Mohon tunggu...
Marahalim Siagian
Marahalim Siagian Mohon Tunggu... Homo Sapiens

KONSULTAN [Saya menulis agar tidak 'punah']

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Mengenal Aktivitas di Botumoito, Desa Aren dari Gorontalo

1 Desember 2019   23:50 Diperbarui: 2 Desember 2019   19:24 0 14 5 Mohon Tunggu...
Mengenal Aktivitas di Botumoito, Desa Aren dari Gorontalo
Dokpri

Pencanangan desa aren merupakan cara jangka panjang Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Unit V Boalemo untuk mengubah tutupan hutan yang terbuka di satu sisi serta meningkatkan pendapatan masyarakat di sisi yang lain. Pintu masuknya melalui pemanfaatan pohon aren. Desa Botumoito kemudian dicanangkan sebagai desa aren. Idenya adalah "membawa hutan ke lahan pertanian melalui wanatani berbasis pohon aren".

Di Desa Botumoito Kecamatan Botumoito Kabupaten Boalemo Propinsi Gorontalo,  terdapat 472 hektar kawasan hutan yang telah terlanjur dibuka oleh masyarakat untuk lahan pertanian. Melalui skema hutan kemasyarakatan (HkM), kawasan hutan tersebut kemudian diusulkan agar tetap dapat dikelola oleh masyarakat melalui skema perhutanan sosial-ijin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan atau IUP-HkM.

Hak kelola ini diberikan kepada anggota masyarakat yang membentuk kelompok tani hutan (KTH) Damai. Hak kelola hutan berlaku selama 35 tahun namun dapat diperpanjang jika pengelolaanya dilakukan dengan baik.

Kelimpahan Pohon Aren di Botumoito

Dokpri
Dokpri
Estimasi jumlah pohon aren di Desa Botumoito antara 4.000-5.000 batang.  Pohon aren yang dimanfaatkan masyarakat baru sekitar 120-150 pohon. 

Pemanfaatan aren sebelum program 
Berdasarkan wawancara dengan anggota masyarakat, penduduk telah memanfaatkan pohon aren selama delapan tahun. Bentuk pemanfaatan tradisional adalah untuk tujuan konsumsi yakni gula merah dan bohito (tuak). Produk tradisional gula merah dicetak dalam tempurung kelapa dipasarkan seharga Rp 6.000 per buah atau Rp 12.000 per pasang.

Pemanfaatan aren setelah program 

Instalasi mengolah air nira menjadi alkohol (Dokpri)
Instalasi mengolah air nira menjadi alkohol (Dokpri)
Program pemberdayaan yang dilakukan diarahkan untuk meningkatkan dan menambah jenis-jenis olahan turunan dari pohon area yakni; 
  • Alkohol/Bioetanol

Me'Bongo produk alkohol turunan dari nira aren (Dokpri)
Me'Bongo produk alkohol turunan dari nira aren (Dokpri)
Ada 2 (dua) unit mesin destilasi air nira segar yang disediakan oleh KPH unit V Boalemo dengan kapasitas @100 liter per hari. Mesin destilasi ini dioperasikan untuk memproduksi alkohol atau biotenol. Dalam uji coba awal, hasil destilasi adalah alkohol 60-70 persen, namun dengan tekanan suhu yang lebih tinggi, kadar alkohol 90%.

Dengan mesin destilasi air nira ini masyarakat memiliki kesempatan untuk mendiversifikasi produknya, apakah untuk tujuan penggunaan medis (alkohol rumah sakit), untuk campuran parfum, atau bahan bakar bioetanol, hal itu tergantung pada kadar alkohol yang diminta pasar.

  • Gula semut

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN