Mohon tunggu...
Maich
Maich Mohon Tunggu... Editor - IG :@maichel_kabak

Bukan Penulis Tapi Suka Menulis

Selanjutnya

Tutup

Bola

Dan Akhirnya Prancis Mematahkan Kutukan Piala Dunia

5 Desember 2022   12:49 Diperbarui: 5 Desember 2022   13:18 234
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto : //Edit Pixart 2022

Piala Dunia Qatar ; Gelaran Bergengsi 4 Tahunan yang disebut dengan piala dunia yang kali ini diadakan di Qatar, dari 21 November hingga 18 Desember 2022 itu Tim asuhan Didier Deschamps itu berhasil mematahkan Kutukan dunia, yang kerap kali dialami oleh tim tim yang lainnya seperti beberapa Contoh di bawah ini;

Juara Bertahan Selalu Gagal di Penyisihan Grup Piala Dunia Berikutnya.

1998 : Memenangkan Piala Dunia
2002 : Tersingkir di babak penyisihan grup


2002 : Memenangkan piala dunia
2006 : Tersingkir di babak penyisihan

2006 : Memenangkan piala dunia
2010 : Tersingkir di babak penyisihan grup

2010 : Memenangkan piala dunia
2014 : Tersingkir di babak penyisihan grup

2014 : Memenangkan piala dunia
2018 : Tersingkir di babak penyisihan grup

2018 : Memenangkan piala dunia
 2022 :

Dengan kutukan tersebut banyak pengamat sepakbola dunia mengatakan bahwa Prancis sebagai juara bertahan akan gugur di babak penyisihan Group. Namun kenyataan berkata lain yang kemudian Prancis yang tergabung dalam Group D, Berhasil lolos dengan status Juara Group D. dengan prestasi itu Hugo Lloris dan kawan kawan membuat sejarah baru. Kutukan yang berlangsung selama 24 Tahun itu tidak lagi ada, bisakah untuk selanjutnya Prancis berhasil membawah pulang piala Dunia itu kembali ke Prancis 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun