Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Money

Jalur Sutra Maritim Zaman Kuno (3)

6 April 2016   22:26 Diperbarui: 6 April 2016   22:55 238
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hanpir tidak terbayangkan bagaiman Zheng He mengomandoi dan mengendalikan armada yang begitu besar, dengan kondisi komunikasi pada saat itu, dimana belum ada radio untuk saling berhubungan, sehingga bagaimana mengatur konvoi armada ini tetap dalam formasi yang di-inginkan. Tidak ada catatan atau dokumen sejarah yang tersedia untuk itu.

Sehingga Gavin Menzies, seorang mantan Perwira AL Inggris dalam bukunya “1434 The Year A Magnificent Chinese Fleet Sailed To Italy And Ignited The Renaissance” ada menuliskan, suatu ketika pada tahun 1968, dia pernah ditunjuk oleh Admiralm Gaffin untuk mengkomandoi Armada royal Navy untuk Timur Jauh dalam operasi sehari-hari sebanyak 20 kapal. Dia menyadari betapa sulitnya mengontrol 20 kapal yang sering dengan tiba-tiba badai datang di Laut Tiongkok Selatan, yang jarak pandang menjadi hanya beberpa meter. Jarak pandang merupakan ancaman, sehingga armada harus terus mereposisikan diri.

Dan pengalaman Menzies terulang ketika mengomandoi HMS Rorqual, ketika melakukan simulasi dimana seolah-olah HMS Onslauht (kapal selam) tenggelaqm di dalam laut. Rorqual tiba pertama di lokasi, untuk suatu saat, latihan sejenak dengan operasi Armada Far East tanpa radio dan comunikasi satelit. Dia merasa sulit sekali mengendalikan formasi armadanya yang hanya 20 kapal yang terdiri dari berbagai macam kapal itu. Mneurutnya mungkin jika daalam perairan sedang tenang akan tidak terlalu sulit untuk mengontrolnya.

Dari situ Menzies membayangkan bagaimana, para admiral Zheng He pada zaman itu tanpa teknologi radio seperti sekarang dengan armada besar yang hanya mengadalan gong, bell, genderang, merpati, dan kembang api. ( lihat buku ini di halaman 12).

Para ahli hanya bisa berspekulasi menurut bahan yang relevan, pada angkatan laut zaman Ming, yang memberi komando dan perintah dengan sinyal bendera di siang hari, yang mirip dengan komunikasi melalui sinyal bendera yang diadopsi oleh kapal-kapal modern. Pada malam hari, awak kapal di kapal masing-masing yang berbeda berkomunikasi melalui lentera. Posisi dan jumlah lentera menunjukkan tingkat dan formasi kapal. Jika visibilitas kurang baik dalam cuaca berawan dan berkabut atau hujan, mereka hanya bisa memberi komando dan perintah dengan memukul gong dan genderang. Cara ini yang mungkin digunakan Zheng He dalam mengomandoi armadanya selama ekspedisi.

Namun armada Zheng He menyebar ribuan meter di laut, sehingga ia harus memperbaruhi dan menambah sesuatu yang berbeda untuk cara ini.

Pada zaman Ming Diansti, Tiongkok menyaksikan terobosan baru dalam teknologi maritim dan navigasi. Armada besar Zheng He yang berlayar di laut dengan bantuan alat navigasi yang paling canggih dan teknologi pada zaman itu.  Selain dengan navigasi darat, mereka juga mengadopsi navigasi lain seperti gambar bintang dan kompas.

Ada perbedaan antara gambar bintang operasi laut dan beberapa cara navigasi lainnya seperti Liang Tian Chi (量天尺) di masa lalu. Selain Polaris (bintang utara), bintang lainnya juga diamati, data yang berbeda dibandingkan untuk mendapatkan data navigasi yang lebih akurat dan memastikan porgram yang benar.

[caption caption="Ilustrasi dari www.youtube.com"]

Teknologi navigasi astrnomi juga terjadi kemajuan pada periode ini. Lebih dari 70 indeks telah ditandai di “Bagan atau Peta Navigasi Zheng He” dengan nilai-nilai numerik dari bintang dalam gambaran operasi laut. Yang digambarkan ketinggian laut dan ukuran bintang untuk menetukan lokasi armada.

[caption caption="viewofchina.com"]

Namun dalam kenyataannya kemanjuan ini masih mengambil Polaris serta bintang lainnya sebagai obyek referensi. Kadang-kadang juga masih mengukur dua bintang sekaligus untuk memperbaiki satu sama lain agar mendapatkan data yang lebih akurat, pada semua rute utama di “Peta Navigasi Zheng He”. Mereka berlayar menurut sudut arah yang ditunjukan oleh kompas maritim.

Situasi perairan yang berbeda akan sangat berbeda ketika berlayar di laut, sehingga cara navigasi harus berubah dan disesuaikan berdasarkan keadaan khusus pada aspek yang berbeda. Dengan kemanjuan yang terus meningkat, aplikasi komposit cara navigasi, ekspedisi laut Zheng He bisa menyelesaikan tujuh kali ekspedisi laut dengan berhasil, ini adalh suatu prestasi yang luar biasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun