Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Mengamati Perkembangan Pembangunan Helikopter Militer/Sipil Tiongkok

13 Oktober 2021   17:23 Diperbarui: 13 Oktober 2021   17:51 802
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Tweet Safran Helicopter Engines

Sumber: safran-group.com
Sumber: safran-group.com
Menurut Safran, mesin turboshaft Aneto 1K menggunakan aliran aksial 3 tahap ditambah kompresor gabungan sentrifugal 1 tahap, ruang bakar adalah ruang bakar annular refluks, generator gas 2 tahap dan turbin tenaga 2 tahap, shaft tunggal tenag depan. Untuk output, mesin menggunakan rangkaian teknologi dan material yang canggih.

Misalnya, bahan kristal tunggal dengan pencetakan 3D, dll., Rentang dayanya adalah 1800 hingga 2200 kN, beratnya kurang dari 250 kg, dan konsumsi bahan bakarnya adalah 0,22 kg per jam.

Dibandingkan dengan mesin yang ada dengan tipe yang sama, seperti mesin RTM322 dan CT7, mesin Aneto memiliki peningkatan daya sebesar 25% dan pengurangan konsumsi bahan bakar sebesar 15%. Selain itu, kebisingan dan emisi gas buang juga telah berkurang secara signifikan.

Safran mengungkapkan bahwa mesin turboshaft series Aneto terutama untuk helikopter tradisional berukuran besar dan menengah serta helikopter tugas berat, juga dapat digunakan pada rotorcraft berkecepatan tinggi di masa depan.

Saat ini, helikopter Leonardo AW189K telah memilih (memakai) mesin turboshaft Aneto 1K, dengan daya lepas landas 1.800 kN.

Selain itu, Airbus juga memilih mesin turboshaft Aneto karena kecepatan tinggi dan hemat biaya. Airbus RACER adalah helikopter demonstrator generasi baru dari komposit berkecepatan tinggi untuk masa depan Helikopter Airbus. 

Kecepatan jelajah yang dirancang mencapai 400 kilometer per jam, dan daya lepas landas mesinnya adalah 2.200 kN.

Sumber: airbus.com
Sumber: airbus.com
Saat ini helikopter berat buatan Tiongkok sedang dalam pengembangan, namun mesin pendukungnya belum sepenuhnya matang. Saat ini, pengenalan mesin turboshaft Aneto 1K tidak hanya dapat mempercepat pengembangan helikopter berat mereka, tetapi juga akan menjadi mesin turboshaft transisi sebelum buatan dalam negeri Tiongkok sendiri jadi.

Helikopter berbadan lebar Z-8L buatan Tiongkok kini dilengkapi dengan mesin turboshaft buatan Tiongkok sendiri dengan daya lepas landas 1.600 kN. Mengingat helikopter buatannya perlu digunakan di dataran tinggi, maka lepas landas rasio mengangkat berat relatif perlu tinggi. 

Oleh karena itu, berat lepas landas maksimum Z-8L adalah sekitar 15 ton untuk helikopter berukuran sedang. 

Jika digunakan mesin turboshaft Aneto 1K dengan daya 2200 kN, daya lepas landas total helikopter dapat ditingkatkan menjadi 6.600 kN. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun