M. Ali Amiruddin
M. Ali Amiruddin PNS

Ingin tetap menulis seperti bayi yang belajar merangkak kemudian berlari

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bukan Karena Pelakor, Inilah Penyebab Suami Selingkuh

16 April 2018   20:11 Diperbarui: 17 April 2018   09:40 2659 3 1
Bukan Karena Pelakor, Inilah Penyebab Suami Selingkuh
Gambar; lifestyle.okezone.com

Beberapa bulan yang lalu, media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang di-upload di laman facebook. Video tersebut memperlihatkan seorang wanita yang melemparkan berlembar-lembar uang ratusan ribu kepada seorang wanita pula. Menurut video tersebut, wanita yang melemparkan uang adalah seorang istri yang suaminya direbut si wanita di depannya. Dalam istilah sekarang, kasus seperti di atas disebut pelakor atau perebut laki-laki orang.

Meskipun belum tahu persis persoalan yang terjadi, apakah yang disebut pelakor tersebut benar-benar bersalah, atau justru sang suami yang notabene kawan akrab sendiri memang berwatak jail. Yaitu suka dengan daun muda atau ibarat kata mempunyai kecenderungan bahwa"rumput tetangga lebih hijau".

Jika berbicara selera, memang begitu banyak hal yang memicu seorang pria berselingkuh, di antaranya:

1. Suami yang tidak merasa puas

Naluri laki-laki (pria) semuanya menyukai seorang wanita yang kinyis-kinyis matang manggis. Sudah kodrat dari sananya yang namanya pria normal (bukan impoten atau kelainan seksual) akan mencintai lawan jenisnya. Meskipun sang laki-laki tersebut sudah beristri. 

Beristri empat saja masih melirik wanita lain, apalagi yang masih beristri tunggal, tentu godaannya untuk menambah istri semakin besar.  Masih beruntung jika pernikahannya syah menurut hukum agama dan negara, bagaimana jika melanggar syar'i? 

Tipe suami yang tidak merasa puas ini dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial dan kondisi seksualnya. Kondisi psikologis memang kejiwannya selalu ingin berpetualang cinta dengan banyak wanita dan kurang konsisten dengan prinsip pernikahan. Jika faktor sosial memang dalam satuan masyarakat atau lingkungan memang terbentuk kebiasaan kalau lelaki harus memiliki istri lebih dari satu. Ada satu pendapat dari suku tertentu, memiliki tradisi yang para prianya beranggapan kalau memiliki istri lebih dari satu adalah bukti kejantanan, status sosial dan prestise. Meskipun pendapat ini boleh jadi keliru. Begitu pula karena kondisi seksualnya, misalnya  lemah, biasa, sedang atau justru hiper sex (berlebih-lebihan) yang cenderung tidak merasa puas jika hanya beristri satu. Solusinya memang sang istri merelakan jika suami menikah lagi. hehe

Namun tunggu dulu, saya tidak bermaksud mendukung sepak terjang suami yang suka berkelana dalam asmara, karena banyak pula suami yang setia pada pasangannya. Yang pasti, beristri satu atau lebih intinya adalah perhatian dan pandai mengolah pernikahan itu agar lebih bermakna.

2. Istri yang terlampau cuek (masa bodoh)

Jika melihat kondisi pasangan selingkuh, rata-rata sang istri adalah orang yang super sibuk. Seperti dalam video yang berisi perselingkuhan di atas, keluarga tersebut adalah pengusaha yang hobinya jeprat-jepret menunjukkan kesuksesannya.

Ia beranggapan bahwa dengan seringnya pamer foto kemesraan, menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangganya baik-baik saja. Padahal bisa saja di dalam lubuk hati yang paling dalam, kehidupan mereka tengah di ujung tanduk. 

Meskipun selalu nampak harmonis dengan aksi jeprat-jepret, ternyata hubungan emosional dan hubungan seksualnya tidak seperti yang diperlihatkan. Karena begitu maniaknya dengan sebuah pekerjaan, akhirnya kebutuhan seksual agak terabaikan. Mau tidak mau, sang pria akan mencari sosok baru yang bisa mengisi kesepian dirinya dengan wanita lain. Dan kebetulan, gayung pun bersambut, wanita yang diincar pun mau melayani aksi "nakal" sang suami.

3. Dengan alasan "mengikuti Sunnah Nabi"

Menikah atau menginginkan pernikahan lebih dari satu adalah sunnah Nabi Muhammad SAW. Meskipun demikian, tidak selayaknya setiap laki-laki berprinsip demikian. Lantaran ada banyak syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah: izin dari sang istri, sang istri tidak mampu memenuhi kewibannya dalam melayani kebutuhan dasar suami dan sang istri tidak bisa melahirkan keturunan.

Namun demikian, ternyata banyak pula seorang suami yang tetap teguh memegang janji suci pernikahan meskipun tidak memiliki keturunan.

Memiliki istri lebih dari satu, meskipun dihalalkan tetap saja harus dengan koridor yang benar.

4. Hubungan jarak jauh (LDR)

Menjalin hubungan jarak jauh penuh dengan risiko. Salah satunya adalah terjadinya perselingkuhan. Hal ini kemungkinan besar bisa terjadi karena jauhnya jarak antar keduanya. Jadi ada moment dimana setiap pria  bisa "mengoleksi wanita". Dengan kata lain selalu ada saja WIL yang mengganggu hubungan itu.

Bagaimanapun, pernikahan itu akan menjadi baik jika dipenuhi kejujuran, menerima pasangan dengan penuh keikhlasan dan berpedoman pada agama yang dianutnya. Dan yang pasti kedua pasangan tidak saling memancing persoalan hingga menyebabkan terjadinya perselingkuhan.

Salam