatnya ingin menjadi dokter hewan. Kucing!

Kucing yang dipelihara Via saat pertama kali beranak (Gambar: Marahalim Siagian)
Kucing yang dipelihara Via saat pertama kali beranak (Gambar: Marahalim Siagian)
Setelah saya selidiki, rupanya kucinglah yang mebuat Via ingin menjadi dokter hewan. Beberapa hari sebelumnya, dia melihat kucing yang tidak terurus. Tubuh kucing itu ada luka bekas tersiram air panas. Via minta untuk memeliharanya. Bukan satu, malah dua ekor.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x