Mohon tunggu...
Marahalim Siagian
Marahalim Siagian Mohon Tunggu... Konsultan-sosial and forest protection specialist

Homo Sapiens

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sendal dan Elpiji Melon

22 Juli 2020   21:40 Diperbarui: 23 Juli 2020   19:56 137 14 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sendal dan Elpiji Melon
Antrian ibu-ibu disebuah toko kelontong demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, mereka menaruh sendalnya diatas tabung kosong gas melon sambil menunggu datangnya pasokan gas (Gambar Marahalim Siagian)

Gas elpiji melon (subsidi) belum tentu datang (pasokannya) hari ini, namun puluhan ibu-ibu ini telah antri menunggu datangnya tabung gas. Setiap orang menandai tabung gasnya dengan satu sendal yang mereka kenakan. Ibu-ibu ini sungguh militan, saya yakin mereka tidak akan pulang sebelum membawa tabung gas yang terisi. Mau pulang dengan sendal sebelah dan tidak bawa gas? Tetap saja ngak bisa memasak.

Kalau ini masalah pasokan yang kurang lancar, semoga pihak terkait memperhatikan ini. Namun, jika ini karena ulah pedangang spekulan yang menahan-nahan dan menimbun gas: F**k You! Moga anda tidak digebuki orang se-kampung.

**

Videonya klik disini: https://youtu.be/pMbNYvC5oCk

Rabu, 23 Juli 2020, keriuhan menjelang sore terjadi di sebuah toko kelontong di Desa Teratai Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato Gorontalo. Sekelompok ibu-ibu sedang berebut mendaptakan barisan guna mendapat gas elpiji. Ibu-ibu itu berusaha meapat baris pertama agar mendapat kesempatan pertama. 

Kerumunan itu sendiri tidak kurang dari 30 orang, saya menoleh ke belakang masih ada orang yang datang menyusul dengan menenteng gas elpiji kosong.

Dalam bahas lokal, seorang ibu mencoba menertibkan dengan mengatakan:

"jangan pakai lima, bo ampat baris dia, ampat baris" 

(bukan lima baris, tapi empat baris, empat baris saja)

Gambar Marahalim Siagian
Gambar Marahalim Siagian
Pemilik tabung gas diantrian kelima seketika berusaha memindahkan tabung gasnya ke depan, mendesak barisan keempat, sehingga tabung-tabung gas kosong itu terantuk ke kiri dan ke kanan karena beberapa ibu-ibu memindahkannya hampir serempak. Suaranya bercampur dengan keriuhan suara ibu-ibu yang berharap mendapat pasokan gas sore ini. 

Terus terang, hati saya sedikit gundah melihat begitu kuatnya tekad ibu-ibu itu demi mendapatkan tiga kilogram gas. Terutama saat melihat sendal mereka ditaruh diatas tabung gas sebagai penanda siapa pemiliknya.

Ibu-ibu yang sudah mendapat antrian sudah mulai duduk di emperan toko kelontong itu, namun diraut wajah mereka terlihat jelas ada kecemasan, apakah jadi hari ini truk pengangkut gas melon datang?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN