M. Ali Amiruddin
M. Ali Amiruddin PNS

Ingin tetap menulis seperti bayi yang belajar merangkak kemudian berlari

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Benarkah Stroke Penyakit Turunan?

16 Oktober 2013   23:22 Diperbarui: 24 Juni 2015   06:27 3259 1 6

mtsimbe.blogspot.com

Tulisan ini sekedar catatan perjalanan kehidupan keluarga saya, di mana hampir semua anggota keluarga khususnya dari garis ibu rata-rata mereka tutup usia karena terkena gejala stroke. Yang menjadi benak saya apakah sebenarnya stroke memang merupakan penyakit keturunan? Atau ada sebab lain yang menyebabkan penyakit ini muncul.

Gejala stroke, ada yang bisa dideteksi secara kasat mata, ada pula yang gejalanya tidak terlihat, di mana seseorang yang terkena stroke tidak menunjukkan gejala yang dapat diamati akan tetapi dampaknya akan sangat berbahaya bagi penderitanya. Mungkin saat ini bisa tertawa dengan terbahak-bahak, tahu-tahu esok hari seluruh tubuhnya lumpuh tanpa bisa digerakkan.

Meski saya bukan seorang yang ahli medis, akan tetapi apa yang saya sampaikan merupakan pengalaman yang telah saya alami terkait penyakit yang termasuk kategori kasus yang membawa kematian ke-3 bagi penderitanya.

Stroke sebagaimana menurut bahasa artinya tekanan, merupakan kondisi seseorang yang kehilangan daya dalam sistem syaratnya, hal ini ditunjukkan dengan tidak berfungsinya beberapa bagian tubuh, misalnya tangan dan kaki yang lumpuh, kadang ditunjukkan dengan bergesernya bentuk wajah yang tidak lagi simetris (berubah menjadi merot) bahkan yang lebih akut adalah kematian yang akan diterima.

Strok biasanya ditandai dengan berkurangnya suplai oksigen ke otak, imbasnya otak mengalami kekurangan oksigen yang pada akhirnya otak mengalami kerusakan akut. Pada tahap inilah terjadinya konflik pada bagian tubuh disebabkan semua digerakkan oleh otak sebagai pusat pengendali.

Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan stroke? Apakah semata-mata karena keturunan?

Menurut medis, stroke memang ada yang disebabkan karena keturunan, dimana ketika salah satu orang tua atau bagian keluarga terkena stroke maka dimungkinkan mengalami penyakit yang sama. Meskipun ada faktor lain yang melingkupinya salah satunya adalah faktor konsumsi yakni seseorang yang terkena stroke diawali oleh kebiasaan buruk ketika mengkonsumsi makanan, selalu makan makanan berminyak, berlemak jenuh tinggi dan kurangnya makanan sayur. Akibatnya terjadi penyumbatan pada pembuluh darah yang lambat laun terjadi melemahnya proses aliran darah dalam tubuh akibat penyumbatan tersebut yang berujung pada tekanan darah yang tinggi. Akibatnya organ pada otak mengalami disfungsi dan berujung kematian fungsi secara permanen.

Selain faktor makanan yang memicu percepatan gejala stroke, faktor pola hidup yang tidak sehat juga menjadi faktor penting timbulnya gejala stroke. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang yang bukan keturunan keluarga yang memiliki penyakit stroke tapi karena pola hidup yang buruk mengakibatkan dirinya terkena penyakit yang berbahaya ini.

Gejala penyakit stroke :
Adapun gejala-gejala stroke seperti yang saya amati dari beberapa anggota keluarga saya adalah :
  • Pada awalnya bagian tubuhnya mendadak mati rasa, kesemutan dan kelemahan pada wajah, tangan, atau kaki, pada satu sisi tubuh atau seluruh tubuh
  • Mendadak kebingungan, lupa mendadak, sulit berbicara ataupun sulit mengerti.
  • Mendadak muncul masalah penglihatan pada satu atau kedua mata (penglihatan ganda, penglihatan gelap)
  • Mendadak kesulitan berjalan, dan kehilangan keseimbangan tubuh
  • Mendadak pusing berat tanpa sebab yang jelas

Jika beberapa gelaja tersebut sudah muncul, hal itu menunjukkan bahwa seseorang tersebut sudah terjangkiti gajala stroke, sehingga ada indikasi penderitanya mengalami konsekuensi stroke yang lebih berat.

Namun bagaimanapun beratnya kasus stroke ini di lapangan, namun ada bermacam-macam cara yang dapat dilakukan dalam rangka pencegah gejala stroke ini. Di antaranya adalah:

1. Perkuat fisik dengan berjalan

Olahraga merupakan cara yang sangat efektif dalam mencegah stroke, adapun olahraga yang paling ringan adalah dengan berjalan, karena dengan berjalan fisik akan terlatih menjadi kuat dan tentu saja kesehatan jantung akan ikut terjaga, sirkulasi darah yang sehat menjadikan fisik menjadi lebih sehat.

2. Konsumsi sedikit garam

Cara ini dikarenakan garam penyumbang terbesar pada proses tekanan darah pada tubuh, garam dapat diketemukan pada makanan olahan kaleng, ikan asin dan beberapa makanan siap saji cenderung kadar garamnya sangat tinggi.

3. Memilih minyak zaitun sebagai pengganti minyak makan pada umumnya

Hal ini didasarkan karena minyak zaitun merupakan minyak yang memiliki kadar kolesterol yang rendah sehingga memungkinkan tubuh sedikit sekali mendapatkan kolesterol dari minyak ini.

4. Menghindari merokok

Merokok merupakan aktifitas yang menjadi penyumbang besar penyakit stroke ini, karena adanya nikotin dalam tembakau ikut andil dalam proses tersumbatnya pembuluh darah yang mempercepat proses stroke pada seseorang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2