Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menlu Baru Australia Penny Wong yang Unik

24 Mei 2022   15:13 Diperbarui: 24 Mei 2022   15:46 2155
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Penny Wong (nama Chinese: Huang Yingxian) lahir di Malaysia. Saat berusia delapan tahun, dia pindah ke Australia bersama keluarganya dan menetap di Adelaide. Ayahnya orang Tionghoa Malaysia, ibunya orang Australia.

sbs.com.au
sbs.com.au

Keluarga Penny Wong

Penny Wong memiliki seorang adik laki bernama Toby Wong, menurut sumber-sumber tertentu, Toby berjuang dengan penyakit mental yang parah, kasus parasomnia yang jarang terjadi. Media asing menerbitkan potongan-potongan cerita tentang kematiannya.

Menurut rumor, satu-satunya saudara laki-laki Penny Wong, Toby Wong, meninggal karena bunuh diri di apartemennya di New York. Polisi melaporkan kematian itu sebagai bunuh diri, tetapi para konspirator berpikir ada lebih banyak dari insiden itu. 

Yang lain percaya dia tidak bisa hidup dengan ejekan yang dia hadapi sebagai seorang homoseksual tetapi medis laporan menyarankan sebaliknya. Toby menderita gangguan tidur yang parah dan itu mungkin menyebabkan tindakan terakhirnya.

Tetapi teman-teman dan sekolahnya ketika diselidiki, namun tidak ada kabar yang dapat ditemukan yang bisa dipertanggung jawabkan atas kematian Toby. (Ghanafuo.com)

ghanafuo.com
ghanafuo.com

Karier Penny Wong

Penny Wong lulus dalam bidang hukum dan seni dari University of Adelaide. Sebelum memasuki dunia politik, dia bekerja untuk serikat pekerja, sebagai penasihat menteri di Pemerintah Tenaga Kerja NSW, dan sebagai pengacara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun