Mama Totik
Mama Totik Wirausaha

Coffee - Books - Food - Movie - Music - Interior - Art - Special Parenting and #SayNoToMiras www.coffeloverstory.wordpress

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Comifuro X, Ajang Unjuk Sejuta Bakat Para Fans Anime Jepang

8 Maret 2018   11:45 Diperbarui: 8 Maret 2018   21:28 2635 0 0
Comifuro X, Ajang Unjuk Sejuta Bakat Para Fans Anime Jepang
Comifuro X official poster Sumber : Dokpri

Dosen-dosem anak saya lagi baik hati dengan memberi ekstra 2 hari libur Kamis Jumat, 1 dan 2 Maret 2019 untuk keperluan workshop mereka. Yes! Itu artinya libur akhir pekan yg panjaaang. Maka Jumat dini hari kami pun berangkat ke Jakarta. Salah satu agenda Reyhan aka Totik, anak saya, adalah mendatangi event Comifuro X di hari Sabtu dan Minggu (3 & 4 Maret 2018).

Apa itu Comifuro?

Dari keterangan Totik, Comifuro, yang merupakan akronim dari Comic Frontier, ternyata itu adalah event tempat bertemunya para penggemar anime Jepang yang dikemas berbentuk eksibisi atau pameran. Ada bazaar, lomba cosplay, dll.

Event serupa sering saya jumpai di kota saya, Semarang, dengan berbagai nama. Orenji misalnya, setiap tahun diselenggarakan FIB Jepang Undip. Ada juga J-Soul diselenggarakan SMA 3 Semarang. Sdh beberapa kali saya menemani Totik ke event serupa di Semarang, kota kami. Sejauh ini cukup menariklah. Jadi kali inipun saya iyakan saja usulnya.

Dan Sabtu jam 10 pagi itupun kami sudah sampai di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Diantar oleh abang Grabcar yang baik hati dan tidak sombong. Hehe.

Halaman Kartika Expo

Begitu tiba, di halaman Kartika Expo sudah ada stand-stand penjual makanan. Tak terlalu banyak. Kira-kira cuma 20-an stand. Di halaman juga tidak terlalu banyak pengunjung. Yang dijual jenis makanan anak-anak zaman sekarang seperti sosis, kentang, pizza, rice box curry, es krim, juice dll. (Hmmm....kok nggak ada yg jual bakso atau mie goreng atau nasgor ya seperti di Orenji?)

Dan mirip di Semarang, Comifuro ini kayaknya juga tidak terlalu banyak pengunjung, pikir saya. Halaman sepi.

Antre tiket juga sangat laaaancar. Cuma perlu beberapa menit saya sudah dapat tiket 2 lembar seharga Rp30.000/ lembar. Tiketnya berbentuk kertas panjang. Oleh panitia kertas itu kemudian dibuat jadi gelang di tangan. Panitia menjelaskan bahwa selama gelang itu nempel, kita boleh keluar masuk ruang pameran. Jadi kalau mau ke toilet, atau jajan di halaman, tidak berarti kita nggak bisa masuk lagi. Baiklah...cukup bijaksana.

Nah begini bentuk tiketnya Sumber : Dokpri
Nah begini bentuk tiketnya Sumber : Dokpri
Di depan hall expo, ada deretan meja panitia menjual goodie bag, roti, dan minuman.
Goodie Bag & Poster resmi Comifuro Sumber : Dokpri
Goodie Bag & Poster resmi Comifuro Sumber : Dokpri
Nah foto di atas adalah penampakan goodies bag-nya. Satu tas kertas Comifuro X Official dan satu lembar poster Comifuro Official seharga Rp35.000. Gambarnya apik.

Ada juga tempat nitip tas, bayar Rp10.000/pengunjung. Yang nitip rata-rata adalah mereka yang dandan cosplay. Karena nggak mungkin bawa tas isi kosmetik dan baju-baju ke dalam...berat kan. Saya dan Totik nggak nitip, karena cuma bawa tas ringan.

Di sana sini beberapa panitia acara yg rata-rata remaja chubby berusia belasan tahun berpostur subur, dengan sigap mempersilakan pengunjung masuk ke hall pameran. Begitu mendekati pintu hall, udara dingin AC langsung menyergap. Lumayan...artinya kami kami nggak bakal kepanasan.

Daaaan..... pengunjungnyaaa.....

Astaganaga! Hall Kartika Expo berukuran besar yang di luar sepi itu, ternyata di dalam...woooow...ruameeee bangeeeet dengan pengunjung. Saya sempat shock melihatnya. Mungkin ada kali seribu pengunjung dan seratusan stand ada di dalam. Banyaaak sekali! Saya serasa ada di stadion sepak bola.

Hall yang luas penuh dengan stand dan pengunjung Sumber : dokpri
Hall yang luas penuh dengan stand dan pengunjung Sumber : dokpri
Jumlah stand dan pengunjung sama banyak Sumber : Dokpri
Jumlah stand dan pengunjung sama banyak Sumber : Dokpri
Pemilik stand dan pengunjung semuanya remaja Sumber : Dokpri
Pemilik stand dan pengunjung semuanya remaja Sumber : Dokpri
Kerumunan raksasa dilihat dari lantai 2 Sumber : Dokpri
Kerumunan raksasa dilihat dari lantai 2 Sumber : Dokpri
Panggung utama Sumber : Dokpri
Panggung utama Sumber : Dokpri
Yg capek gelosoran di sembarang tempat jua nggak masalah Sumber : Dokpri
Yg capek gelosoran di sembarang tempat jua nggak masalah Sumber : Dokpri
Lantai 2 untuk kumpul komunitas pun penuh Sumber : Dokpri
Lantai 2 untuk kumpul komunitas pun penuh Sumber : Dokpri
Anak saya langsung berpamitan untuk keliling pameran. Tentu saja setelah "merampok" sebagian isi dompet saya untuk belanja. Totik pun meninggalkan saya..... yang masih terkaget-kaget. Kiri kanan depan belakang berseliweran pengunjung yang rata-rata remaja. Hadeeh...cuma saya sepertinya pengunjung emak-emak. Bagaimana ini. Aneh rasanya jika saya juga ikut jalan-jalan keliling.

Panggung bebas unjuk bakat

Duet penyanyi Sumber : Dokpri
Duet penyanyi Sumber : Dokpri
Akhirnya karena saya nggak mungkin tsiiiing....menghilang di udara, maka dengan modal tebal muka saya menuju ke deretan kursi di depan panggung utama. Duduklah saya di situ, berbaur dengan para penonton yang seusia anak saya. Aman deh.

Di panggung sudah tampak 2 remaja laki-laki usia anak SMP sedang menyanyikan lagu J-Pop (Japan Pop). Lagunya menghentak dengan beat ala EDM dan berirama cepat. Qiqiqi...biar emak-emak, saya masih ngikutilah kalau soal tren lagu. Di rumah saya biasa masak diiringi Marshmello qiqiqi...bikin rasa masakan lebih enak lho. Coba saja deh kalau nggak percaya.

Balik ke penyanyi, mereka dg fasih menyanyikan lagu itu lengkap dengan gayanya yg kocak. Sesekali mereka mantengin layar HP untuk membaca lirik lagu. Tapi secara keseluruhan mereka hafal sekali. Dasar ya anak sekarang...kalau pelajaran saja sulit hafal, giliran lagu berbahasa Jepun yang njlimet bisa luar kepala.

Suara mereka pas-pasan. Penampilan juga aduh...cupu banget.

Nah tapi....saya terkesima dengan reaksi para penonton. Mereka seperti nggak peduli dengan penampilan atau kualitas suara penampil, bahkan ikut jingkrak-jingkrak nyanyi bersama mereka. Bukan cuma yang di depan panggung, yg sedang nonton pameranpun sesekali ikut berteriak nyanyi. Jadinya terdengar seperti ada koor di sana sini.

Peserta berikutnya remaja perempuan dengan suara dan penampilan yang tidak lebih baik dari sebelumnya. Tapi....lagi....penonton ikut joget joget, dan memberi applause yang super meriah.

Dari situ akhirnya saya sadar. Panggung ini bukan sekedar ajang kontes ala idol, yang kalau nyanyi fals dikit saja juri bisa kritik panjang kali lebar kali tinggi (padahal suara juri kadang lebih parah dari peserta). Tapi panggung ini adalah panggung komunitas. Tempat mereka yg punya kesamaan minat menyalurkan diri. Siapa saja boleh. Mau nyanyi sebagus apa sejelek apa tidak ada yang peduli. Applaus meriah tetap antusias diberikan. Singkatnya, di sini mereka bahagia bersama.

Review karya di panggung
Di panggung sesekali MC mengumumkan, "Kalian yang ingin hasil karyanya direview silakan daftar". Oh baru saya tahu, ternyata panggung itu bukan cuma untuk nyanyi. Tapi juga untuk pamer hasil karya. Apa saja?

Pembuat Game

Saya makin kagum waktu tahu bahwa anak-anak muda ini ada yg presentasi game karya mereka sendiri. Salah satunya game board, sejenis game kartu, dengan nama Character Cross. Game itu dikembangkan dan didistribusikan oleh DoujinDalamBotol. Qiqiqi....saya ketawa baca namanya. Nama yang lucu ini sepertinya menggambarkan pembuatnya, 2 remaja laki-laki, gendut berkacamata dan selalu tertawa gembira. Dari penampilan mereka, saya taksir usianya masih seputar 20-an tahun.

Uji coba game Character Cross langsung di panggung Sumber : Dokpri
Uji coba game Character Cross langsung di panggung Sumber : Dokpri
Nah ini dia Character Cross game set Sumber : Dokpri
Nah ini dia Character Cross game set Sumber : Dokpri
Nggak gampang lho bikin game ini. Karena harus memulai dari penciptaan karakter-karakter nya, kekurangan dan kelebihan karakter, alur cerita, aturan main hingga produksi ditangani langsung. Satu set dijual seharga Rp125.000 dan bisa pula dibeli di Tokopedia. Peminatnya? Yaelah....laris manis bak kacang goreng. Nggak kebayang deh betapa besar pemasukan "jin botol" ini. Bukan main.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4