Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa

Saya seorang pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Benteng Trump di Polandia, Strategi Keseimbangan Kekuatan Yang Berbahaya

12 Oktober 2018   15:19 Diperbarui: 12 Oktober 2018   15:45 799 3 1
Benteng Trump di Polandia, Strategi Keseimbangan Kekuatan Yang Berbahaya
Sumber: The Millennium Report

Presiden Polandia Andrzej Duda mencoba menyebahkan suatu daya tarik atau atraksi kepada Presiden AS Donald Trump pada 18 September lalu, suatu usulan yang telah didengun-dengunkan selama beberapa bulan sebelumnya, untuk mencegah kemungkinan agresi Rusia pada negaranya. Pemerintah Polandia bahkan bersedia membayar 2 miliar USD.

Duda berkata: "Saya dengan tersenyum ketika berbicara dengan Bapak Presiden. Saya mengatakan bahwa saya sangat ingin untuk mendirikan pangkalan militer Amerika yang permanen di Polandia, yang kami akan dinamai "Fort Trump" (Benteng Trump). Dan saya sangat percaya bahwa ini mungkin. "

"Fort Trump" sangat kentara sekali,  ini untuk mengangkat-angkat "Trump" sebuah brand atau merk seperti 'Trump Tower' 'Hotel dan Lapang Golf Trump' ini suatu iming-iming dari presiden Duda.

Latar Belakang Polandia Menawarkan Pangkalan Militer

Sumber: www.nytimes.com + Politico Europe
Sumber: www.nytimes.com + Politico Europe
Kita sudah sering mendengar di Israel dikatakan "Hanya ketika militer AS benar-benar ada di wilayah Israel barulah Israel akan memiliki keamanan yang nyata." Akan sangat tepat untuk menerapkan kata-kata ini ke Polandia juga, yang telah sangat mengharapkan AS mendirikan pangkalan militer dalam wilayahnya.

Tahun ini, presiden Polandia telah berulang kali secara terbuka mengundang AS untuk secara permanen menempatkan pasukannya di Polandia dan bahkan mengusulkan penamaan pangkalan militer "Fort Trump" dan dia juga bersedia menginvestasikan 2 milyar USD untuk pangkalan tersebut.

Dihadapkan dengan dua faktor yang sangat menggiurkan ini, Presiden AS Trump mengatakan bahwa dia akan "mempertimbangkan dengan serius" proposal tersebut.

Jadi, sebagai negara yang berdaulat, mengapa Polandia begitu bersemangat untuk menyerahkan keamanan negaranya sendiri ke AS?


Sumber: Politico Europe + UPI.com
Sumber: Politico Europe + UPI.com
Pada 18 September Presiden Polandia Andrzej Duda dan istrinya Agata Kornhauser-Duda tiba di AS untuk berkunjung. Suasana manis dan harmonis menunjukkan hubungan yang tidak biasa.

Kemudian, kedua presiden memberikan pidato dan memberikan kata-kata kunci untuk pkunjungannya tersebut.

Presiden Polandia, Andrzej Duda mengatakan: "Saya berharap AS untuk mendirikan pangkalan militer permanen di Polandia, Kami akan menamai pangkalan militer ini 'Fort Trump.' Saya benar-benar percaya bahwa ini mungkin (direalisasikan)."

Presiden AS, Donal Trump mengatakan: "Tadi presiden menawari kami lebih dari dua miliar dolar untuk melakukan ini. Jadi kami akan mempertimbangkannya."

"Fort Trump!" Dua milyar USD! Dengan hak menamai pangkalan militer dan 2 miliar USD, dunia luar percaya ini adalah tawaran, Pentagon sedang mempelajari pangkalan militer yang ditawarkan Polandia.

Kongres AS juga meminta Pentagon untuk menyerahkan laporan ini sebelum 1 Maret 2019 tentang kelayakan penempatan militer AS secara permanen di Polandia.

Jadi mengapa Polandia begitu bersemangat untuk membuat langkah besar mengundang AS untuk mendirikan pangkalan militer permanen di negaranya yang berdaulat?

Marius Blaszczak, Menteri Pertahanan Nasional Polandia mengatakan:  "Kehadiran ini sangat penting bagi kami untuk mencegah serangan musuh. Pasukan AS adalah satu-satunya di dunia yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan posisi kami untuk melawan musuh."

Siapa yang ingin dicegah Polandia? Dan siapa yang ingin dipertahankan? Pada akhir Mei tahun ini, situs berita Polandia "Onet" membeberkan dokumen untuk tahun ini "Proposal untuk Kehadiran Tetap AS di Polandia." Dalam dokumen tersebut Polandia dengan jelas menunjukkan alasan utama meminta AS untuk menempatkan pasukannya di sana --- "untuk menghadirkan tantangan tegas dan menangkal Rusia yang semakin berani dan berbahaya untuk mengancam Eropa. "

Tawaran tahun ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali bagi Polandia meminta AS untuk menempatkan pasukannya di sana. Setelah Perang Dingin berakhir, mereka telah mengharapkan atau mengajukan permintaan hal semacam ini berulang kali. Setelah krisis Ukraina pada tahun 2014, negara-negara di Eropa Timur, terutama yang berdekatan dengan Rusia, seperti Polandia dan tiga negara Baltik yang berbagi perbatasan dengan Rusia, untuk masalah keamanan mereka agar bisa lebih jelas terlindungi, sehingga mereka selalu ingin negara-negara NATO dapat mendirikan pangkalan militer permanen dan memberikan jaminan keamanan mereka, bahkan meskipun pangkalan itu tidak begitu besar setidaknya akan menjadi tujuan simbolis.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Barat dan Rusia terus membaik. Sebagai anggota NATO yang berdekatan dengan Rusia, tekanan Polandia menjadi meningkat secara tiba-tiba.

Untuk menyeimbangkan tekanan ini, dalam beberapa tahun terakhir, Polandia telah membuka pintunya lebar-lebar untuk pasukan militer NATO, tidak hanya mengizinkan untuk menempatkan "Aegis" darat di wilayahnya, tetapi juga mengizinkan pasukan NATO untuk ditempatkan di sana. dan melakukan latihan militer dengan alasan untuk "mencegah kejadian tak terduga seperti krisis Krimea terjadi di Polandia."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7