Mohon tunggu...
Mappa Sikra
Mappa Sikra Mohon Tunggu... One Life, live it

pensiunan

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

PPP dan PDIP, ke Mana Akan Merapat?

13 Juli 2020   07:33 Diperbarui: 13 Juli 2020   07:32 133 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PPP dan PDIP, ke Mana Akan Merapat?
H Gamalis (kanan) saat liburan ke Pulau Derawan, Berau | dokpri

Baru saja DPP Partai Golkar menyerahkan SK bagi para kandidat yang akan tampil pada Pilkada serentak di bulan Desember. Termasuk pilkada di kabupaten Berau. Yang diusung, kadernya sendiri  Hj.Seri Marawiah Makmur berpasangan dengan kader Nasdem Agus Tantomo.

Dua partai yang bergabung Nasdem dan Golkar (Nasgor), sudah cukup memenuhi persyaratan bahkan dua kali lipat dari syarat mengajukan calon. Dengan jumlah 12 kursi di DPRD.  Belum lagi, akan menyusul partai lainnya yang menyatakan siap menjadi koalisi.

Yang jadi pertanyaan, dua partai lainnya yakni PPP dan PDIP akan merapat kemana ? Santer terdengar PPP yang akan mengajukan kadernya H Gamalis serta PDIP Taupan Majid, akan disandingkan dengan calon Petahana dari PKS. Siapa yang akan dipilih ?

PKS memang butuh dukungan partai, karena di DPRD hanya memiliki 4 kursi. Belum bisa mengusung sendiri. Berbekal dukungan dari Partai Gerindra, petahana sudah dalam posisi aman. Hanya perlu merevisi surat dukungan yang diberikan.  Kalau menggandeng dari partai Gerindra,  jadi pertanyaan, siapakah yang akan diajak.  Apakah sesuai denga surat dukungan itu. Atau ada kader partai Gerindra yang akan diajukan. Semisal Rusianto, kader Partai Gerindra mantan anggota DPRD Provinsi Kaltim.

Kabar lain, merapat ke PDIP.  Di partai berlambang Banteng moncong putih, sejak lama terdengar akan mengusung nama Taupan Majid. Pejabat eselon II yang masih bertugas di jajaran Dinas Perhubungan Kaltara. Nama Taupan Majid sedang ditimang-timang. Walau harus gerak cepat melakukan survei, karena selama ini nama Taupan Majid tak masuk pada survei jika berpasangan dengan Petahana.

Sebetulnya ada peluang yang sudah dipersiapkan bagi Taupan Majid, yang tidak bersinggungan dengan jabatannya selaku ASN. Ia bisa saja menjabat sebagai 'Pj' bupati ketika memasuki tahapan penetapan calon. Ia kandidat terkuat untuk jabatan itu, dengan pertimbangan ia salah satu pejabat dengan posisi eselon II di level Provinsi. Lama berkarier di Berau. Tinggal memilih, diusung PDIP dengan resiko berhenti dari jabatan, atau jabatan aman pada posisi 'Pj' Bupati Berau.

PPP dalam situasi ini jadi serba tak nyaman. Selama dua periode kepemimpinan, wakil Bupati pernah dijabat ketua PPP Ahmad Rifai bersama Makmur HAPK sebagai bupati. Mungkinkah kali ini akan meninggalkan 'sahabat' lama untuk mendampingi petahanan bila menjadi pilihan. Dan berhadapan dengan pilihan Golkar Seri Marawiah yang nota bene isteri Makmur HAPK, ketua DPRD Kaltim. Ini memang dilematis.

Sama tidak nyamannya, bila Taupan Majid akhirnya memilih maju bersama Petahana. Ia keluarga dekat dengan petinggi PPP. Juga pernah menjadi pejabat eselon II di kabupaten Berau, saat Makmur menjadi bupati. Yang sekarang hijrah ke Kaltara. Rumus politik kan tidak mengenal hal seperti itu. Jadi pilih saja dan maju saja.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x