Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Meneropong Angkatan Udara Ace PLA-Brigade Wang Hai

26 Juli 2021   17:33 Diperbarui: 26 Juli 2021   19:28 615
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: businessinsider.com + www.xinhuanews.cn

Jadi dalam hal ini, jika J-20 dan AWACS hari ini dapat menemukan pesawat tempur musuh yang tersembunyi sekitar 100-150 kilometer, maka J-20 dapat menembak musuh terlebih dahulu dengan rudal Thunderbolt yang jangkauannya 200 km. Jadi dengan Jet tempur J-20 tidak diperlukan pertempuran udara dengan jarak dekat, sebelum jet lawan melihat dia, sduah bisa diluncurkan Thunderbolt 15 untuk membunuh lawan.

Situasinya kini memang sudah demikian sejak J-20 memasuki Quzhou,Zhejiang, mereka telah seringmelakukan kontrol dan patroli normal ke Kepulauan Diaoyu dan daerah lain di Laut China Timur.

Dengan diumumkannya bahwa mereka telah terbang di Kepulauan Diaoyu, dan tidak terdeteksi dan diketahui Jepang, membuat mereka menjadi cemas karena hingga kini pun Jeapng belum menemukan jejaknya di dekat Kep. Diaoyu.

Lebih-lebih lagi kini J-20 mengganti mesinnya dengan turbofan WS-15 yang dilengkapi dengan mesin pendorong vektor buatan Tiongkok sendiri.  Mesin dorong vektor dipamerkan di Zhuhai Air Show di Tiongkok tiga tahun lalu.

Pada demonstrasi teknologi vector nozzle J-10B di Tiongkok, dengan ini dapat menggunakan vector nozzle, yaitu mengubah arah jet pesawat, sehingga pesawat ini dapat mencapai kinerja tinggi yang pada dasarnya sulit untuk jet tempur biasa dengan mesin tunggal. Masuknya J-20 sangat meningkatkan kekuatan tempur, dan terobosan baru.

Respon AS

Ada berita baru-baru ini AS akan menjual 12 jet tempur F-16V ke Filipina, jet tempur Block 70 ini sama denga yang dijual ke Taiwan, tapi dilengkapi dengan rudal anti kapal permukaan Harpoon.

Selama ini hanya F-16V Taiwan yang dilengkapi rudal Harpoon, karena rudal ini bisasnya dipasang di F-18 atau P-3, tapi F-16 adalh jet tempur multi fungsi. Hal ini dilakukan untuk Filipina tujuannya untuk menghadapi Tiongkok. Karena jika kekuatan militer Tiongkok akan memasuki Lautan Pasifik Selatan dari utara harus masuk Laut Filipina melalui Selat Ishigaki Miyako dari utara, maka akan melewati wilayah udara yang dikuasai Jepang dan Korsel.

Kalau mau lewat Bashi Channel, akan melewati Taiwan dan Filipina. Militer Filipina terlalu lemah. Oleh karena itu, bagi AS harus memperkuat kekuatan Filipina. Di antaranya Jepang sudah memiliki F-15 sendiri di utara, Korea Selatan juga memiliki F-15, dan AS juga memiliki dua skuadron F-15 di Ryukyu.

Di masa depan dua skuadron F-15 ini akan diganti dengan jet tempur F-15EX Eagle. Jadi jet tempur Eagle AS, Jepang, dan Korsel akan digabungkan di sini, dan mereka ingin memperkuat kemampuan tempur udara F-5EX untuk memperkuat kekuatan udaranya. Pertama-tama, mereka harus memperpanjang waktu terbangnya di kedua sisi dengan pesawat tanker bahan bakar yang cocok, ini akan menjadi kekuatan tambahan tersembunyi.

Karena pesawat ini sangat mampu untuk dipasang banyak senjata di luar, tapi sangat mudah untuk dideteksi radar lawan. Jadi awalnya F-15 tidak berkemampuan disembunyikan, tetapi setelah ditingkatkan ke EX, Eagle II mulai memberikan kondisi seperti itu untuk penyembunyian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun