Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Kisah Zhang Rujing (Richard Chang) Salah Satu Ahli Semikonduktor TSMC dan Pendiri SMIC

30 November 2021   12:08 Diperbarui: 30 November 2021   16:58 2593
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tulisan ini mudah-mudahan dapat memberi gambaran dan pembelajaran bagi kita, betapa pentingnya perkembangan industri 4.0 - 5.0 dan seterusnya... dimana peran dan perkembangan teknologi semikonduktor dan bisnis chip memegang peran bagi suatu negara dan bangsa di masa depan untuk bisa berdiri tegak di kancah internasional, sekaligus mensejahterakan rakyatnya.... Namun banyak juga liku-likunya. Hanya saja tulisan ini agak panjang mudah-mudahan bersedia membacanya .......

Perlu diketahui semikonduktor bagi revolusi teknologi sama dengan minyak bagi revolusi industri. Saat ini ada kekurangan chip global yang parah, dan negara-negara saling bersaing satu sama lain, dan negara telah ikut intervensi dalam perlindungan industri chip nasionalnya masing-masing, terutama dengan persaingan antara AS-Tiongkok, yang berkembang menjadi perang iptek.

Perangkat semikonduktor yang disebut transistor adalah sakelar elektronik kecil yang menjalankan komputasi di dalam komputer kita. Manufaktur transistor dari silikon memungkinkan mereka dibuat cukup kecil untuk dimuat pada microchip, ini digunakan untuk membuka gerbang gadget dengan cepat, yang kini dibuat menjadi lebih kecil dan lebih pintar dari tahun ke tahun.

Untuk membuat chip diperlukan mesin Lithografi, dan dalam procses pembuatan chip diperlu banyak menggunakan air. Membuat semikonduktor membutuhkan banyak air untuk beroperasi. Ini akan menghabiskan antara 2 hingga 4 juta galon air (15 jutaan liter) sehari menurut beberapa perkiraan. 

Penggunakan air untuk mendinginkan peralatan dan membersihkan wafer silikon. Karena membuat satu chip memerlukan air 40an liter air, maka jika jutaan chip air yang dibutuhkan sangat besar sekali.

Selain itu proyek pembuatan semikondaktor dan chip sangat mengandalkan pada sekelompok SDM yang handal.

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC/tsmc) adalah produsen chip semikonduktor terbesar. Sementara Intel menghasilkan lebih banyak pendapatan, TSMC menghasilkan sekitar 90% dari chip canggih yang diproduksi secara global.

Ketika dunia dilanda pandemi COVID-19, banyak pabrik tutup, membuat pasokan yang dibutuhkan untuk pembuatan chip tidak tersedia selama berbulan-bulan. Meningkatnya permintaan untuk elektronik konsumen menyebabkan pergeseran yang mengguncang rantai pasokan.

Saat ini, hanya 16 persen semikonduktor yang digunakan di Tiongkok yang diproduksi di dalam negeri, dan hanya setengahnya yang dibuat oleh perusahaan Tiongkok. Mereka sangat bergantung pada pemasok asing untuk chip canggih

Maka dengan situasi yang demikian, baik AS dan Tiongkok saling bersaing dan bertahan untuk memenangkan pertarungan ini.  Baca:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
  17. 17
  18. 18
  19. 19
  20. 20
  21. 21
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun