Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa

Saya seorang pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Mengenal Apa Itu "Shanghai Cooperation Organization"

12 Juni 2018   11:53 Diperbarui: 5 September 2018   07:19 1334 0 0
Mengenal Apa Itu "Shanghai Cooperation Organization"
Sumber: www.chinausfocus.com

Akhir-akhir ini kita senang dan bangga Indonesia telah terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, pada 8 Juni 2018. Menlu Retno dalam keterangan tertulisnya mengatakan: "Indonesia akan memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global. Untuk itu, Indonesia akan mendorong budaya habit of dialogue agar penyelesaian konflik dapat dilakukan secara damai."

Fokus lainnya yang menjadi sorotan Indonesia yakni mengenai pemberantasan terorisme dan ekstrimisme. Retno mengatakan Indonesia akan menggunakan kursi di Dewan Keamanan agar terbentuk satu pendekatan komprehensif untuk melawan terorisme, radikalisme dan ekstrimisme.

Sehubungan dengan misi tersebut, maka perlu kiranya kita juga mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia. Antara lain dengan perkembangan SCO yang sedang bergema di dunia akhir-akhir ini.

Apa itu SCO?

SCO (Shanghai Cooperation Oragnization), awalnya didirikan pada 1996, ketika ditetapkannya kerangka kerja-sama strategis untuk hal-hal yang berkaitan dengan keamanan di kawasan perbatasan antara Rusia, Tiongkok, Kazakhstan, dan Tajikistan. 

Pada tahun 2001 para pemimpin negara-negara ini memutuskan untuk meninjau kembali tujuan organisasi dan memperluas ruang lingkup kegiatannya untuk memasukkan kerjasama politik, ekonomi dan militer. Uzbekistan juga setuju untuk bergabung dengan organisasi ini, dan pada tanggal 15 Juni 2001, maka SCO terbentuk.

Dalam rentang 20 tahun terakhir, SCO mencapai beberapa tonggak keberhasilan yang luar biasa. Para pemimpin negara-negara anggota SCO berhasil meredahkan ketegangan perbatasan historis, membangun mekanisme kerja sama prosedural, dan memajukan diskursus umum tentang kejahatan terorisme, separatisme, dan ekstremisme.

Menurut UN Chronicle, SCO dengan  memperkuat kerjasama yang saling menguntungkan, mencegah konfrontasi dan konflik, dan menjaga keamanan yang sama dan tak terpisahkan, SCO bertujuan untuk membangun tatanan dunia polisentris, sesuai sepenuhnya dengan norma-norma hukum internasional dan prinsip-prinsip saling menghormati, yang memenuhi kepentingan masing-masing dan setiap Negara, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi bersama mereka. Sebagai organisasi multinasional dan multikultural, SCO berusaha untuk mencegah benturan peradaban di seluruh kawasannya.

Berpegang pada prinsip keterbukaan, SCO tidak berniat untuk membentuk aliansi atau mengarahkan tindakannya terhadap entitas yang berdaulat. Secara aktif dan konsisten mengutamakan dialog, pertukaran pikiran dan kerja sama, dan berpegang untuk ketaatan yang ketat dari tujuan dan prinsip-prinsip yang tertulis dalam Piagam PBB, seperti kesetaraan dan kedaulatan Negara, tidak dapat menerima intervensi dalam urusan domestik mereka, menghormati integritas teritorial, tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan, non-agresi, penyelesaian sengketa dengan damai, tidak menggunakan kekuatan atau ancaman kekuatan, serta norma hukum internasional lain yang diakui universal, yang bertujuan untuk menjaga perdamaian dan keamanan, membangun kemitraan antar Negara, melindungi kedaulatan nasional dan menghormati hak untuk menentukan nasib dan jalan menuju pembangunan politik, sosioekonomi dan budaya.

Seluruh struktur organisasi dirancang untuk menghasilkan kemitraan multilateral untuk membantu anggota kedaulatan dalam mengoordinasikan strategi dan pendekatan untuk memecahkan isu-isu internasional yang mendesak dan memenuhi kebutuhan regional. Ini juga memberikan kesempatan bagi negara-negara anggota untuk memusatkan upaya mereka pada tujuan bersama sesuai dengan prinsip-prinsip kerja sama sukarela dan pembagian tanggung jawab yang adil.

Sumber: www.chinausfocus.com
Sumber: www.chinausfocus.com
Pertemuan Ke-18 Kepala Negara SCO

Sumber: www.xinhuanet.com
Sumber: www.xinhuanet.com
Dari 9 Juni hingga 10 Juni 2018, pertemuan ke-18 dewan kepala negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) akan diadakan di Qindao, Tiongkok. Ini adalah pertemuan pertama dewan kepala negara-negara anggota setelah SCO memperluas keanggotaannya, dan juga merupakan peristiwa diplomatik yang signifikan yang terjadi pada musim panas ini di Tiongkok.

Dalam 17 tahun sejak 2001 hingga 2018, SCO telah mempertahankan vitalitasnya yang kuat dan pengaruh internasionalnya terus meningkat. Dimulai dengan kerja sama keamanan, secara bertahap berkembang menjadi organisasi regional yang komprehensif dengan populasi terbesar dan mencakup wilayah terbesar di dunia, dengan potensi yang sangat besar.

Seperti apa kiranya sorotan terhadap KTT SCO tahun ini di Qingdao dan babak baru apa yang akan mereka mulai?

Menurut laporan media, dalam KTT pertama SCO setelah memperluas keanggotaannya, di mana semua negara yang berpartisipasi akan berkumpul di pantai Laut Kuning dan agar suara mereka terdengar untuk isu-isu seperti tata kelola global dan menstabilkan sistem perdagangan multilateral, sehingga memberikan kontribusi kekuatan bagi SCO untuk perdamaian dan pembangunan dunia.

Puncak terbesar dalam KTT SCO ini adalah bergabungnya dua anggota yaitu India dan Pakistan. Dengan bergabungnya kedua negara ini, SCO sekarang memiliki 8 negara anggota, 4 negara pengamat, dan 6 negara dialog mitra, dan kini SCO telah memasuki era baru pembangunan.

Pada titik ini, SCO telah mencakup 40% dari populasi global, memiliki hampir sepertiga dari ekonomi global, yang berarti telah menjadi organisasi regional yang komprehensif dengan populasi terbesar dan mencakup kawasan terbesar di dunia, dengan potensi yang sangat besar.

Rashid Alimov, Sekretaris Jenderal SCO mengatakan: Akan lebih diperkuat di area itu, terutama target untuk terorisme dan ekstremisme. India dan Pakistan memiliki hubungan baik dengan enam anggota SCO, dan tentu saja memiliki hubungan ekonomi juga, dan kerjasama di beberapa daerah. Kami akan mendapati lebih banyak manfaat untuk dua pihak, dan tidak hanya dua pihak tapi untuk kita semua.

SCO di masa lalu terutama difokuskan di Asia Tengah. Sekarang, telah meluas ke Asia Selatan, jadi pada kenyataannya, jangkauan SCO adalah seluruh jantung benua Eurasia, dan ruang lingkup semacam ini telah menjadi fokus kegiatan untuk SCO. Di masa lalu, SCO memainkan peran dalam menerapkan konsep keamanan Asia di Asia Tengah, dan di masa depan, itu akan memainkan peran yang sesuai di Asia Tengah dan Selatan.

SCO tidak hanya ingin mencapai stabilitas dan kemakmuran regional, tetapi juga memiliki misi yang lebih besar, untuk membangun tatanan politik dan ekonomi internasional yang baru, lebih adil, lebih demokratis, lebih rasional. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6