Mohon tunggu...
Mahir Martin
Mahir Martin Mohon Tunggu... Guru - Guru, Aktivis dan Pemerhati Pendidikan

Penulis: Satu Tahun Pembelajaran Daring, Dirayakan atau Disesali? (Penerbit Deepublish, 2021); Hikmah Pandemi Covid-19 Relevan Sepanjang Masa (Guepedia, 2021); Motto: Reflection Notes: Ambil hikmahnya...

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Indonesia, 4 Potensi "Badai" di Penghujung Tahun

8 Desember 2020   16:26 Diperbarui: 8 Desember 2020   16:29 240 8 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi badai (KOMPAS/AGUS SUSANTO) 

Sudah 3 malam berturut-turut di tempat saya tinggal turun hujan disertai dengan angin yang sangat kencang. Saya khawatir dan cemas akan terjadi badai besar.

Tempat saya tinggal ini memang rawan terjadi badai atau lebih dikenal dengan nama angin puting beliung. Beberapa tahun lalu, saya sempat merasakan terjadinya angin puting beliung di sini. Dampaknya sampai merusak bangunan yang ada di daerah kami. Untungnya, badai masih skala kecil sehingga tidak terlalu membahayakan.

Bulan-bulan di penghujung tahun memang bertepatan dengan musim penghujan. Bulan-bulan ini identik dengan naiknya curah hujan di atas normal. Hujan lebat terjadi dimana-mana, bahkan di beberapa daerah sudah terjadi banjir besar. Ada baiknya kita waspada jika ingin berpergian, sedia payung sebelum hujan.

Bicara tentang badai, beberapa hari ini kondisi negara kita juga berpotensi mengalami badai besar. Badai yang saya maksud pastinya bukan badai yang berhubungan dengan cuaca atau kondisi alam. Badai yang saya maksud adalah badai yang berhubungan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Badai yang akan bisa mengganggu ketentraman dan kedamaian bernegara.

Beberapa hari ini, diskursus ruang publik diramaikan dengan isu-isu yang sangat bisa memecah belah negeri ini. Setidaknya ada 4 potensi badai yang mengancam negeri kita yang saya catat.

Pertama, badai corona. Angka kasus positif terus memecahkan rekor harian, angka kematian pun belum terkendali, resesi ekonomi membuat masyarakat semakin cemas dan frustasi menghadapi pandemi corona.

Banyak orang-orang terkenal yang harus terpapar positif. Kepala daerah, public figure, pimpinan ormas, bahkan sampai kepada para menteri pun banyak yang harus terpapar. Mereka terpaksa harus mengisolasi diri. Ada yang tanpa gejala, ada yang harus dirawat di rumah sakit.

Terkait kabar para menteri yang terpapar, ada sedikit kecenderungan politisasi. Tersebar isu bahwa sebenarnya banyak para menteri yang terpapar, namun tidak mengumumkan dirinya terpapar, terkesan ditutup-tutupi. Bagi kita orang awam, mungkin hal ini tidak penting. Bagi politikus dan oposisi, ini bisa dijadikan alat mengkritik pemerintah sebagai pemangku jabatan publik.

Kemarin (7/12/2020), kabar gembira datang dengan datangnya vaksin yang dipesan pemerintah dari Tiongkok. Mungkin dalam waktu tidak lama lagi, penggunaan vaksin akan dimulai.

Lantas, apakah dengan adanya vaksin, badai corona akan bisa dihindari? 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Keamanan Selengkapnya
Lihat Keamanan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan