Mohon tunggu...
Mahir Martin
Mahir Martin Mohon Tunggu... Guru, Aktivis dan Pemerhati Pendidikan

Penulis: Satu Tahun Pembelajaran Daring, Dirayakan atau Disesali? (Penerbit Deepublish, 2021); Hikmah Pandemi Covid-19 Relevan Sepanjang Masa (Guepedia, 2021); Motto: Reflection Notes: Ambil hikmahnya...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kenali Potensi Diri

30 Maret 2021   21:59 Diperbarui: 30 Maret 2021   22:38 109 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kenali Potensi Diri
Ilustarsi Mengenali Potensi Diri (shutterstock.com)

"Potensi diri itu bukanlah sebuah hasil, tetapi sebuah proses kehidupan. Proses yang membutuhkan waktu yang panjang," itu sekelumit kalimat inspiratif yang disampaikan Ariana Maharani, alumni angkatan pertama di SMAN Banua Kalsel.

Hari Minggu lalu, Ariana, yang berstatus dokter muda ini, diundang sebagai salah satu pembicara pada webinar SCUBA 3.0 yang mengangkat tema "Kenali Potensi Diri Sebelum Memulai Perjalanan Meraih Mimpi."

Seminar SCUBA 3.0

SCUBA sendiri adalah singkatan dari Science Olympiad and Culture Banua Expo. Acara ini diselenggarakan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN Banua Kalsel bekerja sama dengan alumni pada setiap tahunnya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) sekolah.

Biasanya, pada acara ini diadakan beberapa kegiatan seperti lomba sains, eksibisi budaya, dan pameran kampus. Pada acara puncak penutupan diadakan seminar dengan mengangkat berbagai tema pendidikan dan remaja.

Tahun ini, semua kegiatan lomba dan pameran kampus dilaksanakan secara online. Begitu juga seminar pada acara penutupan juga dilaksanakan secara online.

Tema webinar yang diangkat panitia tahun ini memang sangat menarik. Selain menarik, tema ini juga sangat penting bagi remaja seusia peserta.

Remaja seusia SMA memang seharusnya sudah mengenali potensi pada dirinya. Bahkan mereka seharusnya sudah memulai meniti jalan untuk meraih mimpi-mimpinya di dalam kehidupan.

Mengenali potensi diri sejatinya memang sudah dimulai ketika anak baru beranjak ke fase remaja awal. Yaitu pada kisaran usia ketika anak berada di bangku SMP. 

Hal ini juga yang diceritakan Ariana. Ia mulai bercita-cita menjadi dokter sejak dirinya duduk di bangku SMP. Menurut ceritanya, ia ingin menjadi dokter karena melihat kurangnya tenaga dokter perempuan di klinik kandungan yang ada di dekat rumahnya.

Dengan berjalannya waktu, minat Ariana menjadi seorang dokter sempat goyah. Dikala duduk di bangku SMA, Ariana menekuni olimpiade bidang ekonomi yang membawanya meraih medali perunggu di ajang Olimpiade Sains Nasional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN