Mohon tunggu...
Marahalim Siagian
Marahalim Siagian Mohon Tunggu... Konsultan-sosial and forest protection specialist

Homo Sapiens

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

"World Cleanup Day" di Kota Marisa, Menghadap ke Laut

19 September 2020   12:18 Diperbarui: 4 Oktober 2020   03:58 131 20 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"World Cleanup Day" di Kota Marisa, Menghadap ke Laut
World Cleanup Day di pesisir Teluk Tomini Kota Marisa (Dokpri)

WCD (World Cleanup Day) atau hari bersih-bersih bumi dilakukan serentak di seluruh dunia pada bulan September 2020. Tahun ini WCD di Indonesia dilakukan lebih panjang yakni tanggal 13-19 September 2020. Puncak perayaan WCD di Indonesia jatuh pada tanggal 19 September 2020.

Berhubung masih pandemi Covid-19, kegiatan WCD tahun 2020 di Indonesia dilakukan dengan dua cara. Pertama, dengan melakukan pemilhan sampah di rumah. Kedua, aksi bersama membersihkan lingkungan dari polusi sampah di tempat masing-masing.

WCD di Kota Marisa

Puncak World Cleanup Day di Kota Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo dilakukan pada tanggal 19 September 2020 di sepanjang garis pantai 1.600 meter Teluk Tomini. Kegiatan ini dikoordinir oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pohuwato bekerja sama dengan Burung Indonesia (Birdlife Indonesia).

Aksi bersih sampah di pesisir laut Teluk Tomini mulai dilakukan pukul 6 pagi dan berakhir pukul 9 pagi waktu Indonesia bagian tengah. Kegiatan ini melibatkan tidak kurang dari 125 orang yang didukung dengan kendaraan roda 3 untuk mengangkut sampah yang dikumpulkan guna selanjutnya dibawa ke fasilitas pemrosesan sampah.

Partisipan WCD sedang memungut sampah di pesisir Teluk Tomini Kota Marisa (Dokpri)
Partisipan WCD sedang memungut sampah di pesisir Teluk Tomini Kota Marisa (Dokpri)
Dari 125 orang partisan yang terlibat, sebagian besar adalah para ujung tombok kebersihan kota yakni; para pengiat bank sampah, penyapu jalan, pengelola unit pengolahan sampah, dan supir angkutan sampah. Burung Indonesia membantu logistik peserta serta membantu mendokumentasikan kegiatan baik ini.

Ibu Citra Saidi (40), staf Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pohuwato yang menjadi penyelia lapangan mengatakan: "125 orang peserta yang terlibat tadi kita bagi ke dalam dua kelompok. Satu kelompok menyisir ke perumahan nelayan, satu kelompok lagi ke arah Marina Beach".

Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 300 kilo sampah plastik, puluhan kilo sampah kantong plastik, serta puluhan kilo kaleng bekas yang ditemukan berserakan di sepanjang pantai Teluk Tomini, pesisir Kota Marisa.

Pak Burhan (45), Kasie Penanganan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Pohuwato menilai kegiatan WCD di Kota Marisa bermanfaat karena bukan hanya sekedar seremonialnya. Namun, kegiatan ini menyasar lokasi yang memng terpolusi sampah dari  aktivitas nelayan dan pelelangan ikan. Ada ratusan kapal nelayan yang beroperasi di area ini setiap hari.

Kegiatan WCD di wilayah nelayan pesisir Teluk Tomini Kota Marisa (Dokpri)
Kegiatan WCD di wilayah nelayan pesisir Teluk Tomini Kota Marisa (Dokpri)

Mengapa menghadap ke laut?

WCD menghadap ke laut dimaksudkan untuk mengurangi polusi sampah di pesisir dan laut Teluk Tomini yang tercemar. Laut sebagai ekosistem, bukan hanya sebagai tempat mencari ikan dan biota laut lainnya. Namun, karena masih kurangnya kesadaran masyarakat kita tentang dampak buruk sampah yang terus meningkat, laut menjadi bak tempat sampah raksasa. Tempat berlabuhnya semua sampah yang dihasilkan manusia yakni: sampah rumah tangga yang tinggal dipesisir pantai, aktivitas nelayan, rumah makan dan restoran, hotel dan penginapan, serta kegiatan periwisata yang berkembang di pesisir Teluk Tomini. 

Pembersihan sampah dari pesisir Teluk Tomini ini diharapkan dapat menjaga kelangsungan hidup ikan, penyu, serta biota laut lainnya. Eliminasi polusi sampah diharapkan menghindarkan burung-burung pantai dari kematian karena menelan mikro plastik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN