Mohon tunggu...
Mahligainisa Rahman
Mahligainisa Rahman Mohon Tunggu... Mahasiswa - Currently persuing education as a student at Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta faculty of economics and business majoring in Economics Development.

sekilas informasi.

Selanjutnya

Tutup

Transportasi

Apakah Penerimaan Pajak Motor Memberikan Sumber Pendapatan Asli Daerah di DKI Jakarta?

8 Desember 2021   17:20 Diperbarui: 8 Desember 2021   21:33 89 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
livedoor.blogimg.jp

Provinsi DKI Jakarta merupakan Ibukota Negara Indonesia atau sering disebut sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk yang besar dengan perkembangan ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan dengan berbagai kota lain yang ada di Indonesia, memberikan peluang yang sangat besar salah satunya berdampak bagi kemajuan transportasi, khususnya kendaraan bermotor. Kendaraan motor memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, yang telah dipandang sebagai kebutuhan primer bagi penduduk ibu kota. 

Terlepas dari banyaknya alat transportasi umum yang dapat diakses di DKI Jakarta, masih banyak warga DKI Jakarta yang percaya bahwa memiliki kendaraan pribadi jauh lebih mudah dalam menunjang kehidupan sehari-hari. 

Selain itu masalah kemacetan merupakan salah  satu  dampak  dari  pertumbuhan  penduduk  di  DKI  Jakarta,  tetapi  masalah tersebut   cenderung   memberikan   dampak   positif   terhadap   penerimaan  Pajak Kendaraan Bermotor.

Dikutip dari Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, dimana mencatat penerimaan pajak sepanjang 2020 sebesar Rp 31,9 triliun. yaitu terdiri dari, pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 7,8 triliun. bea balik nama kendaraan bermotor sebesar Rp 3,6 triliun. Dimana pajak kendaraan bermotor pada  tahun  2020 menempati  urutan  pertama.  Hal   itu   menjadikan  pajak  kendaraan bermotor menjadi pajak penerimaan cukup penting bagi pajak daerah.

Menurut Badan Pusat Statistik Pada tahun 2020 mencatat penduduk DKI Jakarta sebanyak 10,56 juta jiwa. Dibandingkan dengan data evaluasi sebelumnya, jumlah penduduk di DKI Jakarta terus bertambah. Tak tertinggal pula, jumlah kendaraan bermotor di Provinsi DKI Jakarta pada 2020 juga bertambah 1,9% atau naik sejumlah  16.141.380 kendaraan dari tahun sebelumnya. 

Dari keterangan data di atas, cenderung terlihat bahwa kendaraan bermotor dapat memberikan dampak yang luar biasa besar terhadap sumber pendapatan asli daerah. Tetapi banyaknya jumlah kendaraan bermotor masih belum bisa untuk mengoptimalkan bagi Pendapatan Asli Daerah. 

Hal ini dikarenakan masih banyak warga yang terkendala secara finansial dalam pungutan pajak dan  tidak adanya keluangan  waktu karena kepentingan nya masing-masing, sehingga berdampak pada tertundanya penerimaan pajak kendaraan bermotor.

Dengan hal itu, terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan pajak kendaraan bermotor di DKI Jakarta yakni :

  1. Pertumbuhan penduduk,  DKI Jakarta sebagai kota dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi karena urbanisasi. Perkembangan penduduk yang semakin banyak membuat DKI Jakarta semakin terhambat dan berdampak pada kemacetan. Dengan kemacetan yang ada saat ini, penduduk DKI Jakarta  mencari moda transportasi yang murah dan mudah  untuk aktivitas sehari-hari mereka. Salah satu alat transportasi yang sederhana dan mudah dijangkau adalah sepeda motor. Tak lupa hal ini memiliki kemampuan tinggi  dalam menghasilkan produk pilihan untuk dapat mempertahankan hasilnya, sehingga masyarakat atau jumlah penduduk dapat mempercepat proses peningkatan pembangunan. Selain itu, pertumbuhan penduduk akan mendukung perluasan minat industri sebagai akibat dari meningkatnya permintaan dari konsumen. Peningkatan kependudukan dapat memberikan tingkat efisiensi yang sangat signifikan . Dengan demikian, akan mendorong laju pertumbuhan kependudukan yang tinggi disertai dengan perubahan-perubahan inovasi dalam  teknologi yang akan mendorong dana tabungan dan juga pemanfaatan skala ekonomi dengan tujuan bahwa hal itu dapat memicu peningkatan dalam kegiatan produksi untuk lebih berkembang. Semakin banyak jumlah penduduk di suatu wilayah provinsi dapat menigkatkan jumlah pendapatan/ukuran gaji   yang diatur  melalui pajak daerah. Oleh karena itu, jumlah penduduk memengaruhi pemasukan pajak daerah atau dengan kata lain semakin tinggi pertumbuhan penduduk berpengaruh positif terhadap penerimaan pajak daerah.
  2. Pertumbuhan ekonomi, DKI Jakarta menjadi salah satu kawasan perkotaan dengan pertumbuhan ekonomi  yang cepat karena terdapat faktor . Salah satu yang menjadi sebuah parameter  pertumbuhan ekonomi adalah daya beli masyarakat. Berdasarkan  hukum permintaan dan penawaran, tingkat penjualan suatu barang juga dipengaruhi oleh adanya daya beli masyarakat. Dengan demikian, tingkat daya beli menjadi salah satu parameter yang dapat mempengaruhi penerimaan pajak kendaraan bermotor. Dengan asumsi apabila daya beli masyarakat meningkat, maka kuantitas pembelian kendaraan bermotor juga akan meningkat dan potensi penerimaan pajak kendaraan bermotor juga akan meningkat. Tingkat kenaikan daya beli masyarakat juga akan berpengaruh terhadap peninngkatan pendapatan  per kapita. Dan selanjutnya pertumbuhan yang cukup tinggi akan mendorong berkembangnya tingkat pemanfaatan potensi penduduk yang bekerja di DKI Jakarta. Jumlah penduduk potensial inilah yang akan memungkinkan untuk membeli kendaraan bermotor. Dengan demikian, perkembangan jumlah kendaraan bermotor ini secara langsung akan mempengaruhi penerimaan pajak kendaraan bermotor di Provinsi DKI Jakarta.
  3. Jumlah Kendaraan Bermotor , jumlah kendaran motor yang luar biasa banyak di Jakarta sangat berdampak terhadap penerimaan pajak kendaraan bermotor, Ibu Kota Jakarta merupakan pusat pemerintahan, pusat perekonomian, pusat pendidikan dan pusat berbagai jenis politik, sosial, moneter, latihan sosial, yang didukung oleh beberapa indikator. DKI Jakarta memiliki banyak potensi yang diharapkan untuk memperoleh pendapatan penerimaan pajak daerah. Pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu pajak kewajiban yang berpotensi karena berdasarkan informasi data  yang diperoleh, penerimaan/pendapatan pajak  kendaraan bermotor terus meningkat setiap tahun . sehingga anggaran  keuangan pendapatan kendaraan bermotor meningkat setiap tahun seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor. Dengan demikian,peningkatan jumlah kendaraan bermotor di DKI Jakarta akan mempengaruhi peningkatan penerimaan   pajak  kendaraan bermotor.

Berdasarkan pembahasan diatas , kita bisa lihat proyeksi penerimaan pajak kendaraan bermotor selain  dipengaruhi  oleh beberapa faktor yang menjadi tax base itu sendiri, seperti : jumlah kendaraan untuk pajak kendaraan motor. Tetapi ,juga   oleh   faktor-faktor lainnya, seperti makro ekonomi, daya beli masyarakat, kontribusi  penambahan  kendaraan .

Tetapi, adanya pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia terutama daerah DKI Jakarta pada awal tahun 2020 menyebabkan penerimaan pajak kendaraan motor DKI Jakarta menurun, Total penerimaan PKB tahun 2019 sebesar Rp 8,8 triliun,  dan di tahun 2020 sebesar 7.8 triliun. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Transportasi Selengkapnya
Lihat Transportasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan