Mohon tunggu...
Maman A Rahman
Maman A Rahman Mohon Tunggu... Pengembara

Pemulung kata-kata terlantar.

Selanjutnya

Tutup

Media

Peluncuran Satelit T3S, Bukti Keseriusan Indonesia Garap Ekonomi Kreatif Digital?

13 Februari 2017   15:13 Diperbarui: 13 Februari 2017   15:19 0 1 0 Mohon Tunggu...

Pada suatu kesempatan, saya berkunjung ke rumah saudara di daerah Depok, Jawa Barat.Lokasinya tidak jauh dari perbatasan Jakarta Timur dengan Depok. Saudara sayaini berjualan kebutuhan sehari-hari seperti sabun,odol,  sampo, minyak dlsb di rumahnya yang sederhana. Selain berjualan kebutuhan sehari-hari, iajuga berjualan pulsa elektrik. “Biasanya kalau ada yang beli pulsa saya kirim manualdengan mencatat nomornya”. Ia juga menjelaskan kalau mau mengisi pulsa lagi iapergi ke pasar atau meminta menantunya untuk membelikan.  

Waktu saya memberi tahu ada aplikasi untuk jualan pulsa yang lebih memudahkan dalam berjualan ia sangat antusias dan tampak seneng sekali. Apalagi ketika ia tahu harga pulsa di aplikasi tersebut lebih murah dari harga yang selama ini ia dapatkan dari agennya.  Ia pun meminta saya untuk mengajarinya.          

Pada kesempatan yang lain, ponakan telepon saya “hallo mang, ajarin aku bisnis dong yang gak pake modal besar. Soalnya lagi gak punya uang nih” pintanya. Saya bilang kepadanya ada aplikasi toko online yang gratis. Bisa jualan tanpa modal besar, bisa  dengan sistem dropship”.  Ia pun terlihat senang sekali dan akhirnya belajar cara berjualan online. Untuk tahap awal, ia beli barang di toko online terus ia jual lagi ke teman-temannya.     

Semua aplikasi bisnis tersebut menggunakan koneksi internet. Saya bisa membayangkan bagaimana dampaknya jika akses internet dapat dinikmati oleh semua masyarakat Indonesia. Pastinya ekonomi pun akan berputar dengan cepat sejalan dengan mudahnya orang melakukan transaksi bisnis dengan menggunakan jaringan internet.  

Harapan tersebut akan segera terwujud. Bahkan,  Pemerintah Jokowi menargetkan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara pada 2020. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah melakukan langkah-langkah strategis diantaranya adalah  meluncurkan Paket Kebijakan ke-14 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Roadmap e-commerce) pada 10 November lalu.

Ada delapan aspek Road Map E-commerceyang akan menjadi perhatian pemerintah. (1). Perlindungan Konsumen, (2)Pendanaan, (3) Perpajakan, (4) Pendidikan & SDM, (5) infrastruktur komunikasi melalui jaringan broadband, (6) Logistik, dan (7) Keamanan Siber; serta (8) Pembentukan manajemen pelaksana untuk memantau dan mengevaluasi implementasi peta jalan ecommerce RI.

Selain langkah di atas, pemerintah juga berencana menciptakan 1000technopreneurs pada tahun 2020.  Untuk mewujudkan rencana terebut, pemerintah bekerjasama dengan Google untuk  melatih 100.000 programer atau pengembang aplikasi model startup seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dlsb.

Startup bisnis merupakan salah satu dari jenis ekonomi kreatif berbasis internet yang saat ini sedang menunjukkan perkembangannya yang positif. Menurut Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf ada  ke-16 subsektor ekonomi kreatif yakni aplikasi dan pengembangan game, arsitektur dan desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, film, animasi video, fotografi, kriya (kerajinan tangan), kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni‎ rupa, televisi dan radio.

Dalam konteks seperti itu, peluncuran satelit Telkom 3S menjadi sangat penting dan urgen. Tidak hanya utuk menunjang target pemerintah di atas, lebih jauh lagi adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk berpartisipasi meningkatkan ekonominya di era digital ini.

  15 Februari 2017 menjadi hari yang sangat ditunggu sekaligus mendebarkan bagi Bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, hari itu akan diluncurkan Satelit Telkom 3S, sebuah satelit komunikasi geostasioner milik Telkom Indonesia.

Menurut portal Telkom, satelit Telkom 3S diperkirakan akan diluncurkan pada pukul 04.39 WIB menggunakan roket Ariane 5 ECA VA235 milik perusahaan peluncur satelit Arianespace Europe. Peluncuran dilaksanakan di Guiana Space Center, Kourou, Guyana Perancis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x