Mohon tunggu...
Mahir Martin
Mahir Martin Mohon Tunggu... Guru, Aktivis dan Pemerhati Pendidikan, Inisiator Genius Students Community South Kalimantan

Reflection Notes: Ambil hikmahnya

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Apakah Hukuman Mendidik Benar-benar Mendidik?

24 Oktober 2020   21:00 Diperbarui: 25 Oktober 2020   08:22 259 9 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apakah Hukuman Mendidik Benar-benar Mendidik?
Ilustrasi (Thinkstockphotos via kompas.com)

"Mimi, katanya kamu mau ikut lomba ya?" tanyaku kepada salah satu siswi. "Ya Pak, tapi tidak diizinkan karena nilai weekly test saya turun Pak..." itu jawaban yang diberikan siswi yang akrab dipanggil Mimi itu.

Mimi memang adalah siswi yang rajin mengikuti lomba. Di masa libur akhir tahun pelajaran lalu, yang bertepatan juga dengan masa awal-awal pandemi, Mimi mengikuti beberapa lomba. Hasilnya, bisa dibilang tidak mengecewakan.

Prosedur Lomba

Di sekolah kami, banyak siswa yang tertarik untuk mengikuti lomba-lomba di luar sekolah. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, lomba-lomba yang bersifat online menjamur. Jika tidak dikontrol, lomba-lomba yang diikuti akan tidak beraturan, tujuan mengikuti lomba untuk menunjang pembelajaran di sekolah akan tidak tercapai.

Oleh karena itu, mulai minggu ini diterapkan standar prosedur untuk siswa yang ingin mengikuti perlombaan di luar sekolah. Prosedur utamanya adalah siswa harus memiliki nilai weekly test di atas standar minimum jika ingin mengikuti lomba. 

Weekly test adalah sebuah tes yang dilaksanakan di akhir pekan untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari pada minggu tersebut.

Prosedur ini kami buat dalam rangka mengontrol siswa yang akan mengikuti lomba. Sehingga siswa tidak asal mengikuti lomba, tetapi perlu ada mekanisme yang harus diikuti.

Sudah tentunya, nilai weekly test bukan satu-satunya syarat. Ada juga pembinaan dari guru dan seleksi (jika diperlukan) yang harus diikuti.

Dengan adanya prosedur ini diharapkan siswa yang mengikuti lomba benar-benar siswa yang terpilih dan memiliki motivasi untuk berprestasi, tidak hanya asal ikut-ikutan. Dan juga siswa tersebut akan bisa menjaga fokusnya dalam mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik, tanpa harus terganggu dan ada yang tertinggal.

Apresiasi dan Hukuman

Prosedur ini dibuat berdasarkan prinsip memberikan apresiasi dan hukuman dalam pendidikan. Bagi yang nilainya mencukupi, apresiasi diberikan dengan pemberian izin mengikuti lomba. Sebaliknya, bagi yang nilainya masih kurang, hukuman diberikan dengan tidak memberikan izin untuk mengikuti lomba.

Apresiasi (reward) dan hukuman (punishment) digunakan dengan tujuan yang sama, yaitu memotivasi siswa dalam belajar. Apresiasi diberikan untuk memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasinya. Hukuman diberikan untuk memotivasi siswa memperbaiki diri sehingga menjadi lebih baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x