Mohon tunggu...
Mahir Martin
Mahir Martin Mohon Tunggu... Guru, Aktivis dan Pemerhati Pendidikan

Penulis: Satu Tahun Pembelajaran Daring, Dirayakan atau Disesali? (Penerbit Deepublish, 2021); Hikmah Pandemi Covid-19 Relevan Sepanjang Masa (Guepedia, 2021); Motto: Reflection Notes: Ambil hikmahnya...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Cita-cita dan Realita

30 Mei 2021   05:15 Diperbarui: 30 Mei 2021   07:01 131 3 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cita-cita dan Realita
Sumber: lpmhayamwuruk.org

Bicara tentang cita-cita, yang terbersit dalam pikiran kita biasanya tentang profesi masa depan. Ketika ditanya, "Apa cita-citamu?" Pasti ada yang menjawab mau jadi dokter, guru, atau presiden.

Namun sebenarnya, cita-cita memiliki arti yang lebih luas. Dalam KBBI, cita-cita didefinisikan sebagai keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran.

Artinya, cita-cita itu tidak mesti berhubungan dengan profesi, dan juga tidak mesti berhubungan dengan masa depan. Apa yang selalu kita pikirkan itulah yang namanya cita-cita.

Tentang Cita-cita

Sebagai manusia, pastinya banyak yang kita pikirkan, tetapi semuanya tidak mesti menjadi cita-cita. 

Di sisi lain, cita-cita juga semestinya tidak hanya satu. Lebih baik kita memiliki beberapa cita-cita, tetapi kita harus mampu memprioritaskannya, menyesuaikannya dengan realita dalam kehidupan kita.

Sejatinya, cita-cita itu masih bersifat harapan, keinginan, bahkan mimpi atau angan-angan. Yang sebenarnya kita hadapi dalam kehidupan adalah realita.

Terkadang realita berhimpitan dengan cita-cita. Namun kebanyakan yang sering kita hadapi adalah ketika realita bertolak belakang dari cita-cita.

Beruntung bagi seseorang yang cita-citanya berhimpitan dengan realita. Jika ini terjadi, hidup dipenuhi kebahagiaan, bagaikan hadiah terindah yang diberikan Tuhan.

Bagaimana bagi seseorang yang cita-citanya bertolak belakang dengan realita? Apakah ia harus mengubur cita-citanya? Atau lari dari realita hanya untuk mewujudkan cita-citanya?

Jika kita harus memilih antara realita dan cita-cita, rasanya kita akan sulit memutuskannya. Cita-cita pasti yang utama, tetapi kita tidak bisa menafikan realita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN