Mohon tunggu...
Mahir Martin
Mahir Martin Mohon Tunggu... Guru, Aktivis dan Pemerhati Pendidikan, Inisiator Genius Students Community South Kalimantan

Reflection Notes: Ambil hikmahnya

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Menyoal Kata "Sulit" dan "Harus"

18 Oktober 2020   06:00 Diperbarui: 27 Oktober 2020   04:36 307 14 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menyoal Kata "Sulit" dan "Harus"
Ilustrasi.(THINKSTOCK via kompas.com)

Dilansir dari laman wikipedia.com, "NLP diciptakan oleh Richard Bandler dan John Grinder di California, USA pada tahun 1970-an. Penciptanya mengklaim adanya hubungan antara proses neurologi (neuro), bahasa (linguistic) dan pola perilaku yang dipelajari melalui pengalaman (programming) dan bahwa hal tersebut dapat diubah untuk mencapai tujuan tertentu dalam kehidupan."

"Kata" Mengubah Kehidupan
Mengutip perkataan pelatih kami, "Hati-hati dalam menggunakan "kata", karena "kata" bisa mengubah kehidupan." 

Jika kita dalami perkataan itu dengan menggunakan NLP, maka akan terlihat hubungannya antara "kata" sebagai bagian dari linguistic, dan "mengubah kehidupan" sebagai bagian dari proses neurologi pola perilaku seseorang.

Lantas, dimana bagian programmingnya? 

Ternyata, "kata" bisa mengubah kehidupan dengan sebuah proses. Proses yang memiliki beberapa langkah. Sebuah "kata" yang digunakan akan membentuk perasaan dan pikiran seseorang. Pikiran dan perasaan akan membuat seseorang mengambil keputusan. Keputusan akan membuat seseorang bertindak dan berbuat. Tindakan dan perbuatan itulah yang akan mengubah kehidupan seseorang. 

Inilah programming yang dimaksud. Proses perubahan yang terjadi, dan itu bisa dipelajari dengan pengalaman.

Mari kita analisis penggunaan kata "sulit" dan "harus" yang sering digunakan guru kepada siswa, dan juga apa efeknya jika kata tersebut diubah.

Kata "sulit" dan "harus" yang diganti dengan kata"tidak mudah" dan "perlu" akan bisa mengubah pikiran dan perasaan siswa. Rasa penekanan berubah menjadi rasa keakraban dan kehangatan hubungan siswa dan guru.

Jika pikiran dan perasaan siswa sudah nyaman, maka akan terbentuk keputusan dalam diri siswa. Menyadari bahwa apa yang dikatakan guru itu benar. Menyadari bahwa memang perlu banyak melakukan latihan soal jika ingin menguasai materi tersebut.

Keputusan yang diambil akan mengarahkan siswa untuk bertindak dan berbuat. Tindakan dan perbuatan yang didasari oleh keputusan dalam diri sendiri akan lebih efektif. Tak ada tekanan, yang ada adalah dorongan dalam diri untuk melakukannya.

Sebaliknya, jika siswa merasa tertekan, maka siswa tidak akan bisa mengambil keputusannya sendiri. Karena tidak ada keputusan yang diambil, tindakan dan perbuatan pun tidak akan dilakukan. Kalaupun dilakukan tidak akan bisa maksimal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN