Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa

Saya seorang pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Mengenal Apa Itu "Shanghai Cooperation Organization"

12 Juni 2018   11:53 Diperbarui: 12 Juni 2018   12:15 470 0 0
Mengenal Apa Itu "Shanghai Cooperation Organization"
Sumber: www.chinausfocus.com

Akhir-akhir ini kita senang dan bangga Indonesia telah terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, pada 8 Juni 2018. Menlu Retno dalam keterangan tertulisnya mengatakan: "Indonesia akan memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global. Untuk itu, Indonesia akan mendorong budaya habit of dialogue agar penyelesaian konflik dapat dilakukan secara damai."

Fokus lainnya yang menjadi sorotan Indonesia yakni mengenai pemberantasan terorisme dan ekstrimisme. Retno mengatakan Indonesia akan menggunakan kursi di Dewan Keamanan agar terbentuk satu pendekatan komprehensif untuk melawan terorisme, radikalisme dan ekstrimisme.

Sehubungan dengan misi tersebut, maka perlu kiranya kita juga mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia. Antara lain dengan perkembangan SCO yang sedang bergema di dunia akhir-akhir ini.

Apa itu SCO?

SCO (Shanghai Cooperation Oragnization), awalnya didirikan pada 1996, ketika ditetapkannya kerangka kerja-sama strategis untuk hal-hal yang berkaitan dengan keamanan di kawasan perbatasan antara Rusia, Tiongkok, Kazakhstan, dan Tajikistan. 

Pada tahun 2001 para pemimpin negara-negara ini memutuskan untuk meninjau kembali tujuan organisasi dan memperluas ruang lingkup kegiatannya untuk memasukkan kerjasama politik, ekonomi dan militer. Uzbekistan juga setuju untuk bergabung dengan organisasi ini, dan pada tanggal 15 Juni 2001, maka SCO terbentuk.

Dalam rentang 20 tahun terakhir, SCO mencapai beberapa tonggak keberhasilan yang luar biasa. Para pemimpin negara-negara anggota SCO berhasil meredahkan ketegangan perbatasan historis, membangun mekanisme kerja sama prosedural, dan memajukan diskursus umum tentang kejahatan terorisme, separatisme, dan ekstremisme.

Menurut UN Chronicle, SCO dengan  memperkuat kerjasama yang saling menguntungkan, mencegah konfrontasi dan konflik, dan menjaga keamanan yang sama dan tak terpisahkan, SCO bertujuan untuk membangun tatanan dunia polisentris, sesuai sepenuhnya dengan norma-norma hukum internasional dan prinsip-prinsip saling menghormati, yang memenuhi kepentingan masing-masing dan setiap Negara, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi bersama mereka. Sebagai organisasi multinasional dan multikultural, SCO berusaha untuk mencegah benturan peradaban di seluruh kawasannya.

Berpegang pada prinsip keterbukaan, SCO tidak berniat untuk membentuk aliansi atau mengarahkan tindakannya terhadap entitas yang berdaulat. Secara aktif dan konsisten mengutamakan dialog, pertukaran pikiran dan kerja sama, dan berpegang untuk ketaatan yang ketat dari tujuan dan prinsip-prinsip yang tertulis dalam Piagam PBB, seperti kesetaraan dan kedaulatan Negara, tidak dapat menerima intervensi dalam urusan domestik mereka, menghormati integritas teritorial, tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan, non-agresi, penyelesaian sengketa dengan damai, tidak menggunakan kekuatan atau ancaman kekuatan, serta norma hukum internasional lain yang diakui universal, yang bertujuan untuk menjaga perdamaian dan keamanan, membangun kemitraan antar Negara, melindungi kedaulatan nasional dan menghormati hak untuk menentukan nasib dan jalan menuju pembangunan politik, sosioekonomi dan budaya.

Seluruh struktur organisasi dirancang untuk menghasilkan kemitraan multilateral untuk membantu anggota kedaulatan dalam mengoordinasikan strategi dan pendekatan untuk memecahkan isu-isu internasional yang mendesak dan memenuhi kebutuhan regional. Ini juga memberikan kesempatan bagi negara-negara anggota untuk memusatkan upaya mereka pada tujuan bersama sesuai dengan prinsip-prinsip kerja sama sukarela dan pembagian tanggung jawab yang adil.

Sumber: www.chinausfocus.com
Sumber: www.chinausfocus.com

Pertemuan Ke-18 Kepala Negara SCO 

Sumber: www.xinhuanet.com
Sumber: www.xinhuanet.com

Dari 9 Juni hingga 10 Juni 2018, pertemuan ke-18 dewan kepala negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) akan diadakan di Qindao, Tiongkok. Ini adalah pertemuan pertama dewan kepala negara-negara anggota setelah SCO memperluas keanggotaannya, dan juga merupakan peristiwa diplomatik yang signifikan yang terjadi pada musim panas ini di Tiongkok.

Dalam 17 tahun sejak 2001 hingga 2018, SCO telah mempertahankan vitalitasnya yang kuat dan pengaruh internasionalnya terus meningkat. Dimulai dengan kerja sama keamanan, secara bertahap berkembang menjadi organisasi regional yang komprehensif dengan populasi terbesar dan mencakup wilayah terbesar di dunia, dengan potensi yang sangat besar.

Seperti apa kiranya sorotan terhadap KTT SCO tahun ini di Qingdao dan babak baru apa yang akan mereka mulai?

Menurut laporan media, dalam KTT pertama SCO setelah memperluas keanggotaannya, di mana semua negara yang berpartisipasi akan berkumpul di pantai Laut Kuning dan agar suara mereka terdengar untuk isu-isu seperti tata kelola global dan menstabilkan sistem perdagangan multilateral, sehingga memberikan kontribusi kekuatan bagi SCO untuk perdamaian dan pembangunan dunia.

Puncak terbesar dalam KTT SCO ini adalah bergabungnya dua anggota yaitu India dan Pakistan. Dengan bergabungnya kedua negara ini, SCO sekarang memiliki 8 negara anggota, 4 negara pengamat, dan 6 negara dialog mitra, dan kini SCO telah memasuki era baru pembangunan.

Pada titik ini, SCO telah mencakup 40% dari populasi global, memiliki hampir sepertiga dari ekonomi global, yang berarti telah menjadi organisasi regional yang komprehensif dengan populasi terbesar dan mencakup kawasan terbesar di dunia, dengan potensi yang sangat besar.

Rashid Alimov, Sekretaris Jenderal SCO mengatakan: Akan lebih diperkuat di area itu, terutama target untuk terorisme dan ekstremisme. India dan Pakistan memiliki hubungan baik dengan enam anggota SCO, dan tentu saja memiliki hubungan ekonomi juga, dan kerjasama di beberapa daerah. Kami akan mendapati lebih banyak manfaat untuk dua pihak, dan tidak hanya dua pihak tapi untuk kita semua.

SCO di masa lalu terutama difokuskan di Asia Tengah. Sekarang, telah meluas ke Asia Selatan, jadi pada kenyataannya, jangkauan SCO adalah seluruh jantung benua Eurasia, dan ruang lingkup semacam ini telah menjadi fokus kegiatan untuk SCO. Di masa lalu, SCO memainkan peran dalam menerapkan konsep keamanan Asia di Asia Tengah, dan di masa depan, itu akan memainkan peran yang sesuai di Asia Tengah dan Selatan.

SCO tidak hanya ingin mencapai stabilitas dan kemakmuran regional, tetapi juga memiliki misi yang lebih besar, untuk membangun tatanan politik dan ekonomi internasional yang baru, lebih adil, lebih demokratis, lebih rasional. 

Ini telah dinyatakan dalam deklarasi pendirian SCO, dan mengatur misi berikutnya, jadi SCO bukan hanya organisasi internasional, tetapi juga memikul tugas mulia ini, jadi terjadinya pengembangan anggota ini memang konsisten dan cocok dengan tugas yang dipanggul SCO. Hanya dengan anggota yang terus berkembang, proses perkembangan SCO akan menjadi lebih berpengaruh dan lebih efektif.

Selain sorotan dari anggotanya yang berkembang, forum Qindao ini juga akan membahas menciptakan zona percontohan kerjasama ekonomi dan perdagangan pertama SCO di Qindao, untuk mengeksplorasi model inovatif untuk kerjasama ekonomi dan perdagangan antara negara-negara Asia Tengah, Asia Selatan, dan SCO.

Dalam KTT SCO 2018 Xi Jinping mengatakan: Tiongkok menolak kebijakan perdagangan 'egois', seruan untuk membangun ekonomi global terbuka.

Juga, dalam KTT ini, Presiden Xi Jinping akan menandatangani dan mengeluarkan deklarasi Qindao dengan para pemimpin negara anggota lainnya, dan menyetujui lebih dari 10 dokumen termasuk "Perjanjian untuk Jangka Panjang, Kerja Sama Ramah antara Anggota SCO dan Tetengga" ikhtisar lima tahun mendatang, garis besar kerja sama dalam tiga tahun mendatang, dan dokumen kerjasama lainnya untuk sektor keamanan, ekonomi dan budaya.

Xi juga mengatakan Tiongkok akan menawarkan pinjaman senilai 30 miliar yuan (4,7 miliar dolar AS) di bawah kerangka kerja yang dibentuk oleh negara-negara SCO.

Namun, pembangunan yang stabil membutuhkan basis yang stabil, dan "Shanghai Spirit" tercipta dari ini. "Saling percaya, saling menguntungkan, kesetaraan, konsultasi bersama, menghormati keragaman budaya, dan aspirasi untuk pembangunan kolektif" adalah ajaran yang membentuk "Shanghai Spirit."

"Shanghai Spirit"  adalah jiwa dari SCO, dan merupakan nilai inti dari SCO. Untuk lebih spesifik SCO memiliki tiga poin yang cukup baru. Salah satunya adalah mengusulkan sebuah prinsip kerja sama baru ---SCO mengusulkan mencari pengembangan melalui kerja sama dengan cara negara-negara besar dan kecil akan diperlakukan sama, dan mereka akan mencari model kooperatif hubungan internasional yang menghormati jalur politik, jalur pembangunan, dan sistem politik yang telah dipilih oleh setiap negara untuk diri mereka sendiri.

Yang kedua adalah mengusung konsep keamanan baru, dan bukan model tradisional dari kompetisi & konfrontasi Barat. Ini menyerukan jenis baru yang dapat disebut sebagai konsep keamanan baru yang "kolektif, komprehensif, kooperatif dan berkelanjutan."

Salah satu prinsip yang dicontohkan adalah tidak adanya aliansi, tidak ada pertentangan, tidak ditargetkan pada pihak ketiga mana pun.

Untuk mem-implementasikan prisip terbuka. Sifat ketiga yang terlihat dari nilai baru peradaban. Seperti yang dinyatakan dalam Shanghai Spirit, yang menghormati keragaman budaya, dan setiap orang mencari persamaan. Pada dasarnya adalah fondasi bahwa setiap orang dapat mencapai perkembangan bersama yang harmonis dan simbiotik.

Awalnya SCO adalah mekanisme pertemuan "Shanghai Five". Pada tahun 1991, dengan bubarnya Uni Soviet, politik global mengalami perubahan besar-besaran, dan peta geopolitik Asia Tengah terbentuk kembali oleh ini. Masalah batas-batas, kepercayaan perbatasan bersama, dan keamanan regional menjadi isu-isu yang lima negara Asia Tengah sangat berharap untuk menyelesaikan, dengan latar belakang ini mekanisme pertemuan "Shanghai Five" lahir.

Sumber: CCTV News
Sumber: CCTV News

Ketika pertama kali SCO didirikan tahun 2001, negara-negara anggota menandatangani "Konvensi Shanghai tentang Memerangi Terorisme, Separatisme, dan Ekstremisme," untuk melawan dengan tegas "tiga kekuatan" ini dan menjaga ketenangan di kawasan tersebut.

Dengan berpedoman dengan "Shanghai Spirit" setelah dalam perkembangannya selama 17 tahun, SCO tumbuh dari awalnya yang merupakan kerjasama dalam bidang keamanan, secara simultan berkembang dari kerjasama dalam bidang keamanan, ekonomi, dan pertukaran kebudayaan, sehingga daya tarik dan pengaruhnya berkembang setiap hari.

Selama 17 tahun ini, situasi internasional terus berubah sangat cepat, dan SCO telah tumbuh dan berubah seiring dengan situasi tersebut. Dari "unicycle (kendaraan roda dua)" keamanan hingga "bicycle (kendaraan roda tunggal)" keamanan dan ekonomi, kemudian ke "troika (kendaraan roda tiga)" keamanan, ekonomi dan budaya, ciri-ciri tepat waktu SCO telah ditampilkan secara penuh.

Kemudian bagaimanakah SCO terkait dengan orang biasa, dan akan membawa anggotanya kemana?

Pada 2016, sebuah video promosi latihan militer SCO 2016 muncul di internet, dan sama mewahnya dengan film Hollywood.  Pada September 2016, Kyrgyzstan menjadi tuan rumah bagi pasukan bersenjata SCO untuk latihan militer bersama kontraterorisme dengan kode nama "Misi Perdamaian 2016."


Latihan militer "Misi Perdamaian" adalah latihan militer anti-terorisme multilateral yang diadakan sekali setiap dua tahun dalam kerangka kerja SCO, dan ditujukan untuk menghalangi tiga kekuatan: terorisme, dan ekstremisme serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan SCO.

Latihan militer gabungan "Misi Perdamaian" telah membentuk sebuah merek/brand, dan jumlah negara yang berpartisipasi terus bertambah, skalanya terus meluas, dan jenis senjata juga meningkat. Metodenya terus diperkaya, dapat dikatakan bahwa mengadakan latihan gabungan ini telah bertindak sebagai efek gentar (deterrent) yang efektif terhadap ancaman "tiga kekuatan" pada keamanan kawasan.

Dalam beberapa tahun terakhir, situasi keamanan di kawasan SCO terus menghadapi tantangan baru. Setiap anggota diharuskan tetap fokus pada isu-isu baru seperti keamanan informasi, keamanan energi, keamanan ekologi, dan keamanan finansial, dan selalu berhubungan dalam kerangka kerja sama.

Latihan Kontraterorisme Cyber SCO Tahun 2017


Diatas ini adalah latihan kontraterorisme cyber SCO yang diadakan pada tahun 2017. Dengan koordinasi dewan-dewan kelompok terorisme regional, semua otoritas yang relevan dari negara-negara anggota segera memulai melakukan operasi gabungan untuk mencari dan melacak informasi peradangan (inflammatory information) atau propaganda yang disebarkan oleh anggota kelompok teroris. 

Yang melibatkan aktivitas seperti penanganan informasi, investigasi dan mendapatkan bukti-bukti, melakukan penilaian informasi berdasarkan hukum negara mereka masing-masing, dan dengan cepat memverifikasi identitas teroris dan bidang kegiatan hingga pada akhirnya berhasil menangkap dan mengeliminasi ancaman dari kelompok teroris ini.

Yevgenly Sysoyev, Direktur Komite Eksekutif Struktur Anti-Teroris Resimen SCO mengatakan: "Latihan ini telah mengajarkan otoritas dari masing-masing negara anggota banyak sekali. Kami dapat memeriksa peraturan hukum kami saat ini, dan di samping itu, telah memberikan pengalaman implementasi untuk semua jenis kerja sama."

"Peace Mission-2018" yang berlangsung di paruh kedua tahun ini akan diadakan di Rusia. Baru-baru ini, kelompok ahli telah mengadakan putaran konsultasi ketiga untuk membuat persiapan rinci untuk latihan ini.

Konsepnya adalah prekursor dari tindakan. Selama 17 tahun, SCO secara berangsur-angsur mengukir model kerjasama keamanan kolektif yang baru, model tata kelola keamanan yang memperlakukan baik gejala maupun akar masalah, dan membuat kontribusi besar bagi keamanan Asia Tengah.

Saat ini, konsep keamanan baru yang diusulkan tidak hanya menggunakan metode militer, tetapi juga menggunakan metode komprehensif --- metode ekonomi, metode politik, dan metode budaya.

Itu berarti SCO akan menggunakan beberapa metode untuk menangani ancaman umum yang mereka hadapi. Mereka ingin mengejar suatu keamanan bersama, bukan hanya keamanan negara mereka sendiri. Mereka berharap tetangga mereka juga aman, dan mereka juga menginginkan kerja sama keamanan, dengan menggunakan dialog dan konsultasi untuk menyelesaikan masalah yang muncul, daripada menggunakan metode militer yang konfrontatif, kekerasan dalam memecahkan masalah.

Hal lain adalah keamanan yang berkelanjutan. Makna dari keamanan yang berkelanjutan adalah ketika menghadapi masalah keamanan, mempertimbangkan tidak perlu menyelesaikannya dengan pendekatan keamanan. Misalnya, tiga kekuatan ---pertanahan yang penting bagi mereka adalah jika ada masalah yang cukup besar dengan ekonomi lokal. 

Mengingat masalah semacam ini, mereka perlu menggunakan metode komprehensif seperti mengembangkan ekonomi secara besar-besaran untuk mencapai keamanan sejati.

Pembangunan adalah "kunci utama" untuk menyelesaikan masalah keamanan. Jika mereka ingin mempertahankan keamanan dan stabilitas negara-negara anggota secara mendasar, kuncinya adalah mempromosikan pembangunan kolektif di dalam kawasan SCO. Ini yang menjadi pandangan mereka.

Eurasia adalah benua terbesar di dunia dengan populasi terbesar. Total ekonominya menguasai lebih dari setengah ekonomi global dan memiliki total perdagangan ekspor lebih dari 60% dari dunia, merupakan pasar dengan potensi yang besar.

Selama KTT UFA pada bulan Juli 2015, negara-negara anggota mencapai konsensus mengenai pembangunan  "Belt and Road," secara kolektif, menandai fase baru pembangunan terpadu dengan "Belt and Road" untuk kerja sama ekonomi kawasan SCO.

Situasi Ekonomi Tajikistan

Sumber: World Atlas
Sumber: World Atlas

Diatas adalah letak negara Tajikistan di Asia Tengah. Meskipun Tajikistan kaya akan sumber daya, karena infrastrukturnya yang belum berkembang, selalu terganggu oleh kelangkaan listrik.

Di masa lalu, Tajikistan terutama mengandalkan stasiun pembangkit listrik tenaga air domestik untuk menghasilkan listrik, tetapi selama musim kemarau di musim dingin, pembatasan pemakaian listrik nasional dan penghentian menggunakan pemanasan adalah hal biasa.

Bahkan ibu kota Dushanbe hanya dapat dipasok listrik selama empat jam sehari, dan penduduk harus bergantung pada membuatan perapian untuk diri mereka sendiri agar menjadi hangat.

Pada bulan Desember 2016, Pembangkit Listrik Tenaga Thermal No.2 di Dushanbe telah selesai dan dioperasikan oleh Perusahaan TBEA Tiongkok, hal ini menyelesaikan masalah kekurangan pasokan listrik dan pemanasan musim dingin Dushanbe.

Wang Yanghao, Manajer Teknik Pembangkit Listrik Termal No.2 TBEA, menceritakan: Dushanbe adalah kota terbesar di Tajikistan, dan dibagi menjadi bagian utara dan selatan. Bagian utara memiliki pembangkit Khujand, yang menggunakan grid era Soviet yang melingkar, grid 500 kilovolt di Asia Tengah.

Jadi setelah Uni Soviet bubar, tidak ada lagi saluran yang menghubungkan utara dan selatan. Ini juga merupakan jalur trafo 500 kilovolt yang beroperasi dari selatan ke utara sehingga Perusahaan TBEA Tiongkok mulai mempersiapkan pekerjaan penyambungan saluran pada tahun 2005 dan secara resmi dimulai pada tahun 2006. Saluran ini menyelesaikan masalah hubungan antara grid utara dan selatan Tajikistan.

Bagi rakyat Tajikistan, 15 Januari 2017 adalah hari bersejarah. Pemerintah Tajikistan mengakhiri larangan untuk membatasi listrik, yang berarti bahwa mulai hari itu, Tajikistan dapat mengucapkan  selamat perpisahan untuk sejarah listrik yang tidak tercukupi.  Di masa lalu, listrik dibatasi pemakaiannya di musim dingin, kini mereka bisa duduk dan menonton televisi setiap malam baik di musim dingin maupun di musim panas.

Inisiatif "Belt and Road" menjadi satu titik yang digunakan untuk mempromosikan keseluruhan aspek, dan secara bertahap membentuk saluran kerja sama regional ke daerah, menyediakan konsep pengembangan baru dan model kerjasama untuk kerjasama ekonomi SCO, dan menciptakan peluang dan pijakan baru untuk meluncurkan kerja sama pragmatis, lintas berbagai sektor dalam kerangka SCO.

Pada saat yang sama, juga melakukan penguatan kerja sama keamanan dalam SCO sehingga telah berhasil menjamin kerja sama ekonomi dan perdagangan antara negara-negara anggota serta keamanan dan hubungan ekonomi untuk mendorong kemakmuran dan pembangunan regional.

Chakhart Nuryshev, Duta Besar Kazakhstan untuk Tiongkok menyatakan: Inisiatif "Belt and Road" yang diusulkan Tiongkok sangat mirip dengan konsep SCO tentang memacu perkembangan ekonomi. 

Karena itu, SCO bisa menjadi platform yang baik untuk menerapkan "Belt and Road," dan anggota SCO semua mendukungnya, karena mereka bekerja-sama dengan Tiongkok di negara mereka sendiri untuk bersama-sama melaksanakan proyek yang terkait dengan "Belt and Road" ini untuk lebih memacu perkembangan ekonomi. Bersama-sama melaksanakan proyek-proyek yang membantu memacu perkembangan ekonomi lebih lanjut di setiap kawasan dan Tiongkok.

Vladimir Putin Prseiden Rusia mengatakan: Kami selalu mendukung inisiatif ini. Inisiatif "Belt and Road" Presiden Xi Jinping. Inisiatif ini sesuai dengan upaya kami untuk membangun Uni Ekonomi Eurasia, Inisiatif Presiden Xi Jinping lebih global. Dan tujuannya adalah untuk mempromosikan kerja sama dan pengembangan antara semua negara dan benua. Kami juga memiliki inisiatif untuk kerjasama ekonomi umum di Eurasia. Saya percaya bahwa ketika keduanya digabungkan, mereka akan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Karena gelombang proteksi perdagangan dan anti-globalisasi saat ini meningkat, dalam lingkungan internasional yang kompleks keamanan regional yang tidak stabil dan kebijakan luar negeri AS yang terus berubah-ubah, keberadaan SCO memainkan peran penting dalam stabilitas dan pembangunan regional dan memiliki pengaruh positif terhadap daerah sekitarnya.

Prospek SCO Yang Dipandang Menjanjikan

"Shanghai Spirit" sudah melewati sekian waktu, dan kini diharapkan bersinar di Qingdao. Konsep harmoni dan kerja sama menanggapi pertanyaan tentang waktu, dan mencontohkan kebijaksanaan Timur.

Dari Bishkek hingga Dushanbe, dari Ufa ke Tashkent hingga Astana, Tiongkok tampaknya terus mengusulkan serangkaian rencana Tiongkok untuk pengembangan SCO yang telah menarik perhatian dunia.

Setelah 17 tahun uji coba dan turbulensi, secara tidak sadar, SCO telah mendekati "masa dewasa." Melihat kembali pertumbuhan SCO tahun-tahun ini, pengembangan SCO itu sendiri telah menjadi mekanisme kooperatif baru yang telah muncul ketika sistem internasional telah mengalami perubahan menjadi suatu kekerasan.

Faktanya, ketika SCO pertama kali muncul, itu terjadi pada masa Shanghai Five, dan itu terutama difokuskan pada konflik regional yang muncul di Asia Tengah, termasuk ancaman keamanan non-tradisional.

Pada tahun 2001, setelah Uzbekistan bergabung dengan SCO, pada saat itu, untuk sementara waktu, pengembangan SCO adalah untuk mencegah kekuatan-kekuatan besar regional dari penataan kekuasaan di Asia Tengah, termasuk dengan revolusi warna. 

(Colour revolution, untuk menggambarkan gerakan yang terkait dengan berkembang di beberapa negara bekas Uni Soviet dan Balkan selama awal tahun 2000an. Para peserta dalam revolusi warna kebanyakan menggunakan perlawanan non-kekerasan, yang juga disebut perlawanan sipil. Metode-metode seperti demonstrasi, pemogokan dan intervensi telah dimaksudkan sebagai protes terhadap pemerintah yang dianggap korup dan / atau otoriter, dan untuk membela demokrasi; dan mereka juga telah menciptakan tekanan kuat untuk perubahan. Gerakan-gerakan ini umumnya mengadopsi warna atau bunga tertentu sebagai simbolnya. Revolusi warna sangat penting untuk peran penting organisasi non-pemerintah (LSM) dan terutama aktivis mahasiswa dalam mengatur perlawanan kreatif non-kekerasan.)

Setelah 2011 dan 2012 khususnya, antisipasi untuk SCO meningkat, dan baru setelah itu peran SCO perlahan berkembang dari Asia Tengah ke seluruh jantung Eurasia, yang terhubung ke cakupan yang lebih luas dari Asia Barat ke Asia Selatan.

Selain masalah menjaga keamanan, SCO juga mulai mempertimbangkan untuk mempromosikan integrasi regional, meneruskan obor perdamaian dari di sektor ekonomi.

Meneruskan obor perdamaian dari generasi ke generasi, mempertahankan pembangunan dan membuat peradaban berkembang: inilah yang diinginkan orang-orang dari semua negara; itu juga tanggung jawab negarawan generasi kita yang harus memikulnya.

Dan proposisi (yang diusulkan) Tiongkok adalah: membangun komunitas masa depan bersama bagi umat manusia dan mencapai pembangunan bersama dan berbagi secara win-win.

Jadi, peran seperti apa yang dimainkan oleh SCO dalam mempromosikan pembangunan komunitas masa depan bersama bagi umat manusia?

Pada 8 Juni lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing untuk mengadakan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok. Presiden Tiongkok Xi Jinping, di Aula Emas Balai Besar Rakyat, mempersembahkan Putin dengan Mendali Persahabatan Pertamanya yang pertama kalinya dari Republik Rakyat Tiongkok (Friendship Medal of the People Republic of China.).

Sumber: www.bjreview.com + Ministry of National Defense + Pakistan Defence
Sumber: www.bjreview.com + Ministry of National Defense + Pakistan Defence

Saat ini, hubungan Rusia-Tiongkok berada pada titik terbaik dalam sejarah, dengan interaksi yang sering antara tingkat senior mereka.

Dengan melihat masa lalu, Dubes Rusia untuk Tiongkok Andrey Denissov mengatakan bahwa sejak Xi Jinping menjadi Presiden Tiongkok pada tahun 2013, ia telah mengadakan sekitar 25 pertemuan dengan Presiden Putin, untuk frekuensi pada sedikitnya lima pertemuan per tahun.

Perkembangan dan pertumbuhan SCO telah memunculkan kepercayaan strategis bersama antara Rusia dan Tiongkok, dan kepercayaan strategis bersama antara Tiongkok dan Rusia juga secara besar-besaran mempromosikan dan mengarahkan pengembangan SCO.

Pada 2017, SCO mencapai ekspansi pertama sejak didirikannya. Sementara perluasan itu menginfuskan organisasi dengan darah baru, itu juga membawa masalah bagaimana secara efektif mengintegrasikan anggota baru dan lama satu sama lain.

Dan kepercayaan strategis bersama antara Tiongkok dan Rusia telah bertindak sebagai teladan luar biasa bagi anggota lain untuk menjembatani perbedaan mereka.

Baru-baru ini, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan kepala Grup Media Tiongkok Shen Haixiong. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan optimisme tentang prospek perkembangan SCO setelah ekspansi.

Putin mengatakan: Setelah India dan Pakistan secara resmi bergabung, dan bekerja resmi, sangat jelas bahwa SCO telah menjadi organisasi global. Tentu saja, kami tidak melakukan ini untuk menentang negara lain, kami melakukannya untuk memastikan kerja sama yang komprehensif antara negara kami dengan negara-negara lain di berbagai aspek, dan untuk menghubungkan kekuatan yang kuat dari negara-negara ini ---tidak diragukan lagi akan menjadi faktor penting dalam pertumbuhan kita sendiri, dan faktor yang akan mempengaruhi situasi global.

Mayoritas negara-negara anggota, negara-negara pengamat, dan negara-negara mitra dialog semuanya telah terhubung dan bekerja sama dengan "Belt and Road." Dalam berbagai aspek, pada tahun 2014, SCO menandatangani "Perjanjian Antarpemerintah tentang Transportasi Lintas Batas" dan ditandatangani "Perjanjian Fasilitasi Angkutan Jalan Internasional," meningkatkan jumlah penerbangan antara Tiongkok dan negara-negara Asia Tengah setidaknya 10 kali lebih dari 10 tahun sebelumnya.

Tiongkok telah menetapkan setidaknya 21 zona kerja-sama perdagangan dan ekonomi asing di negara-negara SCO.

Melalui platform SCO, banyak kebijakan yang menguntungkan negara dan masyarakat dalam Inisiatif "Belt and Road" telah di-implementasikan dan mempromosikan pembentukan komunitas kepentingan regional.

SCO sebenarnya telah memainkan peran penting, dari kepala negara sampai perdana menteri, sampai tingkat menteri, ada banyak pertemuan setiap tahun, dan pertemuan diadakan untuk menyelesaikan banyak isu.

Mereka telah menandatangani banyak perjanjian dalam berbagai pertemuan, termasuk standar, perjanjian ekonomi dan perdagangan, perjanjian mata uang, perjanjian interkoneksi, perjanjian saluran pipa, dan banyak lagi ---semuanya telah diselesaikan dalam frekuensi ini, regional dan pertemuan multilateral.

Dari 16 Mei hingga 17 Mei tahun ini, Pertemuan Menteri Budaya ke-15 dari Negara Anggota SCO diadakan di Sanya, di mana 8 delegasi dari negara-negara anggota telah menandatangani 2018-2020 Rencana Eksekutif berdasarkan Perjanjian Kerjasama Budaya Internasional untuk "Negara-negara Anggota Organisasi Kerjasama Shanghai" dengan tujuan pelaksanaan setiap proyek budaya dalam pertukaran budaya dan kerja sama.

Padma Lochan Sahu Sekretaris Bersama Kementerian Kebudayaan Republik India mengatakan: Itu adalah titik yang mengikat. Ini mengikat setiap bangsa dan rakyat bangsa-bangsa. Jadi hati dan jiwa dari hubungan itu dalam budaya. Oleh karena itu, penting sebelum Anda memulai perdagangan Anda, pendidikan Anda, atau bidang komersil dan perdagangan Anda serta yang lain-lain.

SCO Dalam Situasi Terkini

Dalam beberapa tahun terakhir, dipengaruhi oleh gejolak di Timur Tengah, ekstremis Asia Tengah telah mengalir keluar ke negara-negara (Timteng) dan kembali ke negara mereka, dan dua rute pergerakan ini saling berhubungan. 

Untuk menghadapi ancaman keamanan yang bisa dilakukan oleh "arus keluar" dan "arus balik" dari ekstremis Asia Tengah ini, anggota SCO masih perlu untuk lebih memperkuat kontrol perbatasan pada landasan meningkatkan pencegahan serangan teror domestik, pengawasan, dan penyerangan, untuk mempromosikan pendalaman kontraterorisme regional, pembangunan di semua aspek.

Meskipun SCO telah membuat pencapaian penting karena telah tumbuh menjadi dewasa, lingkungan eksternal saat ini sekali lagi membawa tantangan baru.

Pada 31 Mei lalu, waktu setempat, Washington D.C. mengumumkan bahwa mulai 1 Juni, akan meningkatkan tarifnya untuk produk baja dan aluminium dari Uni Eropa, Kanada dan Meksiko masing-masing 25% dan 10%.

Kurang dari 24 jam setelah informasi itu dirilis, Kanada mengeluarkan daftar pembalasan terhadap AS untuk 12,8 miliar USD dalam produk. Pada hari yang sama, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan bahwa "Uni Eropa akan mengambil tindakan balasan dalam beberapa jam ke depan."

Meksiko juga melakukan perlawanan, dengan membidik daftar sanksi pada pemilih AS yang mendukung Trump.

Sejak Donald Trump memimpin AS dan meninggalkan beberapa kelompok, ke AS yang telah mengayun-ayunkan tongkat besar dengan "perang dagang", beberapa analis telah menunjukkan bahwa "proteksionisme populisme AS sedang menuju titik ekstrem."

Dalam keadaan demikian, bagaimana SCO mengkalibrasi arahnya dalam situasi internasional yang penuh kekacauan ini, dan bagaimana SCO terus berkembang di bawah arahan "Shanghai Spirit" dan kebijaksanaan SCO adalah masalah untuk dipertimbangkan dan menjadi tugasnya untuk membimbing semua anggota SCO.

Memang benar bahwa tren internasional saat ini semuanya cukup kompleks dan selalu berubah-ubah. Ada banyak faktor yang tidak pasti dan tidak stabil, terutama dengan gelombang anti-globalisme yang meningkat di antara kekuatan di Barat. AS secara sepihak melakukan apa yang diinginkannya, yang merupakan ancaman besar bagi stabilitas tatanan internasional dan tren global, jadi dalam situasi semacam ini, apa yang SCO harus lakukan, menurut pandangan mereka harus tetap melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, dan mempromosikan multi-polarisasi dunia, mempromosikan demokratisasi hubungan internasional, dan memegang tinggi bendera multilateralisme.

SCO harus memberikan kepada dunia dengan kekuatan yang lebih positif, dan lebih banyak faktor positif. Seharusnya menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan oleh SCO. Demikian menurut pandangan para analis pencinta perdamaian dan yang menghendaki tata kelola global yang lebih baik dan adil.

Sumber: Media TV dan Tulisan Dalam dan Luar Negeri

kompas.com || sputniknews.com || japantimes.co.jp || chinausfocus.com || unchronicle.un.org || xinhuanet.com || news.cgtn.com || firstpost.com