Mohon tunggu...
Mahir Martin
Mahir Martin Mohon Tunggu... Guru - Guru, Aktivis dan Pemerhati Pendidikan

Penulis: Satu Tahun Pembelajaran Daring, Dirayakan atau Disesali? (Penerbit Deepublish, 2021); Hikmah Pandemi Covid-19 Relevan Sepanjang Masa (Guepedia, 2021); Catatan dari Balik Gerbang Sekolah untuk Para Guru (Guepedia, 2022); Motto: Reflection Notes: Ambil hikmahnya...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Berbagai Macam Perubahan

22 Mei 2021   14:19 Diperbarui: 22 Mei 2021   14:20 204
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: www.emplois.ca

Beberapa hari terakhir ini, saya banyak mendengar kata "Perubahan". Di kolom yang saya baca, di webinar, dan di ceramah agama yang saya ikuti banyak yang mengambil tema perubahan. Ada yang membicarakan perubahan suasana, perubahan pola, dan juga perubahan pada diri.

Bulan Ramadan dan setelah Ramadan memang identik dengan perubahan. Meskipun Ramadan sudah seminggu lebih terlewati, momen perubahan itu masih sangat kita rasakan dampaknya. Ditambah lagi perubahan yang terjadi setelahnya, membuat kita tak bisa lepas dari perubahan.

Perubahan Ramadan dan Lebaran

Yang paling terasa adalah perubahan pola makan. Seperti halnya di awal Ramadan dimana pola makan kita berubah drastis, sehabis Ramadan juga tak beda. 

Perubahan pola makan seolah menjadi siklus tahunan yang berubah di bulan Ramadan, kemudian kembali ke pola lama setelah Ramadan usai.

Yang berbahaya adalah ketika kita melakukan balas dendam. Makanan yang kita inginkan dan tak sempat kita makan ketika puasa, sekarang bisa kita cicipi semua. 

Dari mulai makanan berlemak, gorengan, sampai kue manisan semua kita makan. Sampai perut seolah tak berhenti bekerja.

Jika hal ini tak terkontrol bisa sangat membahayakan kesehatan. Level kolesterol, gula darah, dan lemak dalam tubuh semuanya bisa naik signifikan. 

Akibatnya, kesehatan tubuh menjadi menurun. Ujung-ujungnya harus bertemu dokter untuk berkonsultasi.

Perubahan juga bisa kita amati pada momen hari raya idul fitri, hari lebaran yang selalu membawa kesan kebahagiaan. 

Setiap kita mudik, ada saja yang berubah. Yang pasti, keponakan bertambah banyak, bahkan beberapa diantaranya sudah beranjak dewasa, tanpa kita sadari. Yang paling terasa, orangtua kita yang setiap lebaran semakin terlihat menua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun