Mohon tunggu...
Marahalim Siagian
Marahalim Siagian Mohon Tunggu... Konsultan-sosial and forest protection specialist

Homo Sapiens

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Dari Zona Merah ke Zona Merah, Rumitnya Melakukan Perjalanan pada Masa Pandemi

3 September 2020   02:05 Diperbarui: 24 September 2020   09:51 587 27 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dari Zona Merah ke Zona Merah, Rumitnya Melakukan Perjalanan pada Masa Pandemi
Bandara Djalaludin Gorontalo (Gambar: Marahalim Siagian)

Hal yang saya sadari belakangan ini adalah diskoneksi antara Pulau Jawa yang menjadi pusat perekonomian nasional dengan daerah di luar pulau Jawa yang menjadi supply chain industri-industri yang berpusat di Pulau Jawa, saat masa puncak pandemi Covid-19.

Buah kemiri dari Mbeliling, Flores, Nusa Tenggara Timur misalnya, harus dipasarkan ke Surabaya agar mendapatkan harga yang bagus.  

Jagung yang merupakan bahan dasar pakan ternak harus dikirm ke Pulau Jawa guna memenuhi bahan baku industri pakan ternak. Padahal, bahan bakunya melimpah di daerah, industrinya justru ada di Pulau Jawa.

Dari 10 ekonomi terbesar di Indonesia, dirilis BPS tahun 2017 (Ini 10 Derah dengan Ekonomi Terbesar di RI )  delapan diantaranya berada di Pulau Jawa.

Bahkan, ekonomi di DKI Jakarta sebesar 1/5 dari ekonomi Indonesia. Ketimpangan ekonomi antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa bukan retorika politik, memang nyata.

**

Perjalanan saya kali ini dari Kota Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo ke Jawa Timur (Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto)---pada masa Pandemi Covid-19, bukan untuk mengawal peti kemas yang sedang membawa kemiri atau jagung ke Pulau Jawa. 

Namun, dalam rangka mendaftarkan usaha sebagai supplier raw material (bahan baku) untuk industri daur ulang kertas dan plastik, khususnya plastik jenis PET (polyethylene terephthalate).  

Sekali lagi, industri jenis ini tidak ada satu pun di Pulau Sulawesi. Sebaliknya, industri daur ulang kertas dan plastik bertabur di Pulau Jawa. Orang dari Sumatera membawa raw material industri daur ulang (kertas, plastik, besi, aluminium, tembaga, dll) ke Tangerang dan Bekasi. 

Kami dari Gorontalo bahkan semua kota-kota di Sulawesi, harus mengirimnya ke Jawa Timur (Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, dll), ini yang paling dekat, berarti juga paling ekonomis dari sisi biaya transportasinya.

Pandemi Covid-19 di Gorontalo

Kasus pertama pasien positif corona di Gorontalo diumumkan pada 9 April 2020. Pasien positif Covid-19 ini adalah jamaah tabligh yang terpapar saat berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN