Mohon tunggu...
Malik Fajar
Malik Fajar Mohon Tunggu... Mahasiswa - Lagi suka menulis

Hi, saya malik Saya adalah seorang blogger dan saya suka sekali menulis hal-hal random di internet seperti cerita pendek, puisi, dan informasi yang saya suka. Biasanya tulisan terkait hal-hal tentang travel, alam, film, buku, sekali-kali membahas perpolitikan. Mungkin tulisan saya tidak sebagus dan serapi penulis-penulis lain yang sudah menggeluti dunia penulisan sejak lama. Namun saya jamin kalian akan mendapatkan "sesuatu' di dalam tulisan saya.

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

140 Tahun Menghilang, Burung ini Muncul Kembali

29 November 2022   13:44 Diperbarui: 29 November 2022   13:49 544
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Black-naped Pheasant-Pigeon | American Bird Conservancy

Ekspedisi yang dilakukan oleh America Bird Conservacy dan The Search For Lost Bird  di wilayah Papua New Guinea menemukan sesuatu yang di luar perkiraan. 

Pasalnya ekspedisi yang dilakukan selama beberapa bulan ini menemukan kembali spesies burung yang telah lama diperkirakan punah

Burung yang ditemukan adalah burung Black-naped pheasant pigeon atau burung auwo. Burung yang memiliki ciri fisik 2 kali lebih besar dari burung merpati pada umumnya, dengan badan berwarna coklak kekuningan dan warna hitam di bagian kepala, serta ekor berbentuk seperti kipas.

Burung ini ditemukan di Pulau Fergusson kepulauan d'entrecasteaux bagian timur Papua New Guimea.

Burung yang pertama kali ditemukan pada tahun 1882 ini, kembali tertangkap kamera oleh tim ekspedisi setelah 140 tahun menghilang.

Ditemukan dua hari sebelum kepulangan

Ekspedisi ini dimulai pada awal bulan Sepetember tahun 2022. Sepanjang bulan mereka berusaha menemukan tanda-tanda keberadaan burung auwo ini. Mereka memasang perangkap kemera sebanyak 12 kamera di  seluruh bagian pulau.

Dalam ekspedisi ini mereka dibantu warga setempat ketika meletakan perangkap kamera. Banyaknya daerah yang terjal dan berbatu membuat para peneliti kesulitan meletakan perangkap kamera.

Dua hari sebelum kepulangan dari pulang Fergusson, mereka mengambil kamera yang  dipasang dan menemukan hasil yang menakjubkan.

"Ketika kami mengambil perangkap kamera, saya pikir peluang untuk mendapatkan foto burung auwo kurang dari 1 persen." Kata Jordan Boersma salah seorang tim ekspedisi.

"Kemudian saya cek foto tersebut dan saya pun terkejut melihat foto burung auwo yang sedang melintas." Katanya menambahkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun